18

167 14 0
                                        

Happy Reading Readers! 

Miki tidak percaya dengan siapa yang ada di depan rumahnya saat ini.

Kinnosuke dengan sebuket bunga ditangannya, kemudian menyodorkan bunga tersebut kearahnya sehingga dengan tampang terkejut Miki menerima buket tersebut.

"Kau bisa menjelaskan apa maksudmu ini?" tanya Miki heran dengan sebuket bunga mawar putih ditangannya.

Kinnosuke terkekeh, menyadari ekspresi kebingungan Miki yang membuatnya terlihat gemas.

"Aku ingin menjadi romantis" ujar Kinnosuke.

Miki mengerutkan keningnya, menyadari bahwa akhir – akhir ini sahabatnya memang terlihat aneh.

Atau memang sedari awal sudah aneh tapi Miki yang memang tidak peka sehingga baru sadar sekarang.

"Tidak boleh ya aku melakukannya?" tanya Kinnosuke lagi sambil dengan santai masuk kedalam rumah Miki.

"Heyy! Siapa suruh kau masuk begitu saja? Aku belum mempersilahkanmu!" ujar Miki, namun terlambat Kinnosuke sudah ada didalam rumahnya tepatnya saat ini duduk di Sofa ruang keluarga sambil menyalakan tv dengan posisi duduk terlentang.

Miki menyusul lelaki tersebut, dan tidak percaya dengan apa yang ia lihat bahwa sahabatnya bisa sesantai itu masuk rumah seakan – akan rumahnya adalah rumah sendiri. Miki berdiri di depan Kinnosuke yang sedang asik menonton bola, sambil berkacak pinggang.

"Kinnosuke kau kenapa sih? Aku serius! Kau tidak biasanya jadi orang romantis seperti ini" ujar Miki.

"Apa maksudmu? Aku memang romantis ko! Lagipula aku sedang belajar kembali untuk meningkatkan sisi keromantisanku" ujarnya sambil berusaha melihat acara sepak bola, walau dengan Miki yang menghalangi pandangannya.

Miki menghela nafas, lalu mengambil duduk disebelah lelaki itu. Dengan cepat merebut remote dan mematikan tv tersebut.

Kinnosuke kaget dengan mulut menganga, kemudian menatap gadis itu.

"Hey! Kenapa kau matikkan? Ini sedang seru! Bagaimana jika team ku mencetak gol? Ah kau membuatku sedih nih!" ujar Kinnosuke memasang wajah berpura – pura sedih.

Miki kemudian memukul kepala Kinnosuke dengan bantal sofa disebelahnya.

"Jangan berlebihan! Lagipula belum tentu team mu akan menang! Biasanya juga kalah! Kau harus menjawab pertanyaanku dengan serius!" ujar Miki.

Kinnosuke menghela nafas.

"Aku sudah menjawab pertanyaanmu Miki"

"Tapi tidak dengan 'serius'" ujar Miki menekankan kata serius.

"Baik apa yang ingin kau katakan lagi padaku?" tanya Kinnosuke.

Miki pun menelan ludahnya, sadar bahwa sekarang Kinnosuke sedang menatapnya, yang entah mengapa membuat sekeliling ruangan ini terasa panas. Namun Miki seakan paham dari arti tatapan itu.

"Apa kau menyukaiku?" ujar Miki.

Kinnosuke kemudian tersenyum, dengan cepat mengecup ujung bibir Miki. Miki yang tidak sempat mencerna apapun karena kaget, hanya diam kemudian refleks menyentuh ujung bibir bekas kecupan itu.

"Aku mencintaimu, sudah lama sangat lama" ujar Kinnosuke tersenyum namun beberapa detik kemudian menghela nafas "Tapi sepertinya kau mencintai orang lain" ujar Kinnosuke lalu tersenyum getir.

Miki terdiam, sadar bahwa selama ini ada sosok yang mengharapkannya dan telah menunggu dirinya sejak lama ia merasa sedih. Ia sedih karena baru menyadari ini semua, disaat ia jatuh cinta setengah mati pada sosok yang ia rasa baru memasuki kehidupannya. Kinnosuke telah mencintainya sejak lama, ia tahu ini tidaklah adil. Kinnosuke berhak mendapatkan balasan atas cintanya, terlebih selama ini yang selalu ada disampingnya adalah lelaki ini.

"Kinnosuke-kun" ujar Miki.

"Ya?"

Miki kemudian mengecup balik bibir lelaki itu, alhasil mereka akhirnya berciuman. Ciuman yang ringan tanpa beban, seolah kedua pihak saling menyetujui dan menerima satu sama lain.

"Miki? Aku pikir kau" ujar Kinnosuke tidak percaya dengan apa yang mereka lakukan barusan.

Miki terkekeh.

"Kenapa kau kaget seperti itu hah? Seperti melihat hantu saja" ujar Miki mengejek Kinnosuke.

"Bagaimana tidak kaget? Ini adalah Miki Honoka yang melakukan hal barusan, maksudku..kita berciuman? Kau yakin tidak akan menyesali apapun?" ujar Kinnosuke karena takut jika sahabatnya ini marah dan yang terpenting ia takut merusak hubungan persahabat mereka karena hal seperti ini.

Miki tersenyum lalu menggeleng. Ia kemudian memegang kedua pundak lelaki itu dan menatapnya dalam.

"Aku juga mencintaimu, meski memang belum seperti yang kau rasakan. Tapi maukah memberi kesempatan untukku? Aku juga ingin mencintaimu seperti apa yang kau rasakan padaku" ujar Miki.

"Lalu bagaimana dengan orang yang kau cintai?" tanya Kinnosuke.

Miki tersenyum.

"Ia akan menikah Kinnosuke, kau tidak mungkin kan membiarkan aku jadi perawan tua sambil menyaksikan kebahagiaan mereka? Ayolah aku tidak seperti itu! Aku juga ingin mencintai orang lain, terlebih orang itu ada dihadapanku" ujar Miki.

Kinnosuke terkekeh, sambil membayangkan bahwa sahabatnya menjadi perawan tua.

"Kau tertawa? Hey itu tidak lucu! Aku tidak mau jadi seperti itu! Jangan tertawa!" ujar Miki kemudian kesal.

Sadar bahwa Miki kesal ia pun kemudian memeluk erat Miki.

"Terimakasih, terimakasih Miki – chan. Ini artinya kau menerima cintaku ya kan?"

"Ya. Tentu saja, bodoh jika aku tidak melakukan hal itu" ujar Miki.

"Aku akan berusaha membahagiakanmu, aku akan berusaha ada disisimu. Aku mencintaimu" ujar Kinnosuke berbisik pelan di telinga Miki.

Miki mengangguk.

"Ya aku juga akan melakukan hal yang sama denganmu, mari berusaha bersama Kinnosuke" ujarnya lalu memeluk balik Kinnosuke dengan sama eratnya.

Miki yakin ini adalah keputusan terbaikknya, setidaknya dengan seperti ini ia akan membahagiakan semua orang.

Kinnosuke

Yuki

Dan yang penting adalah dirinya.

Semoga saja seperti itu. 

*****

Halooo readersss!! Ketemu lagi dengan authorr!! Wah udah lumayan lama ya author gak update? kangen gak nih? hehehe semoga kalian kangen seperti kangennya author bertemu dengan kalian lewat candy kiss ini. Ini part khusus untuk Miki dan Kinnosuke, akhirnya ya setelah penantian lama cinta Kinnosuke terbalaskan hehehe. Mana nih teamnya Miki Kinnosuke cung! wkwkwk. Mohon maaf ya readers author baru sempat update lagi karena lagi sibuk-sibuknya nih, tapi tenang aja ya readers author gaakan pernah tinggalin kalian apalagi tinggalin pasangan Honoki hehehe. Terimakasih banyak kalian yang masih setia membaca dan menunggu kemunculan cerita ini,semoga kalian menikmati episode ini. Ditunggu vommennyaa yaa readers, kalau sempat author pasti balas komentar kalian kalau engga tenang aja kok at least author tetap baca komentar kalian dan bagi author itu vitaminnya author supaya bisa terus nulis hehehe. Jadi jangan ragu buat komentar, kalau bisa disertai vote juga ya wkwkwk. Okay udah sampai sini ajaa, sampai jumpa di episode berikutnyaa :). 

Salam sayang author

Candy KissTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang