10

606 43 8
                                        


*Pict Of Kinnosuke

Miki pun membuka matanya, begitu mendengar suara alarm bekernya yang terus berbunyi seakan memekikan telinganya dan memaksanya untuk membuka kedua matanya. Ia harus merelakan mimpi indahnya barusan, yang mana mimpi tersebut adalah dimana ia dan Yuki sedang berada di pantai dan saat Yuki akan melamarnya tiba-tiba suara beker itu terdengar dan ia harus sadar dari alam mimpinya itu. Miki kesal, karena dalam mimpi tersebut Yuki akan mengatakan sesuatu ia sudah menunjukkan cincin tersebut padanya namun naas ia tak bisa mendengar apa yang dikatakan Yuki di mimpinya karena suara bekernya itu.

"Menyebalkan! Harusnya kau berbunyi setelah ia mengatakan 'Miki mau kah kau menikah denganku?' kenapa kau malah berbunyi disaat ia akan mengatakannya! Jadi aku tidak bisa mendengar pernyataan itu!! Akhhhh! Dasar beker menyebalkan!" ujar Miki memegang kuat bekernya sambil memelototinya.

"Miki-chan? Kenapa berteriak seperti itu? Bukankah kau ada janji dengan Kinnosuke? Cepatlah! 30 menit lagi dia akan menjemputmu! Tidak enak jika harus membuatnya selalu menunggu lama!" ujar Ibunya Miki begitu mendengar bahwa anak perempuannya telah bangun.

"Baiklah okasan! Aku akan segera mandi! Lalu kebawah makan!" ujar Miki menyadari ibunya mendengar ia teriak, dan sadar bahwa jam sudah menunjukkan pukul 07.30! Ah! Dia harus buru-buru! Dia tidak ingin membuat sahabatnya menunggu lagi.

***

Setelah mencoba untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin, yaitu 30 menit ternyata ia berhasil untuk tidak membuat Kinnosuke menunggu.

Atau mungkin Kinnosuke sengaja telat karena tahu bahwa Miki selalu bersiap mendekati deadline waktu. Laki-laki itu sampai pukul 08.15.

Kinnosuke tersenyum melihat Miki yang sudah tampil cantik di depannya, dengan rambut dicepol satu keatas dan kaos putih panjang yang dipadu padankan dengan overall celana pendek berwarna soft pink serta sepatu kets putih dan kaos kaki pink yang ia gunakan membuatnya selain terlihat cantik ia juga nampak manis.

Dan ternyata ia baru sadar bahwa Miki berdandan, walau tidak terlalu mencolok namun dadanan Miki yang terlihat natural benar-benar membuat gadis itu terlihat sempurna. Cantik dengan caranya sendiri itulah yang membuatnya menyukai gadis ini.

"Hmm kenapa kau memperhatikanku seperti itu?" ujar Miki tersenyum canggung karena sejak 10 menit yang lalu ia memperhatikan Kinnosuke diam berdiri mematung melihat dirinya.

Kinnosuke menggeleng kemudian tersenyum.

"Tidak. Kau benar-benar berbeda" ujar Kinnosuke.

Miki terkekeh.

"Maksudmu aku cantik? Iya kan?" ujarnya.

Kinnosuke "Tidak buruk. Jadi haruskah kita pergi sekarang?" ujar Kinnosuke.

Miki tersenyum sambil mengangguk.

"Kalian jangan pulan terlalu malam ya, Kinnosuke jaga Miki baik-baik ya" ujar Ibunya Miki yang ingin melihat mereka berdua pergi.

"Tentu bibi, saya akan menjaga Miki dengan selamat dan mengantarkannya sampai rumah kembali. Dan kami akan pulang sore, jadi bibi jangan khawatir" ujar Kinnosuke.

"Bibi percaya padamu nak" ujar Ibunya Miki menepuk pundak Kinnosuke lalu mengarahkan pandangannya pada Miki.

"Miki jangan nakal ya, kau jangan berkeliaran tanpa Kinnosuke" ujar Ibunya Miki menasehati anaknya itu.

"Okasan! Aku bukan anak kecil lagi!" ujar Miki kesal sambil menggembungkan pipinya.

"Okasan hanya takut kau kesasar lagi! Kau ini kan orangnya ceroboh! Dengarkan nasehat ibumu ini" ujar Ibunya Miki. Kinnosuke terkekeh mendengar bahwa sahabatnya diberi wejangan lagi seperti biasa oleh ibunya, dan yang membuatnya terasa lucu karena ekspresi kesal Miki menggembungkan pipinya membuatnya seperti ikan buntal. Dan itu terlihat manis dimatanya.

Candy KissTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang