8. Ditembak

210 16 3
                                    

Keesokan harinya, Swara melihat Sanskar sedang duduk di dekat taman sembari mengelap keningnya yang dipenuhi keringat basah. Pria itu baru saja melakukan latihan basket.

“Hei ucup!” Swara berseru ketika mahasiswa laki-laki bernama ucup itu lewat ke hadapannya sembari membawa sebotol Aqua ditangannya. Swara pikir dengan memberikan air itu kepada Sanskar dia bisa bercerita apa yang semalam dia alami.

Ucup yang merasa terpanggil menoleh.

“Iya ka Swara?” Tanya Ucup. Swara gugup kemudian nyengir.

“Itu, anu ... Minuman kamu udah diminum gak?” Tanya Swara gugup. Ucup menatap gadis itu dengan heran. Kemudian dia pun menggelengkan kepalanya.

“Belum, memangnya kenapa?” Ucap Ucup dengan heran.

“Boleh aku beli, Cup? Ya tiga ribu nih uangnya terima kasih!” Swara merebut Aqua itu dan memberikan uang tiga ribu kepada tangannya Ucup kemudian langsung berlari menuju Sanskar.

“Hai.” Swara menyapa Sanskar dengan senyuman. Yang disapa hanya terdiam mengabaikan.

“Dih ga punya kuping, yaa?” Tanya Swara. Sanskar masih terdiam.

“Hai mas toke!”

“Hai mas kebo!”

“Hai mas brewok!”

“Hai Sanskar goblok!”

“Hai pria ingusan hahaha” Mungkin itulah ucapan Swara yang dilontarkan ketika Sanskar masih mendiamkannya. Gadis itu sudah duduk disamping Sanskar dengan memasang wajah kesal.

“Ini minumnya mas.” Ucap Swara menyodorkan botol Aqua itu kepada Sanskar.

“Ko lo baik, sih? Ada maunya ya lo?” Tuduh Sanskar. Pria itu menerimanya lalu meneguknya hingga habis.

“Mas mah keras, ih. Ngasih minum aja masih dituduh. inget ya itu uang aku melayang lho. Mas curhat boleh?” Swara memasang raut wajah menggemaskan. Sanskar semakin ingin menaboknya karena gadis itu memang benar-benar lucu!

“Bayar sini.” Pinta Sanskar. Swara merecutkan bibirnya lalu memukul tangan Sanskar dengan keras.

“Bercanda sih, onta. Mau curhat apaan ayo gue dengerin tapi semenit aja ya gue mau ke kelas.” Tambah Sanskar.

“Najis! Mas aku ditembak,” mata Sanskar membulat. Apa? Swara ditembak? Tapi kenapa dia masih hidup sih? Apa mungkin maksudnya ditembak cinta? Tapi apakah ada yang mau dengan gadis gila sepertinya?

“Sama siapa, Ra!” Jawab Sanskar dengan penasaran.

“Shezan.” Ucap Swara singkat. Sanskar kemudian tertawa terbahak-bahak. Ya ampun? Sanskar kira bukan salah satu temannya yang tidak waras itu melainkan orang lain.

“Terus, lo terima gak?” Tanya Sanskar.

******

Karina Salim. Adalah sepupu Sanskar yang baru saja datang dari London setelah kuliah disana, Karina ijin berlibur karena selepas kuliah dia jenuh terus-terusan berada di london.
Karina bertemu dengan Yuda saat dirinya ingin menuju rumahnya Sanskar. Dia marah ketika Yuda terus-terusan menanyainya tentang Swara, keponakannya itu. Memangnya dia artis? sampai semua orang mengetahuinya? Terlebih lagi Karina orang baru disana. Mana mungkin tahu Swara gadis kecil itu.

******

Swara menggelengkan kepalanya. Sanskar terbahak kemudian dia melupakan sesuatu. Dia tidak boleh berdekatan dengan Swara, karena itu bisa menjadi bencana besar baginya. Kemarin, setelah dia tidak sadar menangkup wajah Swara, Rianti menebak bahwa mereka berdua pacaran dan mendambakan Swara menjadi menantunya.

Mine! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang