➖ Cinta pertama

927 172 74
                                        

Jeje💋

Kamu dimana?

Bubu🐰

Sebentar lagi sampe






Sejeong melihat sekitar, siapa tahu saja dia melihat batang hidung Doyoung. Kekasihnya itu terlambat lagi di kencan mereka.

Lalu cewek itu gak sengaja melihat aksi confession seorang pria yang berani jongkok di depan gadisnya padahal mereka ada di tengah keramaian.

Orang-orang jadi menghentikan kegiatannya beralih untuk menonton aksi itu, termasuk Sejeong yang saat ini sudah bergabung dengan kerumunan orang lainnya.

"Jadi pacarku ya?"

Yang menonton langsung heboh sambil mengatakan. "TERIMA! TERIMA! TERIMA!"

Gadis yang menjadi tokoh utama di sana tak bisa menutupi rasa terkejut serta semu merah di pipinya.

Hingga akhirnya gadis itu mengangguk kecil.

Sejeong melihat semuanya, bagaimana rasa kepercayaan diri yang besar dari pria itu, bagaimana rona semu merah di pipi si gadis, dan bagaimana binar kebahagian yang disambut dengan pelukan hangat.

Mengingatkan Sejeong dengan kenangan lamanya.

"Aku kelamaan ya, maaf. Jalanan macet banget."

Lamunan yang bahkan belum dimulai itu buyar, atensi Sejeong kini teralihkan dengan sosok tinggi di depannya. "Oh udah sampe?"

Doyoung mengangguk. "Yuk, mau makan udon dulu apa mau liat cosplay dulu?" tanyanya sambil menggandeng tangan Sejeong.

"Liat cosplay dulu deh,"


🌺🌹🌺


Hampir setengah jam keliling pasangan sejoli ini memutuskan untuk berhenti di kedai udon.

"Kamu liat gak tadi, aksi confess?" tanya Sejeong.

Doyoung menggeleng. "Cosplayernya ada yang confess emang?"

"Ih bukan, tadi tuh ada yang cowok yang nembak ceweknya. Di tengah kerumunan pake bunga." jelas Sejeong.

Pemuda itu diam sejenak. "Terus?"

"Aku jadi keinget dulu cinta pertamaku juga nembak dengan cara yang sama." ujar Sejeong santai.

"Serius?"

Sejeong mengangguk semangat. "Aku tuh inget banget, pokonya aku gak mungkin lupa. Waktu itu hujan, kita payungan bareng terus dia ngeluarin bunga dari tasnya, jongkok di depanku terus bilang 'aku suka kamu, mau gak jadi pacarku' huhuhuuu itu the most memorable banget."

"Wahhhhh..." Doyoung tersenyum masam. "Ternyata cinta pertama kamu seindah itu," katanya lalu menyuap banyak udon ke mulutnya.

"Kalo cinta pertama kamu gimana?" tanya Sejeong.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan pertanyaan perempuan itu tapi entah kenapa Doyoung langsung tersedak setelah mendengarnya.

"Pelan-pelan dong makannya," sahut Sejeong, buru-buru menyodorkan air minum.

Pemuda itu kembali tersenyum masam. "Cinta pertama ya? Aku bahkan ragu itu pantas disebut kisah cinta atau engga."

"Hah?"

"Gak jadi, lupain aja. Cepet abisin makannya teaternya buka lima belas menit lagi."


🌺🌹🌺


"Tuh kan telat," gumam Doyoung. Pemuda itu segera menarik Sejeong duduk di bangku dimana mereka seharusnya duduk.

"Kamu nyalahin aku?????" sungut Sejeong.

Doyoung menaruh satu jarinya di depan bibir, "iya maaf aku yang salah." imbuhnya.

Lebih baik mengalah dari pada mereka harus ribut di sini, kan tidak lucu. Yang ada mereka akan di demo penonton lain.

"Tumben banget sih kamu ngajak nonton musikal kaya gini," bisik Sejeong.

"Abisan bosen kalo nonton film terus." jawab Doyoung.

Setelah itu keduanya tak banyak bicara lagi, mereka menonton pertunjukan musikal itu dengan khidmat.

Hingga akhirnya Sejeong heboh sendiri.

"Ya ampunnnnn!!!!" gadis itu menutup mulutnya dengan kedua rapat, berusaha agar jeritannya tidak mengganggu penonton lain.

"Tapi masa sih???!!!!!" Sejeong lompat-lompat di kursinya.

"Kamu kenapa sih?" tanya Doyoung akhirnya.

Gadis itu menoleh dan Doyoung bisa melihat kalau mata gadis itu berbinar-binar.

"Liat pemeran utama cowoknya deh," kata Sejeong, menunjuk ke arah teater.

"Terus?"

"Dia cinta pertama aku!!!!" Sejeong menjerit tertahan.





🌺🌹🌺




Doyoung berdiri tak jauh dari Sejeong yang terlihat exited ngobrol dengan pria yang katanya si cinta pertamanya.

Gak perlu ditanya gimana perasaan Doyoung, wajar dong kalo Doyoung merasa sedikit cemburu???

"Doy…" panggil Sejeong.

Doyoung menoleh, mendapati kekasihnya yang menghampiri diikuti seorang pria di belakangnya.

"Kenalan dulu, ini Do Kyungsoo." Sejeong gantian menatap Kyungsoo. "Mas… ini Doyoung, pacarku."

Kyungsoo menyodorkan tangannya, Doyoung menyambut tangan itu dengan senyum tipis.

"Kim Doyoung,"

"Do Kyungsoo,"

"Mas, aku kaget banget loh begitu tau kamu main musikal gini." ujar Sejeong pada Kyungsoo.

Kyungsoo tersenyum tipis, bibirnya terlihat seperti hati saat tersenyum. Melihat itu Sejeong diam-diam merona malu.

Doyoung yang seakan terabaikan sengaja memberi jarak dari kedua orang itu. Hatinya sudah panas, bertambah panas saat Sejeong memanggil pria itu dengan sebutan Mas.

Kalau diperhatikan Do Kyungsoo ini terlihat tampan, yah meski Doyoung juga tak kalah tampan.

Tinggi badannya lebih pendek dari Doyoung. Gaya rambutnya yang seperti pria akan pergi wamil itu terlihat aneh, tapi terkesan cocok untuknya.

Yah kalau Doyoung membandingkan diri dengan Do Kyungsoo ini, dia juga tak kalah hebat. Hanya saja……

"Mas, boleh minta kontaknya gak?" tanya Sejeong.

"Boleh,"

"Je, aku laper—"

"Kamu cari tempat makan aja duluan, nanti kabarin aku ya." sahut Sejeong tanpa menoleh sedikitpun.

Pedih. P e d i h.





Buat yang masih kangen, aku dobel apdet hehehheh

If theyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang