➖ Gendutan

981 178 48
                                        

Hari ini Sejeong nganterin Nayoung periksa kandungan, cewek itu ngeliat timbangan dan iseng nimbang berat badannya.

Sejeong udah ngira kalo berat badannya pasti nambah, tapi begitu nimbang dia kaget. Kaget yang bener-bener kaget ngeliat berat badannya yang naik sebanyak itu.

Cewek itu bahkan sampe ngulang nimbang sampe lima kali, tapi hasilnya tetep sama.

"Kenapa?" tanya Nayoung sambil bisik-bisik, soalnya malu sama dokternya. "Jangan bikin malu ah."

"Eh, maaf-maaf..." Sejeong jadi malu sendiri begitu tahu kalau dokter kandungan Nayoung memperhatikannya.

Tapi saat itu rasa kagetnya lebih besar daripada rasa malunya.



🍑



"Kamu gak makan?" tanya Doyoung, bingung ngeliat Sejeong yang diem aja padahal cowok itu bawain martabak bangka kesukaan Sejeong.

"Kamu aja deh," Sejeong dorong dus martabak itu menjauh dari pandangannya.

"Kok gitu, kesukaan kamu itu." cetus Doyoung. "Dimakan ih aku kan belinya pake uang, bukan daun."

Sejeong noleh, Doyoung jadi merinding sendiri soalnya tatapan Sejeong agak beda dari biasanya.

"Kamu kenapa sih?"

"Gak papa."

"Marah bukan?"

"Engga."

"Aku ada salah ya?"

"Gak."

"Terus kenapa?" Doyoung mencomot satu potong martabak. "Kalo ada apa-apa tuh ngomong, jangan diem aja kaya gitu. Aku mana ngerti kalo kamu terus terusan diem."

Sejeong menatap nanar martabak bangka di atas meja, sebenarnya dia mana bisa menolak makanan kesukaaannya itu tapi kan…

"Masih gak mau cerita juga?" tanya Doyoung lagi, sambil mencomot potongan martabak lainnya.

Melihat Doyoung yang lahap sekali mengunyah martabak Sejeong jadi menghela nafas.

"Kemarin aku nganter Kak Nayoung kontrol kandungan," ujar Sejeong, sengaja menyenderkan kepala di pundak lebar Doyoung.

"Terus?" Doyoung menyela. "Kamu mau cerita kepengen kontrol kandungan juga kaya Kak Nay—"

"Apasih!" sungut Sejeong, tangannya mencubit paha Doyoung. Yang dicubit langsung mengaduh. "Ngomong kok ngawur."

"Ya kali aja kan kamu udah gak tahan—iYAAAA AMPUNNN!"

"Kamu ngomong yang gak penting lagi, mending pulang sana." cetus Sejeong.

Doyoung diam, tangannya langsung menutup mulutnya. "Galak bosque.," batinnya.

"Aku nimbang berat badan begitu liat ada timbangan, terus kamu tahu???"

Doyoung yang baru menyuap martabak menggeleng pelan.

"Berat badanku naik, banyak banget."

"Naik berapa kilo emang?" tanya Doyoung dengan mulut yang masih mengunyah martabak.

Sejeong gak langsung menjawab, cewek itu malah menjauhkan martabak bangka di atas meja dari jangkauan Doyoung.

"Dengerin aku dulu ih, jangan makan mulu!" sahut Sejeong.

Doyoung tertawa. "Iya iya maaf sok lanjutin,"

Sebenernya cowok itu tahu kalo Sejeong pasti gak terima makanan kesukaannya dia habisin.

"Berat badanku naik 6 kilo," ujar Sejeong. "Padahal berat badanku bulan lalu juga udah naik banyak."

"Ya terus masalahnya apa sih?" satu alis pemuda itu terangkat.

"Masalahnya tuh aku gendutan!"

"Kalo gendut emangnya kenapa?"

"Tau ah!" gregetan sama respon Doyoung yang nyebelin, cewek itu berniat beranjak pergi.

"Jangan kabur dong, kan belum selesai ceritanya." sahut Doyoung, menahan pacarnya itu pergi.

"Abisan respon kamu nyebelin banget." kesalnya.

Doyoung cuma senyum, dia narik dus martabak yang tadi sengaja dipindahkan oleh Sejeong.

"Buka mulutnya," titah Doyoung, menyodorkan satu potong martabak ke mulut Sejeong. "Gak usah takut gendut lah, harusnya kamu bersyukur."

Sejeong mendelik, gak terima dengan penuturan kekasihnya. "Apanya yang harus disyukurin???"

"Selama sama aku berat badan kamu terus nambah kan? Itu artinya kamu bahagia sama aku," Doyoung kembali mendorong martabak tadi ke depan mulut Sejeong. "Udah cepet buka mulutnya."

Pada akhirnya Sejeong membuka mulutnya dan membiarkan Doyoung menyuapinya.

"Padahal aku baru aja mulai diet," gumam Sejeong.

"Gak usah diet-diet. Aku bukan cowok yang mempermasalahkan penampilan, selama perasaan kamu gak berubah aku gak masalah." sahut Doyoung ikut menyuap martabak ke dalam mulutnya, lagi.

"Apasih cheesy banget, geli."

Mulutnya memang berkata begitu tapi Sejeong tidak bisa menahan senyumnya.














If theyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang