➖ Home

864 79 10
                                        










Tidak seperti biasanya, kali ini sejeong pulang tengah malam. Wanita itu berjalan dengan agak sempoyongan, mungkin efek alkohol yang tadi ia minum bersama rekan kerjanya.

Sejeong mana bisa menolak saat ditawari minum, terlebih tawaran itu berasal dari salah satu seniornya.

"Aku pulang…"

Sejeong mendecih, jika ia pikir ulang tidak ada gunanya ia berseru seperti tadi toh di apart tidak ada orang lain selain dirinya.

Gadis itu diam sebentar di depan pintu, menatap jam dinding sebelum akhirnya melepas flat shoes dan berjalan menuju ruang tengah. Karena panas dengan santai ia menanggalkan satu per satu pakaian di tubuhnya, hingga berceceran di atas lantai.

"Kamu bisa masuk angin kalau lebih dari itu."

Suara itu menggema di apart saat Sejeong akan menanggalkan kemejanya, Sejeong langsung menoleh ke arah sumber suara.

"Doyoung?"

"Kenapa baru pulang?" Doyoung bertanya balik. Laki-laki itu menghampiri Sejeong dari arah dapur.

"Bukannya harusnya aku yang bertanya begitu, kau ingat jalan pulang Kim Doyoung?" tanya Sejeong.

"Mustahil aku lupa jalan pulang, Jeje."

Sejeong mendecih, lalu menanggalkan kemejanya dan memunguti satu per satu pakaian yang ia tinggalkan di lantai untuk ditumpuk bersama pakaian kotor lainnya.

"Kupikir kamu punya rumah baru yang harus kau pulangi, jadinya kamu lupa jalan pulang menuju kemari."

"Maksudnya apa?" tanya Doyoung.

"Tidak ada yang tahu kalau ternyata kamu punya yang lain selain aku 'kan?"

Doyoung mengernyit, "kamu mabuk?" samar samar Doyoung dapat mencium bau alkohol dari tubuh Sejeong.

"Aku hanya minum satu botol," Sejeong tertawa sebentar. "Kamu sengaja mengalihkan topik,."

Pemuda itu menatap Sejeong—yang hanya memakai strit pendek dan tank top hitam—lalu memijat pelipisnya, mendadak ia merasa pusing.

"Aku hanya menghindari topik yang nantinya akan membuat kita bertengkar, Jeje." sahut Doyoung.

Akhir-akhir ini Sejeong dan Doyoung memang jarang sekali bertemu, karena Doyoung yang memang kebiasaan tak pernah mau keluar dari studio dan kebetulan Sejeong yang tengah sibuk sibuknya.

Sekalinya bertemu, bukan melepas rindu, mereka hanya akan bertengkar karna masalah sepele.

Dua minggu yang lalu mereka bertengkar hanya karna TV, lalu hari ini, mereka akan bertengkar karna apa lagi???

Sejeong menatap Doyoung sebentar. "Jujur aja, kamu bosan sama aku?"

"Kita bisa akhiri semuanya sekarang kalau memang kamu bosan."

Bukan tanpa sebab wanita itu tiba tiba berkata begitu, sebagai wanita Sejeong punya insting, hampir dua tahun bersama kemungkinan merasa bosan tidaklah kecil.

If theyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang