ten ; begin

3.4K 426 9
                                        

                      ©nnaurax_'18

Mau ikut bermain dalam labirin ku?




"Jaemin, cepatlah sadar!" Yang lebih tua menggenggam tangan yang lebih muda. "Tenanglah hyung, dia baru keluar operasi, masa disuruh bangun!" Celetuk seorang lelaki bertubuh gembul, "Ck! Diam saja kau, Donghyuck!" Kata pemuda bermarga Park.

"Ssttt...tenanglah!" Kata Minhyung sambil menghapus airmatanya, "Appa Eomma akan segera kesini, pergilah sebelum mereka kesini!" Desis Minhyung sambil memohon. "Baiklah, kami juga tidak ingin mereka tau kami disini, anyyeong!" Jisung, Chenle, dan Donghyuck keluar dari kamar Jaemin.

Tepat 5 menit setelah mereka meninggalkan kamar, NNa datang ke kamar Jaemin.

"Mark, bagaimana keadaan Jaemin?" Kata Na Joohyun  sambil melihat ke arah Jaemin, "Ya, eomma tau sendiri." Kata Minhyung malas sambil merotasikan bola matanya. "Bagaimana bisa mereka menangkap Jaemin, sih?" Tanya Tuan Na Lucas sambil mengelus surai coklat si bungsu.

"Aku juga tidak tau, beruntungnya ada Donghyuck." Kata Minhyung sambil mempersilahkan kedua orangtuanya duduk. "Kenapa kalian masih saja berteman dengan anak direktur menyebalkan itu!" Kata Joohyun sedikit menyentak, "Daripada aku tidak memiliki teman! Dia baik, hanya ayahnya saja yang kurang ajar!" Balas Minhyung.

"Lupakan. Jaemin butuh istirahat, chagi." Kata Lucas sambil menenangkan istrinya.

"Aku akan pulang mengemasi barang-barang, kalian tunggu saja disini." Lucas pun pergi meninggalkan Joohyun dan kedua anaknya.

    
                     ✴mission✴

"Jaemin!"

"Jaemin kau harus mati!"

"Darahmu sungguh manis!" 

"Sungguh menggiurkan!"

Jaemin terbangun dari tidurnya, membiasakan cahaya yang masuk ke netranya. "H--hyung." Mark langsung terkesiap mendengar suara Jaemin, "Jaemin!" Pekiknya gembira, membangunkan Joohyun dan Lucas yang tertidur. "Astaga, Jaemin!" Kata Joohyun bahagia, dia tersenyum melihat putranya sudah sadar.

                      ✴mission✴

Hari ini Jaemin boleh pulang ke rumah setelah menghabiskan waktu di rumah sakit selama seminggu, dia tengah bersiap dengan pakaian nya. "Jaemin, Mark. Sudah siap?" Tanya Joohyun sambil menenteng satu tas besar, kedua putranya mengangguk.

"Kajja!" Kata Lucas sambil menggiring mereka keluar dari rumah sakit.

[Rumah]

Jaemin memasuki kamarnya dengan semangat, rasanya dia bahagia sekali kembali kerumah setelah menghabiskan beberapa hari di ruangan berbau obat. "Jaemin, jaga kesehatan mu! Jangan lupa makan siang sebentar lagi." Kata Joohyun mengingatkan putra bungsunya. Jaemin mengangguk.

Jaemin memainkan smartphone nya yang terletak di nakas, mengecek segalanya yang tidak dia buka selama seminggu, disitu ada chat Donghyuck yang ada di paling atas.

Babiku!🐖❤

|Nanaaa!
| Cepet sekolah aku rindu!

                              |Besok aku sekolah                   gendut
                              |aku ngangenin kan?

|Hih!
|Awas ya besok gak sekolah

                                                 |Iya iya.

Read.

Jaemin menghempaskan tubuhnya, dan baru saja mengingat tadi eomma nya menyuruh makan, dia pun segera turun.

                      ✴mission✴

"Jeno!"

Lelaki bermata bulan sabit itu menoleh; gelas yang berisi soju itu ada di genggamannya. "Appa ngapain kesini?" Celetuk nya. "Tahun depan kamu harus pindah sekolah." Kata lelaki berambut merah itu sambil duduk disebelahnya.

"Pasti gara-gara anak itu!" Jeno merotasikan bola matanya malas, "Ya mau bagaimana lagi, kamu mau---" Jeno buru-buru membekap mulut ayahnya itu. "Ah, baik appa." Katanya.

"Ah, aku pesan vodka satu."

Jeno menunjukkan smirk nya. Na Jaemin, tunggu aku!

part eleven was end.

👋 [hola!]  Sebenernya aku mau buat ide gila di ff ini, tapi—pada setuju ga ya? Apa aku kudu buat ff lagi buat menuntaskan ide gila ini?:(

Aku juga banting setir; dari thriller ku jadiin fiksi, soalnya kalo thriller keknya kurang pas, terlalu—yha gitu lah. Tapi masih ada bumbu2 thriller dan riddle nya, semoga dapet feel nya!

Oh ya, di setiap part ada bagian yang nyambung ada yang sambungan dari part yang sebelumnya aku publish; tebak ini sambungan part mana?

Aku buat ff lagi aja kali ya, tokohnya siapa ya? hmm.

Rencana nya si ak mau buat chanbaek, genrenya bener2 thriller deh. Aku tidak mau bikin fiksi terlalu banyak.

eHH AKU UDAH BACOT BERAPA EKSELEMBAR?! :(
yodahlah, sekian terima renjun!

mission | nomin Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang