Jaemin hanya menatap punggung orang didepannya. Maniknya berkaca - kaca, tubuhnya sudah bergetar hebat. “T--tolong,” Lirihnya.
“Sudah terlambat, chagi. Kamu sudah masuk ke dalam perangkapku.” Suara orang itu bergema memenuhi indra pendengaran Pemuda Na itu. Ia hanya bisa memejamkan matanya erat - erat. Tubuhnya diikat kuat pada sebuah kursi kayu. “Kamu--jahat.” Jaemin menitikkan sebuah likuid bening yang langsung dihapus oleh orang itu. “Ssst. Jangan menangis, ini baru permulaan.” Jawab orang itu sambil menunjukkan smirk nya.
“Oke. Sekarang apa dulu, ya?” Orang itu tertawa jahat sambil melihat - lihat jejeran senjata di nakas yang ada disebelah kirinya. Ada berbagai macam pisau, pistol, dan sebagainya. Jaemin sudah bergidik ngeri duluan, ia merapalkan do'a - do'a yang sudah ia pelajari selama ini. Meminta perlindungan kepada Tuhan adalah opsi yang pertama dan terakhir, karena--tidak ada opsi lagi.
“Bagaimana dengan pisau ini saja?”
Pria itu mengayunkan sebuah pisau biasa, ukurannya tidak begitu besar. Jaemin menggeleng lemah, apakah--hidupnya sudah akan berakhir sekarang juga?
Pria itu mengacungkan pisau itu tinggi - tinggi, bersiap membunuh Jaemin sekarang juga. Tatapannya memburu menandakan bahwa nafsu membunuhnya sangat tinggi. “Ada salam terakhir?” Tanyanya.
Jaemin hanya menggeleng pasrah, pria itu dengan segera menggerakkan pisau itu--menuju kearah perutnya. “Selamat tinggal--,” Bisik pria itu, sebelum pisaunya benar - benar menancap di perut Jaemin.
“AAAKHHHH!!!”
[[mission]]
“Mimpi lagi! Sialan.” Rutuk Jaemin sambil mengusap peluh yang berceceran di dahinya. Sudah beberapa minggu ia tidak bermimpi akan dibunuh lagi, tapi sekarang--terulang lagi. Jaemin sudah kebal melihatnya--tapi memangnya ada orang yang tahan memimpikan dirinya dibunuh secara berulang - ulang?
Jaemin mencuci mukanya di wastafel, sekarang pukul 6 pagi. Jaemin baru sadar, sekarang Hari Minggu. “Mark Hyung sudah pulang belum ya?” Monolognya sambil melirik pemandangan dari kaca jendelanya. Tapi ia tak menemukan adanya kendaraan bermotor milik kakaknya itu. Pasti dia lembur lagi mengerjakan tugas.
Appa dan Eomma nya sedang ada tugas di luar kota, karena itu Jaemin sendirian saja dirumah. Ia mengambil benda persegi pipih di nakas nya, mengetikkan suatu nama disana.
Babiku🐖❤
chan chan!!
kenapa?
tiba - tiba sekaliayo kita jalan2 >.<
aku sedang ada acara Na. Maaf.
Raut wajah sang Pemuda Na menjadi sendu, sayang sekali. Haechan - nya tidak bisa pergi bersama Jaemin. Akhirnya Jaemin pun hanya mengetikkan ‘oh. baiklah’ pada sahabatnya itu.
Apa aku pergi sendiri saja, ya? Terlalu membosankan jika dirumah saja!
[[mission]]Pemuda bersurai cokelat itu tersenyum bahagia. Ditangan sebelah kanannya terdapat sebuah eskrim, di tangan sebelah kirinya terdapat boneka plushie yang ia dapatkan dari permainan. Seru sekali! Ternyata jalan - jalan sendirian bukan ide yang buruk! Pikirnya sambil terus menjilati eskrim vanilla nya. Dia menatap orang - orang yang berlalu - lalang didepannya. Ia duduk di depan sebuah cafe sambil menjilati eskrimnya yang tinggal sedikit itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
mission | nomin
Fanfiction❝You have to do this mission, or you will die, Lee Jeno.❞ [end] vampire!au (( major character death involved )) warn! bxb! ©nnaurax_