• Kita dan Kemarahan

4.4K 718 164
                                        

Kapan sih Yo ini sejahat itu sama kalian? :v
Karena itu, ayo ramaikan! :D
P.s. Yang lupa silahkan baca part 'Kita dan Kesakitan' yooo....



















***

Jean bangun dengan kepala yang luar biasa pusing.

Pria itu memengangi kepalanya sambil sesekali mendesis lirih. "Fuck! My head!"

"Berhenti mengumpat, Bodoh. Apa pergaulan bebas di Kanada sana sudah membuat mulutmu sekotor sampah?"

Jean mengangkat kepalanya, menatap seorang pria yang berdiri di depan ranjangnya. "Kim Taehyung?"

Taehyung memutar mata dan menghela napas panjang. "Ya. Ini aku. Kenapa? Ingin menghajarku seperti lima tahun lalu?"

Jean tidak menjawab. Raut pria itu berubah menjadi sedingin es. Perlahan, Jean bangkit dari tempat tidur masih dengan memegangi kepalanya yang berdenyut.

"Tidak ada ucapan terima kasih sama sekali? Seriously, Jiminie? Aku mengurusmu semalaman, loh." kata Taehyung.

Jean menatap tajam ke arah pemuda yang dulu ia anggap sebagai belahan jiwa sendiri. "Hentikan itu, Kim Taehyung. Aku tidak peduli."

"Wah, sungguh..." Taehyung berujar dengan raut tak percaya. "Jadi hubungan selama lima tahun kita benar-benar sudah kandas sekarang, Saudaraku?"

"Kau yang memaksaku, Taehyung. Kau lebih memilih membela gadis yang jelas-jelas telah menyakitiku. Aku. Yang kau bilang sudah seperti soulmate mu. Padahal kau jelas-jelas melihat siapa yang paling tersakiti dalam kisah ini," ujar Jean.

"Benar, aku memang mengetahui siapa yang paling tersakiti," sahut Taehyung. "Dan aku bisa menjamin kalau itu bukan kau, Dude."

Jean menaikkan sebelah alisnya. "Maksudmu?"

Kemudian, Taehyung menghela napas. "Dengarkan aku kali ini saja, Jimin. Aku bersumpah demi kelima saudara kita yang lain, selama ini kau hanya mengetahui setengah kebenaran. Bahkan kau sama sekali tidak tahu apapun."

"Kalau begitu kenapa kau tidak memberitahuku sekarang, Kim? Buat aku mengerti sekarang."

Taehyung bungkam. "Aku tidak bisa mengatakannya padamu."

Jean mendengus dan tersenyum sinis. "Lihat? Kau ingin aku mengerti tapi tidak mau menjelaskan. Aku percaya dengan apa yang kulihat, Kim Taehyung. Dia berkhianat dan itu yang kupercayai."

Jean pun melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar itu. Sudah cukup paginya hancur karena harus bertemu bedebah Kim. Namun, saat Jean baru saja menyentuh gagang pintu, Kim Taehyung berseru.

"Kau masih mencintainya, kan!" seru Taehyung. "Di hatimu yang paling dalam, kau masih mencintainya, merindukannya, ingin bersamanya."

Untuk sepersekian sekon, Jean mematung. Namun setelahnya, pria itu membalikkan tubuhnya dan kembali tersenyum sinis. "Tahu apa dirimu tentang aku, Kim." Jean berkata dengan nada mengejek lalu menegakkan tubuhnya. "Kau tahu apa yang akan kulakukan setelah ini? Aku akan membuat sepupu kesayanganmu itu menderita. Dia harus membayar untuk semuanya. Dia harus membayar sakit hatiku."

"Park Jimin, jika kau berani menyakitinya seujung rambut pun, kau akan benar-benar habis di tanganku." Taehyung menatap tajam ke arah Jean.

Jean kembali menyeringai. "Begitukah? Terdengar menyenangkan. Ayo kita lihat siapa yang akan menghabisi siapa." Kemudian, pria itu pun keluar dari kamar Taehyung.

Jung Hoseok yang sedari tadi mendengar perselisihan Taehyung dan Jimin, hanya bisa diam mematung di depan pintu kamarnya yang berhadapan dengan pintu kamar Taehyung. Sedetik, Jean menyunggingkan senyun kecil untuk Hoseok sebelum berlalu pergi dari tempat itu.

Dear, Mr. ParkCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang