Jira pikir, dia bukan gadis yang terlampau cantik. Jira juga tidak mempunyai tubuh yang sangat bagus. Otaknya memang tidak bisa di bilang cetek, tetapi ia tidak sejenius itu. Bahkan Jira pikir, ia hanyalah seonggok remahan roti di pinggir kaleng jika dibandingkan dengan kakak kelasnya, Kim Namjoon.
Jira juga berpikir ia tidak mempunyai nasib yang terlalu mujur. Dia bahkan kehilangan ayahnya di usia yang masih muda, hingga dirinya menjadi ketakutan setengah mati pada hujan. Bukankah itu sudah pernah dijelaskan?
Ah, iya. Jangan lupakan jika Jira juga gadis dengan banyak alergi. Gadis itu alergi pada kerang, udang, telur, dan timun. Entah kenapa, saat makan makanan-makanan tersebut, tenggorokan Jira langsung sakit. Karena itu Jimin tidak pernah membolehkan Jira makan kimbab pinggir jalan, karena biasanya salah satu isiannya adalah mentimun dan telur.
Nah, karena semua itulah, Jira merasa dirinya benar-benar hanya seonggok kentang. Benar-benar tidak ada bagus bagusnya.
Tetapi, mungkin Jira harus meralat kembali bagian tentang nasibnya, karena sekarang, bagi seluruh siswi di SMA-nya, Kim Jira adalah gadis paling beruntung di seluruh dunia.
"Jira-ya, makan makananmu, jangan melamun," tegur Yoongi.
Jira tersenyum kikuk. "Ya, Sunbaenim."
Beberapa orang mulai berbisik, membicarakan seonggok manusia dengan dua kaki bernama Kim Jira yang sedang makan satu meja dengan anak-anak Bangtan.
Sebenarnya ketujuh pemuda itu bukan orang-orang yang patut dijadikan pangeran sekolah. Semua orang tahu jika Bangtan bahkan bukan anak dari keluarga kaya (karena memang tidak ada yang tahu latar belakang mereka). Tapi coba saja, siapa yang bisa menahan pesona ketujuh pemuda itu?
Tampan? Jelas.
Pintar? Woah, jangan lupakan jika mereka semua mendapat beasiswa, apalagi Kim Namjoon.
Berbakat? Mereka sudah merilis album sendiri, ngomong-ngomong. Beberapa dari mereka juga sangat bersinar dalam olahraga, seperti Jungkook dan Jimin. Dan jangan lupakan bagaimana sempurnanya tarian Hoseok. Lalu indahnya suara Kim Seokjin dan Kim Taehyung, juga betapa kerennya rap dari Namjoon dan Yoongi. Semuanya tidak tertandingi.
Dan yang terakhir,
Prestasi? Haruskah kita mempertanyakan tentang itu lagi?
Karena itulah, bagi orang-orang satu SMA, kejadian dimana seorang gadis duduk satu meja dengan Bangtan adalah kejadian yang patut dicatat dalam buku rekor sekolah. Apalagi, ketujuh pemuda itu memang terkenal tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun.
Walau Kim Taehyung sebenarnya adalah penggoda gadis paling ulung.
Tetapi tetap saja ini sungguh hebat. Lihatlah, Yoongi yang terkenal garang saja sampai memperhatikan si gadis.
Padahal menurut Yoongi biasa saja, sih. Yoongi hanya selalu teringat adik perempuannya setiap melihat Jira. Menurut Yoongi, sifat Jira itu sebelas duabelas dengan adiknya, Karin. Hanya yang membedakan, Karin masih melakukan segalanya dengan cantik, sedang Jira cenderung sedikit bar-bar. Karin masih mau membicarakan hal-hal yang membuatnya kesal walaupun dengan marah-marah, tapi masih tetap mencoba mencari penyelesaian. Sedangkan Jira, lebih memilih bertindak lebih dulu, baru setelahnya membicarakan akibat dari tindakannya itu.
"Jira, kau sepupunya Hoseok, ya?" tanya Namjoon.
Jira mengangguk. "Ibu Hoseok Sunbae adalah kakak dari ibuku."
"Lalu, bagaimana dengan Taehyung?"
"Taehyung Sunbae dan Seokjin Sunbae juga adalah sepupuku. Ayahku adalah adik dari ayah mereka."
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear, Mr. Park
Fanfic"Because everyone needs Park Jimin in their life." Dibalik nama besarnya, Jean V. Aiden mempunyai masa lalu yang cukup rumit. Siapa sangka jika pria penuh pesona itu ternyata mempunyai sebuah luka yang besar untuk seorang Kim Jira. Jean pikir, Jira...
