• Kim Jira dan Park Jimin

7K 735 260
                                        

Last Chapter
Please say good bye to our dearest JJ ❤




































Jira menarik napas panjang.

Jean menatap kesayangannya dengan raut cemas. "Sudah siap? Semua akan baik-baik saja, Kim Jira. Aku bersamamu."

Jira tersenyum dan mengangguk.

Jean menggandeng kesayangannya untuk masuk ke dalam rumah besar itu. Tangan Jira mendingin, ia terlampau khawatir.

Jean mengelus tangan gadis itu dengan ibu jarinya. Sebuah perlakuan sederhana sebenarnya, tapi sukses membuat perasaan Jira membaik.

"Ayah, Ibu, aku membawa Jira kemari," kata Jean.

Tuan dan Nyonya Park yang sedang duduk di ruang keluarga, serempak menoleh. Saat itu juga, Jira merasa ia lebih baik mati.

Nyonya Park terlihat berdiri dari tempat duduknya. Wanita itu tidak melepaskan pandangannya dari Jira.

Si gadis menutup matanya. Bersiap-siap menerima amukan Nyonya Park, barangkali saja wanita itu ingin menamparnya.

Namun, Jira salah. Pelukan erat justru dihadiahkan Nyonya Park untuk dirinya. Ibu Jean itu mengusap-usap punggung Jira sambil menangis, Jira sendiri tidak mengerti maksud dari semua ini. Sampai saat Nyonya Park melepaskan pelukan mereka dan mencium kedua pipi serta dahi Jira, gadis itu mengerti jika situasi saat ini benar-benar berbeda dengan ekspektasinya.

"Ya Tuhan, Kesayanganku, aku benar-benar merindukanmu, Jira." Nyonya Park terlihat menangis sambil mengelus kedua pipi Jira. "Kau baik-baik saja selama ini, kan? Kau hidup dengan baik, kan? Astaga, Sayangku." Nyonya Park kembali memeluk Jira dengan erat.

"B-bibi, aku--" Jira tidak bisa melanjutkan perkataannya, ia terlalu kaget.

Nyonya Park kembali melepaskan pelukan mereka. "Bagaimana kabarmu, Sayang?"

"Baik, Bibi. Maksudku, ya, aku sangat baik. Tapi---kenapa kau seperti ini? Kau tidak marah padaku? Kupikir---kupikir kau akan…" Jira berkata dengan raut keheranan.

"Apa? Marah padamu?" kata Nyonya Park dan Jira mengangguk. "Bagaimana aku bisa marah padamu saat kau bahkan menjalani kehidupan yang lebih buruk di luar sana? Anak perempuanku sudah menceritakan semuanya. Maaf karena Jimin dan kami tidak ada bersamamu saat itu, Nak."

"Tidak apa-apa, Bibi. Itu hanya masa lalu." Jira tersenyum. "Tapi, bagaimana putrimu bisa tahu tentangku?"

Nyonya Park tersenyum. Wanita itu melirik Tuan Park yang sedari tadi hanya menyimak. Lelaki paruh baya itu pun mengangguk. "Rossita!"

Kemudian, seorang gadis turun dari tangga rumah besar itu. Rose tersenyum manis melihat keterkejutan Jira.

"ROSE!" Jira memekik terkejut. "Tapi bagaimana---"

"Aku adik Jean. Maaf karena tidak jujur padamu selama ini, Jira. Si bodoh ini yang menyuruhku." Rose melirik Jean.

"Tapi---tapi---aku benar-benar tidak mengerti…"

Dear, Mr. ParkCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang