"Makan dong," Netha menggeleng. Sudah banyak orang yang membujuk Netha untuk makan tetapi dia tidak mau sama sekali.
Dito kembali menyodorkan sendok berisi bubur kepadanya. Lagi-lagi dia menolak dan menggeleng. Annetha sedang tidak mood untuk makan, dia masih kesal dengan keadaan.
Dito terus berusaha membujuk wanita di depannya. Dito merasa iba dengan gadis yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Baginya, Annetha adalah wanita yang paling sempurna. Annetha memiliki kelebihan yang jarang di miliki orang lain. Dia tegar dan dia suka tersenyum walau hati sedang terluka. Dito kira, anak orang kaya sepertinya adalah anak manja yang selalu merengek dengan orang tuanya, ternyata semua fikiran Dito tentang Annetha Griselia salah.
"Makan ya, ini kali pertama gue mau nyuapi orang loh," lagi-lagi Annetha menggelengkan kepalanya. Dito tersenyum kemudian mengelus pucuk kepala Netha. Dia merasa sakit melihat penderitaan yang di alami Netha selama ini.
"Makan kek, satu suap aja deh?" Annetha mendengus kesal. Pasalnya sudah puluhan kali Dito membujuknya untuk makan dan dia bosan mendengarnya.
"Kalo Lo makan, Lo bisa pergi ke tempat manapun yang Lo mau!"
'Pluto!'
"Oke," ucap Netha. Netha bersorak senang kemudian dengan senang hati Dito memasukkan bubur ke dalam mulutnya. Ada perasaan senang saat Netha mau di bujuk makan walaupun Dito sendiri tidak tahu alasannya kenapa?
Netha sudah memakan satu mangkuk bubur penuh dengan semangat yang membara. Dito menyodrokan minuman kepadanya dan senang hati Netha menerima minum tersebut, "Kak, mau tambah lagi boleh?" Ucap Annetha. Dia harus mengisi tenaganya agar bisa segera pergi ke Pluto.
Dito mengangguk, "boleh" katanya. Annetha tersenyum kemudian Dito pergi membeli bubur di kantin rumah sakit.
'Hai Pangeran Om, Annetha sangat rindu pangeran Om, semoga keadaan bakalan tetap sama ya Pangeran Om, Annetha sangat sayang Pangeran Om. See You My Prince.'
Ceklek
"Ciee senyum-senyum," Annetha mendongak. Ternyata Ika dan Ozy memasuki kamar inapnya. Mereka berdua duduk di sofa yang berada di dekat Brankar.
"Lo falling in love sama kak Dito?" Annetha menggeleng kecil. Sebab dia sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak mencintai makhluk manapun kecuali Pangeran Om. Dia harus menjaga hatinya agar tetap setia dengan Pangeran Om.
"Jangan bohong!"
Annetha menggeleng. Mereka berdua mengangguk pasrah karena malas melawan sahabat yang sedang terbaring lemah saat ini.
"Ika, Ozy," panggil Netha lemah sambil menatap langit-langit. Tenaganya belum kembali seutuhnya, untuk bergerakpun masih susah.
Mereka yang merasa terpanggil langsung menoleh, "kenapa Neth?" Tanya mereka.
"Kalo nanti ada yang nyariin saat Aku menghilang kembali dari peredaran, kalian bilang aja kalo Aku lagi pergi ke dunia yang banyak warna ungunya."
Mereka berdua mengerutkan kening karena tidak paham dengan ucapan Annetha. Memangnya Annetha akan pergi ke sana lagi? Oh shit, jangan!
"Lo mau kesana lagi?"
Jangan pergi
Annetha mengangkat bahunya acuh. Dia sendiri masih belum tahu cara untuk kembali ke sana. Dia hanya berharap jika portal itu akan terbuka kembali.
"Apasih istimewa tempat itu Neth? Ajak-ajak kita dong," ucap Ozy.
Annetha tersenyum dengan sangat tulus, senyum yang tidak pernah tertera di wajahnya selama berada di Bumi, matanya pun berbinar saat kembali mengingat detik-detik berharganya di Pluto.
"Di sana enak loh, Aku ngga akan pernah merasa tersakiti jika tinggal di tempat itu. Semua orang yang berada di sana sangat menyayangiku, tidak seperti di sini. Satu orangpun tidak ada yang perduli dengan kehadiranku. Di sana aku dapat merasakan kasih sayang yang tulus dari seorang Ibu, di sana aku juga merasa sangat bahgia. Di tempat itu juga ada lelaki polos yang selalu menjagaku, merawatku, dan selalu membuatku bahagia. Disana ada orang yang bener-bener tulus sayang sama Aku, kalo aku ngga makan pasti mereka bakalan paksa Aku buat makan supaya aku ngga sakit, kalo aku kepanasan ada seseorang yang kipasin Aku, kalo aku ngga punya baju, di san ada orang yang rela menghabiskan uangnya demi membuatkan baju untukku. Saat di sana, Aku ngga akan merasa sakit. Di sana ngga ada yang namanya broken home, dan di sana ngga ada yang namanya perceraian."
Annetha belum sadar jika sudah ada banyak orang yang di kamarnya. Bukan hanya Ika dan Ozy, tetapi di sana sudah ada kedua Orang Tuanya, mamah Zein, Zein, Dito dan bahkan kedua Orang Tua Dito. Semua yang mendengar penuturan Netha langsung terenyuh menyaksikan kisah pilu gadis tersebut.
Annetha menatap ke depan, di sana sudah terdapat banyak orang. Dia menggaruk tengkuknya kemudian menyengir kuda. Dia merasa salah tingkah saat semua orang memusatkan perhatiannya kepada Netha.
"Jangan pergi,"
Aku nyaman dengan tempat dan orang yang berbeda.

KAMU SEDANG MEMBACA
BAWA AKU KE PLUTO
Fantasy"Bawa aku ke Pluto" ucapnya dengan nada lirih diiringi air mata. Tiba-tiba terdapat sebuah cahaya yang menyilaukan indra pengelihatannya, "Portal?" Ucapnya tidak percaya. Menurutnya portal hanya ada di dunia fantasi, bukan di dunia nyata. Dengan pen...