Hari itu pelangi sedang tergantung di sela sela mendung tanpa alas kaki dan bergegas menyeberangi sebuah gedung.
Seekor burung yang sedang kelontang-kelantung yang ditebas kakinya dalam lubung.
Akan ku ingatkan suatu hari, saat aku mulai kembung dan mengandung.
Semua yang aku tau hanya mimpi tak berujung.
Tapi sekarang tak apa dan tiada apa bambung bingung.
Aku harus sendirian saat aku bangun dari murung.
Di hari itu Aku akan melarung dusta yang di dikandung.
Untuk yang tersayang, mungkin lebih baik jika kita dapat membuang segala hal canggung.
memilih jalan panjang, dan melukai satu sama lain di dalam relung.
Setiap kali aku menutup mata kau berada disana, tersenyum dengan senandung.
Aah, kita bertemu dalam canggung.
Di dekat semenanjung.
Yang membuatku tersanjung.
Tapi mengapa semua orang berkabung?
Untuk sebuah cinta sulung dan saling bersinambung?
Apakah kau tenggelam, Dalam lempung Atau bahkan dalam palung.
Aah, aku harap sebuah senyum menemaniku dalam renung.
Terpasung.
Menghirup bau kidung lewat hidung.
Menghuni jantung.
Berenang dalam lambung.
-bmpl-
KAMU SEDANG MEMBACA
PROSA SENJA
FantasiaSemua sajak dari buku ini dilandasi oleh mimpi, jadi saat saya bermimpi di pagi hari itu saya coba menjabarkan kejadian aneh dan pesan tersirat yang ada di mimpi saya .. Saya coba menterjemahkan apa yang sebenarnya terjadi dalam otak saya selama ini...
