Happy reading ✨
Kini Dimas merasa sudah matang atas keputusannya, ia harus mengatakan pada Mira malam ini juga, jika perjodohannya dengan Geby harus dibatalkan. Ini semua adalah demi kebaikan Geby, gadis itu harus bersama dengan orang yang dia cintai. Bukan dengan dirinyanya, yang hanya karena mereka telah terikat akan perjodohan yang orang tua mereka buat.
Dimas sudah siap untuk mengatakan ini pada Mira yang tengah sibuk memilih baju pertunangan untuknya dengan Geby nanti.
"Mah!" Ucap Dimas berusaha mengambil perhatian Mira.
"Kenapa sayang? Mamah lagi sibuk nih milihin baju untuk pertunangan kamu," ucap Mira sambil membolak-balik desain baju.
"Aa-" ucapan Dimas terhenti akan panggilan yang masuk, membuatnya beralih pada ponselnya.
"Kenapa?"
"Hiks,hiks,hiks Dimas," ucap seorang gadis yang tengah menangis.
"Lo kenapa?"
"Reza jahat sama gue Dim,"
"Reza ngapain lo? Sekarang lo dimana?" Tanya Dimas cemas kenapa lagi dengan gadis ini.
Apa selama ini Reza hanya mempermainkan perasaan gadis itu? Jika iya, Dimas tidak akan membiarkan hal ini.
"Di kedai coffe waktu itu,"
"Diem disitu jangan kemana-mana! gue kesana sekarang!" Dimas menutup panggilan itu lalu segera pergi membelah keramaian jalanan kota.
Dimas pun membatalkan niatnya untuk berbicara dengan Mira mengenai perjodohan itu. Kali ini, yang terpenting ia harus menghampiri gadis itu di kedai biasa.
Kini Dimas sudah tiba di sana, melihat Geby yang tengah duduk dengan beberapa bekas tissue.
"Kenapa lagi lo?" Tanya Dimas.
"Dim, Reza jahat sama gue!" Ucap Geby dengan isak tangis nya.
Flashback on
Malam ini Geby diajak Reza ke cafe dimana mereka bertemu waktu itu. Reza bilang, pemuda itu ingin memberitahukan sesuatu hal yang penting baginya. Membuat Geby bergegas pergi ke sana. Awalnya Geby merasa senang, karena mungkin malam ini Reza akan mengungkapkan perasaan nya padanya. Hingga ia sampai disana.
"Lo udah nunggu lama ya?" Tanya Geby yang baru saja tiba.
"Enggak ko, gue baru nyampe juga," ucap Reza tersenyum.
Mereka berdua pun memesan beberapa makanan, dan berbincang santai seperti biasa. Tapi rasa tegang menyelimuti Geby saat Reza berusaha untuk berbicara serius padanya.
"Gue mau ngomong serius sama lo Geb," ucap Reza
"Lo mau ngomong apa?" Tanya Geby kikuk, apa benar malam ini Reza akan menyatakan perasaannya.
"Apa bener lo suka sama gue?" Tanya Reza.
Pertanyaan itu berhasil buat Geby tersedak, membuat gadis itu menjadi malu.
"Emang kenapa Za?"
"Gue harap perasaan suka lo hanya sesaat Geb!" Ucapan Reza berhasil membuat Geby bingung.
"Maksudnya ?"
"Gue gak bisa balas rasa suka lo, gue minta maaf. Karena gue sayang banget sama Abel," jelas Reza.
Rasanya Geby ingin mengamuk pada pemuda itu, tapi karena suasana cafe yang ramai membuatnya menjadi enggan.
"Gue minta maaf karena selama ini gue udah deketin lo, dan mainin perasaan lo. Gue minta maaf Geb," Jelas pemuda itu lagi.
Karena tak tahan lagi dengan penjelasan Reza, Geby lebih memilih untuk pergi dari sana.
Flashback off
Dan sekarang, ia memilih untuk ke kedai coffe kesukaannya untuk menenangkan diri.
Geby pun menceritakan semua yang telah dikatakan Reza tadi, hingga membuat dirinya menangis seperti ini.
Dan mendengar penjelasan Geby barusan, berhasil membuat emosi Dimas meningkat. Esok pagi ia harus menemui Reza, untuk meminta penjelasan atas perlakuan Reza kali ini.
"Dasar cengeng!" Umpat Dimas.
"Ya elo gak ngerasain apa yang gue rasain!" Ucap Geby mendecak sebal, bukanya menghibur Dimas malah membuatnya sebal saja.
"Udah jangan nangis lagi! Air mata lo terlalu berharga, jangan dibuang sia-sia," ucap Dimas mengusap sisa air mata yang jatuh di pipi Geby.
Melihat perlakuan Dimas padanya membuat Geby tersenyum, entah kenapa ke datangan Dimas selalu memberikan ketenangan baginya.
"Ekhem," ucapan itu berhasil membuat Geby berhenti tersenyum.
"Nanti anterin gue pulang ya!" Pinta Geby pada Dimas.
"Oke, buat ibu bos!" Ucap Dimas
Mungkin setelah kejadian ini, Dimas akan mengurungkan niatnya untuk membatalkan perjodohan mereka. Apalagi setelah perlakuan Reza yang sebenarnya, pria itu tidak benar-benar menyukai Geby.
Dimas pun mengantar Geby pulang ke rumahnya, pemuda itu membawa motornya dengan kecepatan rata-rata sehingga Geby tidak harus berteriak seperti saat gadis itu pertama kali dibonceng olehnya.
"Thanks ya Dim!" Ucap Geby turun dari motor.
"Gue balik ya!" Ucap Dimas menghidupkan motornya.
"Tunggu," ucap Geby mematika mesin motor pemuda itu.
"Kenapa?" Tanya Dimas heran.
"Setelah ini, lo harus langsung pulang! Jangan pergi kemana-mana!" tegas Geby masih memegangi kunci motor Dimas.
"Iya, udah gue mau balik!" Ucap Dimas menyingkirkan tangan Geby.
"Eits, lo harus janji dulu!" Ucap Geby
"Janji?"
"Iya janji, setelah kejadian gue sama Reza tadi. Jangan pernah lo nyalahin dia, jangan buat persahabatan kalian rusak. Karena gue sadar, disini hati gue yang salah, karena terlalu mudah merasa nyaman sama orang lain," jelas gadis itu berusaha tetap tegar.
"Iya janji," ucap Dimas lalu menghidupkan motornya kembali.
Pemuda itu pun pergi dari sana dengan setumpuk emosi yang meluap dan dengan janji yang seharusnya tidak ia 'iya' kan. Tapi mungkin esok akan berbeda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ageby
Teen Fiction"Dimana-mana jalan itu pake kaki, bukan pake mata. Lagi juga sorry aja si gue gak liat, siapa suruh lo muncul tiba-tiba!" ucap gadis itu tak ingin kalah. "Udahlah minggir, gue mau pergi!" Ucap Pemuda itu mendorong tubuh Geby, hingga membuat gadis it...
