CH.6

1.7K 134 4
                                        

Happy Reading...

Please Vote+Commentnya...

@_@

Café XXX

"Aku pikir kamu gak bakal datang", Seulgi berujar ketika menyadari kehadiran namja dihadapannya. Namja itu tersenyum hangat lalu duduk didepannya.

"Mana mungkin aku gak datang padahal aku yang ngajak kan?", tanyanya pada Seulgi membuat yeoja Kang itu mengulas senyuman manisnya. Namja itu langsung meraih tangan Seulgi dan menatapnya dengan intens.

"Aku rasa aku suka sama kamu? Kamu mau gak, jadi yeojachingu ku?", tanyanya membuat Seulgi membelalak. 

Yeoja itu tak percaya dengan apa yang dikatakan namja dihadapannya ini. Memang sih, mereka sudah berteman selama 3 bulan semenjak pertemuan di bar waktu itu, tapi entah kenapa Seulgi sangat shock, apa mungkin sikap menggodanya sudah menumpul, aissh bisa bahaya kalau begitu. Padahal namja itu adalah incarannya selama karena kekayaannya.

"Eumm...Jimin-ah, aku rasa ini terlalu tiba-tiba", ucap Seulgi tatkala teringat hubungan gelapnya dengan Yunho. Dia memikirkan cara untuk bermain cantik dan berusaha tidak melepaskan Jimin. Mendengar ucapan Seulgi, bukannya kecewa, Jimin langsung tersenyum penuh arti.

"Ternyata kamu bukan yeoja yang dangkal ya Seul. Aku kira kamu tadi bakalan nerima aku dengan mudahnya. Ternyata enggak, dan ini membuat aku semakin tertarik sama kamu", balas Jimin membuat Seulgi terpelongo. Dia pikir Jimin akan kecewa dan menjauhinya setelah ini, tapi dia bersyukur juga sifat refleknya tadi bagus juga untuk mempermudah hubungannya dengan Suga.

"Hahaha...bukannya mau nolak sih, tapi aku rasa ini terlalu cepat. Kita harus lebih mengenal lagi", kata Seulgi dibalas anggukan oleh Jimin.'Dan setelah ini, aku akan mendapatkanmu beserta hartamu lalu mencampakkan bajingan tua itu', Seulgi membatin dibalik senyumannya.

.

..

...

"Nde, aku akan jaga apartemen dengan baik eonni", Wendy berujar lalu sambungan teleponnya dimatikan dari sana. Tak lama, yeoja itu menghela nafasnya.

"Hahhh eonni mau kemana lagi? Apa jangan-jangan dia sama ahjusshi itu? Eottokhae? Aku harus bisa menjauhkan mereka, tapi gimana caranya?", Wendy bergumam sendiri sampai seseorang membuka pintu ruang kerjanya. 

"E..eoh? Sa-sajangnim?", tanyanya gugup kala melihat kehadiran namja itu.

"Hari ini ada acara pertemuan bisnis, kamu harus ikut karena kamu sekretaris saya", jawab namja itu sambil berjalan ke meja kerjanya Wendy.

"O...oh begitu ya? Ka...kalau begitu kenapa sa-sajangnim kenapa tidak memanggil saya ke ruangan anda?", Wendy masih berujar gugup. Apalagi Chanyeol langsung datang ke ruangannya seperti ini. 

"Baguslah, ayo ikut aku", Chanyeol langsung meraih pergelangan tangan Wendy mengikutinya. Dan Wendy hanya pasrah mengikuti langkah besar namja itu. 

.

..

...

"Ke-kenapa kita ke salon?", tanya Wendy kala mereka tiba disebuah salon yang dapat ditebaknya pasti hanya orang-orang berdompet tebal yang bisa masuk.

"Kamu harus disalon supaya cantik", jawabnya membuat Wendy terpelongo. Sontak, yeoja itu menunduk sambil memerhatikan penampilannya sendiri.

'Aku jelek banget ya?', Wendy negative thinking pada penampilannya sendiri. 

Sadar akan kelakuan Wendy yang terbilang lucu dan polos situ, Chanyeol tetawa dan membuat Wendy semakin menunduk menahan malu.

"Hahaha...kamu tidak jelek kok, hanya saja kalau mau menghadiri acara seperti ini harus berpenampilan glamour. Tidak perlu mengenakan setelan kantor Wendy-ah", ucap Chanyeol 

LOVE IS BULLSHITCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang