Happy Reading...
Entah kenapa akhir-akhir ini saya suka buat adegan lemon...
Harap pembaca berhati-hati dengan beberapa adegan panas yang saya buat.
Setelah menghabiskan waktu di Namsan Tower kini Wendy harus terjebak dengan Chanyeol dan parahnya Chanyeol menagih tubuhnya. Dan lagi-lagi Wendy harus pasrah akan keadaanya.
Wendy hanya diam mematung, merasa cangung berduaan dengan Chanyeol di dalam mobil, tak ada obrolan ringan, Chanyeol sibuk dengan kegiatan menyetirnya sedangkan Wendy sibuk meremas tangannya, menghilangkan kegugupan yang melandanya.
Satu kebiasaan buruk Wendy jika dalam keadaan gugup adalah menggigit bibirnya dan sialnya Chanyeol melihatnya malah sebagai kode seduktif pada pria.
"Hei jangan mengundang, aku tak suka 'bermain' di mobil, sangat sempit" pernyataan tersirat Chanyeol membuat Wendy yang polos memiringkan kepalanya tak mengerti.
Dan shit, melihat ekspresi Wendy yang begini, mampu membuat Chanyeol -yang pada dasarnya lemah iman- langsung ereksi.
Chanyeol memberhentikan mobilnya, menatap Wendy intens, membuat yang dipandang, merona hebat.
God! ekspresi merona Wendy, sangat, sangat merangsang benda yang berada di balik celana Chanyeol.
"Sekedar lumatan untuk saat ini" ujar Chanyeol lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Wendy yang sudah memerah sempurna -dia sangat malu-
"A-uh"
"Santailalah bukankah kita sudah terbiasa' bisik Chanyeol
Chanyeol justru tersenyum miring. Yang dengan anehnya bisa menambah kadar ketampanan lelaki itu secara instan. Wendy bahkan sempat dibuat membeku oleh lekukan indah pada mata Chanyeol yang dihiasi bulu mata tebal.
"Kau.itu.sangat.seksi" suara berat Chanyeol mengalun indah, menegaskan betapa menggodanya wanita yang kini dihadapannya.
Chanyeol menyambar bibir tipis itu tanpa minta ijin. Memberi sedikit kecupan dan gigitan pada permukaan itu dengan cara yang lembut. Rasanya manis sekali. Seperti menyesap lelehan karamel yang hanya bisa di dapatkan di bibir tipis Wendy.
 Seperti inilah rasanya mencium Wendy. Chanyeol pikir dia tidak akan bisa berhenti. Tidak akan ada habisnya.
"Wendy ah..."
Wendy dibuat terpejam hanya dengan mendengar desisan Chanyeol di depan bibirnya. Sepertinya Wendy tak terbiasa walau ia sudah sering bercumbu dengan Chanyeol, tapi satu hal yang tak bisa dipungkirinya, Chanyeol adalah pencium yang handal yang membuat dirinya terbuai. Dapat diketahui dari cara Chanyeol berciuman bahwa dia adalah pria yang perkasa di ranjang.
Contohnya aja sekarang tubuh Wendy seperti tertarik, ingin merasakan apa pun itu asal Chanyeol yang melakukannya. Dia menginginkannya lagi. Bahkan menginginkan yang lebih...
"Yang ini juga seksi..." untuk satu detik pertama, rasanya lumayan perih saat Chanyeol menggigit kulit di lehernya.
Tapi pandai sekali Chanyeol menggantikannya dengan usapan dan kecupan ringan. Wendy sampai dibuat mendongak karena sensasinya berganti dengan cepat. Chanyeol terlalu hebat dalam hal ini. Dia sangat handal dalam memanjakan rubuh Wendy juga dalam hal bercumbu.
"Mmm ahh mhhh~" Wendy makin memejamkan mata erat begitu pagutan itu makin kasar dan dalam, tampak jelas saliva yang telah bercampur meleleh dari sela-sela bibirnya.Â
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE IS BULLSHIT
RomanceHubungan yang dimiliki Chanyeol dan Wendy dilandasi ketamakan yang berakar dari uang dan sifat egois manusia., Tapi bagaimana jika kata cinta yang tumbuh tanpa di kehendaki mereka berdua, Akankah kata cinta bisa menyatukan mereka dan menghilangkan...
