Hubungan yang dimiliki Chanyeol dan Wendy dilandasi ketamakan yang berakar dari uang dan sifat egois manusia.,
Tapi bagaimana jika kata cinta yang tumbuh tanpa di kehendaki mereka berdua,
Akankah kata cinta bisa menyatukan mereka dan menghilangkan...
"Apa masih ada pertemuan yang harus ku hadiri?" Tanya Chanyeol pada Wendy yang masih sibuk merapikan penampilannya yang kacau sehabis melakukan pergulatan yang panas.
Sudah hal biasa semenjak Wendy sembuh dari sakit, Chanyeol menerkam tubuhnya dimanapun dan kapapun. Bahkan saat Wendy sudah mulai bekerja lagi sebagai seketaris, Chanyeol selalu mempunyai jadwal melakukan kegiatan panasnya dikantor, dan jangan heran mengapa ruangan Chanyeol sering kali berbau aneh.
"Ya satu pertemuan lagi" Ucap Wendy menjawab pertanyaan Chanyeol.
"Baiklah" Ucap Wendy langsung melaksanakan perintah Chanyeol.
"Sebaiknya kau lepaskan saja dalamanmu" Ucap Chanyeol dengan senyum mesum.
"Baik-Eh?" Mata Wendy melebar mendenggar perkataan frontal Chanyeol.
Chanyeol tersenyum mesum lalu tanggan nakalnya menyusuri dada Wendy, "Aku akan kesusahan membobolmu di dalam mobil nanti jika kau masih memakai dalaman" Ucap Chanyeol lalu keluar menuju pakiran.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Wendy udah masang raut masam, sambil menggelengkan kepalanya tak percaya melihat tingkat kemesuman Chanyeol yang tak bisa tertolong lagi.
.
..
...
Dan benar saja setelah memasuki mobil Chanyeol langsung saja melaksanakan kegiatan panasnya dengan Wendy.
Chanyeol melumat bibir Wendy tidak sabar. Wendy sudah mendorong pundaknya karena kehabisan nafas, namun Chanyeol dengan teganya kembali mengulum bibir Wendy bahkan baru tiga detik setelah terlepas.
Wajah Wendy sudah memerah tapi Chanyeol terus mendesaknya untuk lebih merapat ke badan pintu. Ia mendorong pundak Chanyeol lagi kemudian menunduk untuk mengambil udara sebanyak-banyaknya. Dan seperti dugaan Wendy, baru beberapa detik Chanyeol sudah menarik dagunya dan kembali mencium bibir Wendy yang sudah membengkak.
Tangan Chanyeol bergerak menelanjangi Wendy tanpa melepas ciumannya, beruntung saja Wendy tak pakai dalaman jadi dia gampang membukanya. Setelah berhasil menurunkan kain terakhir, Chanyeol menarik Wendy ke kursi belakang agar lebih leluasa menekankan tubuhnya pada tubuh Wendy.
Wendy mendesis dengan mata yang masih tertutup. Nafasnya menderu tidak beraturan sementara benda panjang Chanyeol sudah memasuki lubangnya.
"Hahhh...ahhh..ohhh...ahhhh...ahhhh..."
"Oh..shit..ahhhhh.. hahhh.. hahhh.." Chanyeol bahkan sampai mengumpat dirinya sangat suka sekali pada lubang Wendy.
"Desahannya kurang liar, aku ingin lebih" Chanyeol bergerak dengan lebih cepat lagi membuat Wendy semakin mengerang.