Happy Reading!
^_^
Chanyeol tertawa gemas sambil menepuk-nepuk pundak sang yeoja yang melontarkan tatapan kesal.
"Oppa~" Renggek yeoja itu sambil mengerucutkan bibirnya menambah kesan imut.
Chanyeol melirik sebentar kearah Wendy yang sedari semalam menampilan wajah kecutnya, dia sedikit merasa tak enak hati dengan istrinya itu.
"Kau bisa bersama Wendy, oppa harus kerja, arachi?" Yeoja itu menggeleng-gelengkan kepalanya, dia berat hati kalau-kalau Chanyeol harus pergi kerja, dia ada urusan yang harus diselesaikan dengan bantuan Chanyeol.
Wendy menatap jengah kepada yeoja yang sedang bergelayut manja di lengan suaminya. Sebenarnya siapa sih yang istri disini? Wendy seperti orang asing dan itu mengesalkan!
"Kalau begitu biar aku ikut ke kantor bersama kalian, boleh ya" Ucapnya dengan nada memelas.
Chanyeol menghela nafas lalu mengangguk pelan, susah juga memberi tahu yeoja keras kepala.
.
..
...
Wendy tak tahu entah kenapa semenjak tiba di kantor suasana hatinya benar-benar di titik terendah ketika melihat suaminya asyik dengan yeoja yang namanya saja Wendy tak tahu.
"Oppa ada pertemuan klien, kau ditemani Wendy dulu ya" Oke sekarang Wendy sekarang merangkap tugas sebagai penjaga yeoja ini.
"Oppa semangat ya" Ucap Yeoja sambil tersenyum imut menyemangati Chanyeol.
Sepertinya Wendy malah terlihat menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.
Setelah Chanyeol pergi meninggalkan mereka berdua, Wendy lebih memilih duduk terdiam menghiraukan yeoja yang sedaritadi berceloteh padanya.
"Unni aku ke toilet sebentar"
"Hmm" Guman Wendy tak peduli.
"Unni" Panggil Yeoja yang dihiraukan begitu saja oleh Wendy yang lebih memilih diam duduk di sofa.
"Unni-arrrGHHH" Pekikan itu langsung membuat Wendy bergegas kearah kamar mandi.
Dan betapa terkejutnya Wendy mendapati sang yeoja dengan wajah seputih mayat disertai bulir keringat sedang mencengkram keras perutnya.
"Ya Tuhan ada apa- Oh My Darahh!!!" Pekik Wendy kaget melihat darah mengalir di kaki yeoja itu.
Yeoja itu hanya membalas pekikan Wendy dengan ringisan, dia sudah tak tahan lagi, perutnya terasa kram dan perih bersamaan, dia merasa nyawanya di ujung tanduk, bahkan bernafas saja dia sudah tak kuat lagi.
"Sakithh... Tolong hah..hahh... bayiku...tolong ....arghh"
Wendy kelabakan menelfon Chanyeol yang sedaritadi tak diangkat-angkat, ditambah lagi kesadaran yeoja itu sudah menipis membuat Wendy panik bukan main.
"Ada apa ini!!" Teriak Chanyeol yang baru saja datang dan langsung memapah yeoja itu.
"Hei buka matamu!"
Yeoja itu sudah bercucuran air mata sambil mencengkarm keras lengan Chanyeol, "Oppa ini karna kelakuan bejatmu!!" Pekik Yeoja itu sebelum pingsan.
.
..
...
Chanyeol mondar-mandi sambil berharap cemas menatap ruangan dimana sang yeoja itu sedang ditangani oleh dokter.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE IS BULLSHIT
Storie d'AmoreHubungan yang dimiliki Chanyeol dan Wendy dilandasi ketamakan yang berakar dari uang dan sifat egois manusia., Tapi bagaimana jika kata cinta yang tumbuh tanpa di kehendaki mereka berdua, Akankah kata cinta bisa menyatukan mereka dan menghilangkan...
