CHAPTER 3

2.8K 135 0
                                    

"bete gue di rumah mulu, telfon Bella ja deh" oceh Prilly di kamarnya.

Hari Minggu yang membosankan bagi Prilly, etdah nih anak, kalau giliran ketemu hari masuk sekolah aja malesnya minta ampun, mau disempeleng juga kepalanya, author greget, hhaha

Tok... Tok.. Tok..

"Prilly buka pintunya bentar nak" suruh mami Diana

"iyaa bentar" jawab Prilly dan bergegas membukakan pintu kamarnya untuk maminya itu "kenapa mi?" tanya Prilly

"sekarang kan hari Minggu nih, mami udah iyain permintaan mamanya Ali, ternyata mamanya Ali itu sahabat kecil mami yang kepisah dulh, gara2 mami diharuskan pindah sma oma ke Ambon" jelas mami Diana

"iyain permintaan mama Ali apa?" tanya Prilly mulai curiga

"kamu jalan hari ini sama Ali ya" jawab mami Diana dengan senyum tipisnya

"WHAT??" terkejutnya Prilly diharuskan maminya jalan berdua sama Ali yang bahkan dia gak seakrab itu

"etdah nih bocah, gak teriak napa sih?  Idup kok teriak2 mulu, rusak nih kuping mami dengerin teriakan lo" jawab mami Diana menutup kedua telinga dengan jarinya

"mami sih, kenapa gak izin dulu ke Prilly, Prilly mau gak, asal iya in aja, kan Prilly gak mau" kesal Prilly

Bisa aja lu Prill, lumayanlah jaln bareng cogan, jarang2 kan Prill, haha

"udah deh, buruan ganti baju yang rapi, buruan" suruh mami Diana dan bergegas keluar kamar Prilly sambil menutup pintunya

"ish, punya mami harus sabaran, sebel gue, kenapa disuruh jln sma si tokek itu sih, ih" omel Prilly dengan wajah kesalnya.

Prilly bergegas meletakkan hp nya di nakas dan segera mengambil baju seadanya, semaunya dan segera berganti pakaian. 20 menit lagi mereka akan dinner. Prilly yang sangat cantik tapi kurang dari kata anggun, dengan dandanan apa adanya dia, memakai sweater pink dengan bawahan jeans, memakai sepatu sneakers putih dengan rambut terurai ditambahkan bando hitam yang terdapat titik - titik putih dan dandanan tipis yang membuat semua orang tak bosan melihatnya.

"MAMIIII" teriak Prilly dengan menuruni anak tangga

"nih anak gak ada anggun2nya ya, kamu tuh cewek, pakai rok dong, orang mau jalan berdua, yang romantis dong prilley" oceh mami Diana

"Prilly nyaman, wlekk" jawab Prilly dengan ledekan sedikit

"gantiii, buruan, pakai rok gitu dong sayang, yang anggun" suruh mami Diana

"Prilly begini butuh waktu berjam - jam loh, masak mau ganti lagi ih" dengus Prilly kesal

"gkpapa, ntar kalau Ali dateng, mami suruh Ali nungguin kamu, buruan sana" suruh Mami Diana sekali lagi

"repot deh" jawab Prilly dengan menaiki anak tangga dan kembali ke kamarnya.

Kali ini Prilly benar2 kesal terhadap maminya, yang pertama mami Diana tidak mengasih tau soal ini dan tidak meminta persetujuan Prilly, yang kedua Prilly harus disuruh ganti baju lagi yng lebih elegant.

Tau sendiri Prilly jauh dari kata anggun, disuruh pakek rok2 aja nih mami Diana, haha, kan Prilly kesal, ngambek tuh.

Kali ini Prilly sangat anggun tetapi dengan penuh kepaksaan, ia tetap memakai sweater pink hanya bawhan diganti rok hitam selutut dan memakai highheels pink dengan membiarkan rambutnya terurai.

"nah, gitu dong, cantik, meskipun masih cantikan mami sih" ujar mami Diana dengan PDnya

"idih, inget umur kali mii" ucap Prilly kesal "mau kemana sih, Prilly mau diajak kemana?" tanya Prilly

MY TRUE LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang