Hampir 1 bulan lebih Ali masih enggan membuka matanya, setiap hari Prilly setia menemani Ali dalam keadaan koma, Prilly berharap Ali segera membuka matanya, Prilly tak lelah utk menjaga Ali dan mengajak Ali berbicara meskipun ia yakin Ali tak akan menjawabnya
"Li, kamu tau gak, aku udah jadi dokter disini, ini impian aku, kamu harus bangun ya dan liat aku pake baju dokter, Li aku kangen sama kamu" ucap Prilly dgn isakan tangisnya
"kak" panggil Lisa yang sekarang berada diambang pintu
"eh Lisa, kamu masih nginep di hotel? Emang kamu gak sekolah?" tanya Prilly dgn mengusap air matanya yangs edari tadi menetes
"gak ada semngat kak" jawab Lisa lesu dan berjalan menuju sofa yg ada di ruang Ali
"gak boleh gitu Lis, kamu juga hatus membanggakan abang kamu, hanya dia yg kamu punya, meskipun Ali kayak gini, Ali juga sedih liat kamu terus - terusan lemas tanpa semangat, buktiin ke kita kalau kamu bisa bangkit sayang" jelas Prilly menghampiri Lisa dn memeluknya
"oh ya Lis, Ali kayak gini itu gimana ceritanya?" tanya Prilly yang setia memeluk Lisa
"karna liat pertunangan kakak sama kak Vano tempo hari" jawab Lisa enteng
Degg
Hati Prilly lagi, lagi hancur, Ali sudah melihat pertunangan dirinya dgn lelaki lain, Prilly tak habis fikir, bagaimana hancurnya hati Ali saat itu
"per--pertunangan?" tanya Prilly gugup agar memastikan dan benar Lisa menjawab dgn anggukan, air mata Prilly menetes, tak tau lagi ia harus bagaimana saat ini
"bang Ali udah nyusul kesini dan aku nyampein kertas yg waktu itu kakak kasih ke rumah, waktu idah disini ternyata bang Ali udah liat kalau kakak udah resmi menjadi tunangan kak Vano, sedih, itu yang dirasain bang Ali, waktu bang Ali jauh dari tempat dimana kakak bertunangan, dia nelfon Lisa dan nyritain semua ke Lisa, Lisa juga segera nyusul kesini buat nyamperin bang Ali, sewaktu Lisa udah sampai di bandara, Lisa dapet telfon dari hp bang Ali, tapi itu suara cewek dan bilang kalau dia dari pihak rumah sakit dan ngabarin kalau bang Ali kecelakaan
"mungkin bang Ali gak kuat sama pernyataan ini, terus dia gak fokus dan akhirnya ya gini" jelas Lisa dgn isakan tangisnya dan membuat tangisan Prilly pecah dan tak menyangka
Titttttttt
Suara jantung yang dilihat dari benda disamping Ali membuat Prilly dan Lisa menoleh, seketika kaget karna melihat detak jantung yang tadinya tak lurus kini berubah lurus, dgn cepat Lisa memanggil dokter dan Prilly memeriksa Ali dan mengetahui keadaannya sekarang ini, tak lama kemudian Vano dn juga suster masuk ke ruang UGD Ali dn memeriksa Ali juga, semua berusaha agar menyembuhkan Ali
"Prill--Prilly" ucap Ali lirih dan wajah pucat, ia telah membuka matanya dan menyebut nama Prilly
"Alii, harus bertahan sayang, aku sayang sama kamu, kamu harus bertahan, aku gak mau kehilangan kamu untuk kesekian kalinya Li" jawab Prilly memeluk tubuh Ali dan meneteskan air matanya ke dada Ali yang membuat baju biru muda yang Ali kenakan basah karna air mata Prilly
"ka--kamu harus ba--bahagia Prill, ak--aku sayang kamu" ucap Ali lirih dan mencium puncak kepala Prilly dan lagi ia meemjamkan matanya rapat dan itu nafas terakhirnya
"Aliii, Ali bangun sayang, kita bakalan bahagia bersama, Alii" teriak Prilly dgn histeris dan menggoyang goyangkan badan Ali agar ia bangun, tapi nihil, Ali tak lagi membuka matanya kembali
"sabar Prill sabar" ucap Vano dgn mengelus bahu Prilly
"bang Alii bangun bang, Lisa harus sama siapa lagi kalau bukan sama abang, Lisa gak ada semangat hidup kaau gak ada abang, bangg bangun demi Lisaa" teriak Lisa tak kalah histerisnya dan memeluk badan kokoh Ali
"nggak, nggak boleh, Ali gak boleh ninggalin aku, Lii bangun, kmu udah janji gak bakalan ninggalin aku, Li aku minta maaf sama kamu, aku sayang kamu, aku cinta kamu, sekarang kamu buka mata Li, liat aku, liat aku yg sekarang udah nangis karna kamu, tangisan ini bukan tangisan kecewa Li, ini tangisan takut kehilangan, Li bangun, usap air mata aku Li, aku mau kamu, cuma kamu, Ali" teriak Prilly lagi, ia tak menerima takdir buruk ini yg menimpanya, takdir membawa orang yg ia cintai, takdir memisahkan mereka
Prilly dan Lisa terasa diiris hatinya, Prilly sedari tadi tak bisa memaafkan dirinya sendiri, karna dia Ali tiada, karna dia Ali sengsara, terus menerus Prilly menyalahkan diri sendiri dan tanpa hentinya menangis
***
Senja ditemani oleh hembusan angin kencang di sore hari dan matahari yg masih selalu menampakkan dirinya walaupun hanya setengah, gadis cantik itu berjalan dgn membawa banyak bunga dan duduk disebuah makam orang yg ia cintai, hati gadis itu masih sangat tergores luka yg dalam
Makam itu terlihat tenang dan sesekali tangan mungil gadis itu membuang apa saja yg membuat rumah org yg ia cintai kotor, dgn pelan tangannya memulai menaburkan bunga diatas makam itu dgn seulas senyuman yg cantik
"hai sayang, aku kembali nih, kamu kangen gak sama aku? Aku kangen banget sama kamu, aku disini gak sendiri, aku kesini sama Vano, dia sekarang sudah jadi suami aku Li, dia memperlakukan aku sama kayak kamu dulu, dia sayang sama aku juga sma kayak kamu dulu sayang sama aku, aku kangen sama kamu Li, waktu kamu gak ada aku udah gak ada semangat buat hidup Li, tapi aku sadar, kalau aku terus - terusan kayak gini kamu pasti sedih disana, gak usah sungkan buat dateng ke mimpi aku ya Li, aku nunggu kehadiran kamu dimimpi aku, cuma kamu Aliku yang buat aku ngerti cinta, pasti kamu seneng bisa liat bidadari cantik disana, terus liat aku darisana ya Li, aku sayang kamu" ucap Prilly dan disambung dgn air mata yg selalu menetes dan berhasil membuat hati Prilly hancur kembali, dgn kuat Prilly mendekatkan wajahnya kebatu nisan yang bertuliskan ALIANDRA ANGGA S. lalu menciumnya dan mengelusnya
Vano yg berada disebelah Prilly, ia mengelus bahu Prilly dan memberi senyum kpd makam didepannya
"gue bakalan jagain Prilly sama kayak lo dulu jagain dia, dia cinta sama lo Li, lo beruntung dapetin dia, lo cinta pertama dia, semoga lo bahagia disana" batin Vano
"Li, udah lama aku gak kesini liat kamu, pasti kamu sedih ya, sekarang aku udah kembali dari sekian lama aku merutuki diri aku sendiri, hanya doa yg akan kusampaikan sama kamu, dalam hati aku yg paling dalam, cuma kamu yg mengisi hati aku, kamu udah aku tempatkan didalam hati khusus utk kamu, jgn bosen - bosen liat aku ya yg mungkin bakalan kesini terus, oh ya Li, bidadari kecil kamu udh nikah juga loh, km seneng kan? Lisa udah nikah sama cowok pilihannya, mereka bahagia Li, km disana jgn sedih ya, bidadari - bidadari kamu disini udah bahagia meskipun kebahagiannya kurang satu, yaitu kamu, Allah lebih sayang kamu daripada kita, kita sayang sama kamu tapi Allah lebih" ucap Prilly lirih dn lagi - lagi ia mencium batu nisan itu sebelum ia benar - benar pergi darisana, "aku pergi dulu ya, aku bakal sering - sering kesini liat kamu dan bawain bunga banyak buat kamu, love you Li, i miss you so much" sambungnya, lalu ia dan Vano bergegas pergi meninggalkan pemakaman org yg Prilly cintai
***
T A M A T !!!
ah, sedih banget author bacanya:(
Maaf ya harus sad ending:(
Gak nahan buat nulis, nangis mulu:((
Jangan lupa Votement ya
KAMU SEDANG MEMBACA
MY TRUE LOVE
Novela JuvenilJika mempertahankan yang ada itu sulit, mungkin itu salah satu cara agar berusaha lebih keras.
