33.LOVE DOESN'T NEED A REASON

1.4K 73 0
                                    

Ujian demi ujian sudh mereka lalui, 4 hari menghadapi ujian membuat semuanya penat, semua sudah merasakan kelegaan yang sudah menerjang diri siswa WIZARDS, semua berkumpul di lapangan untuk mendengarkan apa yang dikatakan kepala sekolah kepada murid - muridnya

"anak - anakku semua, kalian telah usai melewati ujian nasional dalam 4 hari ini, saya berharap kalian jangan senang dulu, karna kalian tidak segera libur, sekolah kita diberitahu bahwa seusai kelas XII ujian, kalian tetap masuk seperti biasa" ucap KepSek yang mendapat keluhan dari berbagai murid, ada yang bergosip tidak suka karna tdk diliburkan, ada yang ngomel sendiri, begitu ramai keadaan lapangan karna kegaduhan dan kekeluhan para murid

"mohon tidak berisik dan saya mohon tidak ada kekeluhan dari kalian, selama kalian masuk kelas akan free, diwajibkan utk kelas XII agar masuk karna berhubungan dengan absen kelas dan kelulusan, mohon dimaklumi, sekian dari saya terima kasih" sambungnya lalu pergi dari hadapan muridnya dan semuanya bubar dengan jalan pikiran masing - masing, ntah akan kemana mereka semua

"aelah ada - ada aja nih guru, gak bisa apa ya liat muridnya liburan" oceh Bella

"au tuh, ngeselin deh" sambung Anneth yang juga ikutan kesal

Ali menatap Prilly dengan senyuman tipis yang terukir dibibir Ali lalu ia memeluk pundak Prilly dari samping

"gak ikutan protes juga kayak sahabat kamu tuh" ucap Ali melirik kearah sahabatnya

"gak lah, percuma protes keputusannya sama kali" jawab Prilly dengan kedua tangan dilipat didepan dada

"hampir gue lupa, hari pertama ujian waktu gue nyamperin ke kelas lo, ngapain lo nangis?" tanya Ali melepas pelukannya dari Prilly dan menatap dengan tatapan serius yang membuat Prilly gelagapan dan melotot kaget

"ha? Masak sih, kpn gue nangis coba?" jawab Prilly yang tidak siap untuk menceritakan semuanya kpd Ali, karna ia yakin jika Ali tau Ali pun tidak bisa menahan emosinya, lebih baik menunggu waktu yang tepat utk menceritakannya. batinnya

"amnesia Prill? Orang bener - bener gue liat lo nangis terus meluk gue, iya kan Bell" ucap Ali dan langsung melirik ke Bella dn Bella hanya terdiam ditempat begitupun dengan Anneth yang sudah tau ceritanya dari sahabatnya ia pun juga ikut terdiam

"mungkin dia nangis karna dia takut ngadepin ujian kali, makanya nangis takut, positive thinking lah Li" balas Gava yang sekarang ia angkat bicara, Prilly sangat berterima kasih kpd Gava telah menyelamatkannya dari kecurigaan Ali dn Prilly pun bernapas lega

Gava memang ya, nyebelin tapi penyelamat, suka deh:)

"iii... iya bener kata si dodol, gue nangis takut aja" jawab Prilly dgn senyum canggungnya dan Gava yang mendengar nama ledekan dari Prilly langsung menatap kesal kepadanya

Gue belum yakin lo nangis gara - gara takut Prill, gue bakal nyelidiki sendiri, siapa yang berani buat lo nangis kayak kemarin - kemarin. batin Ali menatap tajam kearah Prilly

"basket kuy" ajak Rey

"kuylah" jawab Gava dgn semangat berjalan mendahului girls dan Ali yang mengekori Rey dan disambung oleh Ali yang kini mengekori Gava dan melepas seragamnya yang sekarang diletakkan di kursi panjang pinggir lapangan, kini Ali menggunakan kaos putih yang membuat aura ketampanannya makin meningkat dan membuat kaum hawa melongo saat melihat ciptaan tuhan begitu indah. Yang lainnya duduk sebagai penonton dikursi panjang yang sudh ada seragam para cowok, tidak hanya Ali, Rey dan Gava pun melepas seragamnya juga, mereka kompak memakai kaos putih yang membuat mereka lebih keren, sudah 15 menit mereka bermain basket, sudah ada keringat yang bercucuran ditubuhnya disertai rambut acak - acakan dan penuh keringat, bukan jijik jatuhnya semakin keren dan membuat aura ketampanan menambah, mereka pun menghampiri Prilly, Bella dan Anneth dikursi panjang yang mereka duduki sekarang. Prilly mengambil handuk kecil yang sengaja dibawa Ali didalam tasnya dan ia menaruh handuk itu ke rambut Ali yang basah disaat Ali sudah menghampirinya dan Prilly pun mengusap keringat yang ada diwajah Ali yang membuat Ali tersenyum manis dan bahagia mendapat perhatian dari gadisnya itu. Tidak hanya Ali yang mendapat perhatian khusus dari Prilly, Anneth dan juga Bella pun melakukan hal yang sama kepada Rey maupun Gava yang membuat dua cowok itu tersenyum dan senang

MY TRUE LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang