"Jaga ucapanmu brengsek! Aku bukan jalang! ", ucapku menggebu-gebu
Kemudian pintu terbuka dan muncul Margaret yang menatapku tajam
" Maaf kan kami tuan Harry, mungkin dia belum terbiasa bekerja disini.. ", ucapnya lembut kepada laki-laki kriting yang sedang menatapku aneh
" Dari mana kau mendapatkan jalang ini? Siapa namamu jalang? ", tanyanya menunjuk padaku
Aku berusaha tidak peduli. Dia mendekat padaku dan berusaha menyentuh wajahku " Dia cantik, siapa namamu jalang! ", ucapnya mulai emosi
Aku menatapnya datar " Kau bicara padaku tuan? ", balasku
Brakkk!
Dia menggebrak meja membuat kami semua terkejut. Dia mencengkram lenganku kasar
Aku kuat. Aku kuat. Jangan takut. Jangan menangis.
" Dasar jalang tidak tau diri! Kau pikir kau siapa hah?! Berani kau menantangku! ", ucapnya menggebu-gebu
Sialan. Sekarang aku ingin mengatakan kalau aku cukup takut melihat wajahnya
Mataku mulai berkaca-kaca, tak ada diantara orang-orang disekitarku berusaha menenangkan dia. Hell?
Aku berusaha santai " Maaf tuan, boleh aku menanyakan hal yang sama padamu? Siapa kau? Kenapa kau berani-beraninya membentakku? ", tanyaku
Wah... Sepertinya aku telah membangunkan singa yang kelaparan. Dia mencengkram kencang kedua lenganku membuatku meringis lagi
" Ahh",
Dia malah semakin mencengkram ku
"Lep.. Ahs.. ", ucapku
Kemudian dia mendorongku hingga kepalaku terbentur. Sialan! Aku bisa saja melaporkannya ke polisi karena kekerasan
Aku menatapnya datar " Sekarang aku yakin kalau kau seorang laki-laki kesepian dan tak ada satupun wanita yang mau mendekatimu", ucapku lirih
Plak!
Aku ditampar.
Bukan oleh laki-laki itu, tapi oleh Margaret. Dia menyeretku kasar keluar dari ruangan itu
Harry POV
Sialan! Kurang ajar sekali jalang itu! Dia berani-beraninya mengatakan kalau aku laki-laki kesepian! Dasar bitch! Dia benar-benar menguras tenagaku
Aku menatap William tajam "Bagaimana mungkin kau bisa mendapatkan jalang sialan itu?! ", tanyaku emosi
" Ma-maaf kan aku tuan, dia aku pungut dari jalanan. Jadi dia tak bisa berkata sopan, sekali lagi maafkan aku", jawabnya gugup
Aku tersenyum miring "bagaimana mungkin kau memberikan aku jalang dari jalanan hah? Kau pikir aku ini siapa? ", tanyaku lagi
Dia terdiam " B-bukan itu m-maksudku tuan. Sebenarnya dia tidak aku pungut dari jalanan. Tapi aku membelinya dari kekasihnya", jawabnya membuatku cukup tertarik
Aku menunggunya melanjutkan ucapannya, "pacarnya menjualnya padaku, dia bilang dia bosan dan merasa kalau gadis itu terlalu menyusahkannya. Dia juga bilang kalau gadis itu keras kepala dan kurang ajar, akhirnya dia menjualku dengan alasan itu... Awalnya aku tak yakin, tapi setelah dia memperlihatkan fotonya dan bilang kalau dia masih virgin, akupun menerimanya", ucap Will padaku, itu alasan paling klise yang pernah kudengar
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Styles [H.S] - COMPLETE
Fanfiction⚠WARNING! ⚠ Note: Harap bijak dalam memilih bacaan!
![Bad Styles [H.S] - COMPLETE](https://img.wattpad.com/cover/179461097-64-k934972.jpg)