Tak Tahan

2.1K 102 2
                                        


Sudah satu minggu berlalu sejak kejadian di mansion milik Justin dan Harry masih saja meneror kehidupanku. Entah apa yang ia cari. Aku bekerja disebuah perusahaan bernama Hcorp. Dan sekarang aku sudah tinggal bersama dengan kedua anakku disebuah apartement sederhana yang letaknya tak jauh dari tempat kerjaku . Oh ya, apa aku sudah pernah mengatakan kalau Harry adalah seorang CEO ditempatku bekerja saat ini?

Ya. Dan itu adalah sesuatu yang sialannya kenyataan. Bahkan setelah dia tahu aku juga bekerja sebagai bawahannya dikantor, dia semakin membuatku frustasi dengan segala tingkah lakunya.

Harry berusaha mencari-cari kesempatan agar bisa bertemu denganku. Dia membuat berbagai macam alasan agar aku bisa terus berada diruangannya ini.

"Maaf Sir, apakah ada yang bisa saya bantu?? ", geramku

Ini sudah kesekian kalinya aku bolak balik dari ruanganku ke ruangannya.
" Bisa kau antarkan ini ke manajer divisimu? Aku ingin dia melakukan beberapa perubahan pada bagian ini.. ", ujarnya

Aku mengangguk dan melangkah menuju kearahnya dengan wajah terpaksa. Dengan berat hati aku langsung meraih map itu dan berjalan keluar tanpa mengatakan apapun.

Saat aku hendak melangkahkan kaki keluar ruangan dia memanggilku " Lily! ", serunya

Dengan senyum terpaksa aku menengok kearahnya. Hey.. Dia adalah bosku dan aku harus menghormatinya bukan? " Ada yang diperlukan lagi Sir? ",

Dia terkekeh mendengar ucapanku membuat aku setengah mati merasakan kesal. " Aku hanya ingin mengatakan kalau setelah itu selesai, tolong kau antarkan lagi keruangan ku sebelum makan siang.. ", ujarnya dan aku hanya mengangguk

Saat aku akan melangkahkan kaki Harry dengan gaya berkuasanya menghentikan langkahku lagi " Dan... Aku ingin kau menemaniku makan siang",

CUKUP. INI KETERLALUAN!
Dia pikir dia siapa?ok.dia memang bosku, tapi mengapa dia berbicara seolah aku adalah pembantunya. Apa maunya sebenarnya? Dia bahkan bisa menyuruh sekertaris nya untuk melakukan hal-hal sekecil itu. Tapi kenapa dia harus memintanya padaku.

Dengan marah aku berbalik kearahnya "maaf Sir, saya tidak bisa..", tolakku halus

" Kenapa? Apa kau sudah ada janji dengan orang lain? ",

" Itu bukan urusan anda",

"Tentu saja itu menjadi urusanku, karena kau adalah karyawan ku.. ",

Sialan! Aku benar-benar sudah tidak tahan dengan sikap Harry itu

" Seperti yang anda katakan, saya hanya seorang karyawan biasa.. Tidak seharusnya anda berinteraksi berlebihan terhadap saya, anda mempunyai sekertaris yang bisa melakukan apapun yang anda suruh dan bukan saya. Anda telah melewati batas wajar anda sebagai seorang atasan dan bawahan dengan menanyakan serta menyuruh saya melakukan hal-hal yang seharusnya tidak saya lakukan", kelasku panjang lebar

Dia menatapku dengan wajah terkesan berpikir, membuatku ingin sekali melemparnya dengan vac bunga.

"Tapi... Sepertinya itu hal wajar bagiku, bukankah aku sudah meminta ijin pada manajer divisimu dan juga aku akan menambah bonus untukmu kalau kau membantuku? Lalu mana yang kau anggap melewati batas wajar? ", tanyanya

Double shit!!
" Brengs*k!! Apa maumu sebenarnya hah?! Apa kau ingin  menyiksaku?! Sialan! Tenang saja, besok aku akan mengirimkan surat resign ku kepada HRD dan besok kau tak akan melihat wajahku lagi begitupun sebaliknya",

"Jangan kau melakukan hal itu!! ", bentuknya membuatku kaget

" Tidakkah kau tau kalau aku melakukan semua ini agar aku bisa berinteraksi denganmu?! Kau selalu menjauh disaat aku ingin berbicara denganmu? Kau tidak tau kalau selama ini aku berusaha agar tidak menemuimu dan membawa serta anak-anak ku paksa untuk tinggal dirumahku! Apa kau tau aku selalu menahan diri agar tidak menyakitimu lagi?! Aku hanya ingin hubungan ku dengan mu membaik, dan aku juga ingin bertemu dengan Sean dan Sam! Kau seakan menutup jalanku untuk bertemu dengan mereka! Dan kau malah membiarkan mereka dekat dengan Justin! Aku adalah ayah mereka dan aku ingin mereka berada didekatku! Mendapat kasih sayangku! Dan aku juga ingin mendengar mereka memanggilku daddy... ", ucap Harry lagi membuatku tertegun

Aku hanya terdiam menatap Harry yang masih berusaha menahan gejolak emosinya. Apa aku keterlaluan selama ini? Tapi, aku hanya tak ingin dia menyakitiku dan duoS seperti dulu,
Apa aku salah jika tidak membiarkan dia bertemu dengan Sean dan Sam?

...

Akhirnya author up lagi

Oh ya, author baca komen diparut sebelumnya juga rasanya mau ngakak.
Gak sadar typo nya bikin ngakak
Makasih ya yang udah ngingetin

Maklumlah kalau ada typo soalnya keyboard di HP otomatis dan author juga gak direvisi jadi hehehe

Maapken ye gaes🙏🙏

Ati-ati liat typo lagi

Jangan lupa buat terus vote ya...

Happy Reading 💖

Bad Styles [H.S] - COMPLETECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang