Rosabela, gadis yang harus berpisah dengan keluarganya karena suatu hal. Ia sangat merindukan masa kecilnya. Masa dimana ia hanya berpikir tenang bermain dan bermain. Ia rindu orang tua kandungnya, kakaknya Leon, dan tentunya Kak Afa.
Masalah-mas...
Hanya melihat senyuman manismu membuatku nyaman. Apa dia yang ku rindu itu kamu _ Bela.
Selamat Membaca ******************
Kriiiiiingg bel istirahat berbunyi
"Njir, kelas ini dari tadi ribut mulu elah," teriak Galuh frustasi.
"Ke Perpus yok Luh, sambil keliling sekolah siapa tahu nemu sesuatu."
"Nemu cogan? Oh let's go." Galuh meringis karena Bela mencubit pipinya sampai menimbulkan bercak merah.
"Isi pala lo cogan semua, buruan nanti keburu waktunya habis buat istirahat."
Bela dan Galuh segera menuju perpustakaan untuk mengambil beberapa buku paket yang ditugaskan oleh wali kelas mereka. Mereka lalu berjalan menuju rak buku non-fiksi.
"Euww, berat banget nih, bantuin dong," kata seorang siswi kepada segerombolan siswa kelas 12 yang kebetulan sedang berdiskusi di perpustakaan.
"Luh, itu siapa sih, lo kenal gak?" kata Bela sambil berbisik.
"Oooh, itu Lita temen sekelas kita. Duh..... padahal bawa buku cuma 3 dan bukunya gak berat-berat amat, masa udah ngeluh," sahut Galuh.
Bela dan Galuh segera meninggalkan perpustakaan. Bela berjalan dengan menundukkan kepalanya. Pasalnya ia merasa segan dengan kakak kelas yang sedang nongkrong di sepanjang koridor sekolah.
Duuk...
"Aduh," ringis Bela. Seketika ia mendongakkan kepalanya untuk mengetahui benda apa yang membentur kepalanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Eh sorry, lo gak papa kan?" Kata seorang cowok tampan. Ia lalu mengelus-ngelus puncak kepala Bela yang menabrak dada bidangnya.
"E...... enggak papa kok kak, a..a.. maaf kak gue yang salah tadi jalan gak liat-liat," kata Bela gemetaran, bukannya salah tingkah karena perlakuan manis dari cowok di hadapannya.
"Sans, ae dek. Gue duluan ya," kata cowok itu sambil tersenyum.