23

11.8K 565 10
                                    

#KEHADIRAN_ORANG_KEDUA
23

Makasih buat yang syuka. Makasih juga sudah di loloskan.

●●●

"Woe! Kenapa?" Rindi dan Riko menghampiri Anggi yang menatap Dea dan Sandy dengan senyuman puas.

"Lihat," mengarahkan ke arah Dea dengan dagunya  "Sikap Dea sama teman Mas Sandy mencurigakan."

"Maksud kamu?" Riko bertanya dengan mata menatap ke Dea dan Denny.

"Raut muka mereka kaget dan tatapan matanya Rindu. Aku yakin ada udang di atas piring."

Sunyi.

Rindi dan Riko bertatapan dan menatap Anggi yang sepertinya sedang melucu. Anggi menatap lucu wajah bego sahabatnya dan tertawa pelan. "Ada udang di balik bakwan, maksudku." Jelasnya. "Mata Denny mirip kayak Amel. Wajahnya pun rada mirip." Sambung Anggi yang terus memperhatikan Denny yang kini sedang mengobrol dengan Sandy, tapi sesekali melirik ke Dea.

"Iya." Rindi membenarkan.

"Nyonya." Anggi menoleh. Mendapati bi Imas yang mengendong Amel. Terlihan anak itu baru bangun tidur. Lebih tepatnya terbangun.

"Kenapa, Bik?"

"Non Amel nangis. Apa bibo kasih ke Nyonya Dea--"

"Biar sama aku aja, Bik. Riko, tolong gendongin, ya?"

Riko mengangguk dan mengambil alih Amel dan Bi Imas. Anggi sudah cukup kesulitan untuk mengendong Amel dikarenakan perutnya yang membuncit dan berat.

"Bibi, balik dapur ya, Non." Anggi mengangguk. Menatap Amel yang terlihat masih mengantuk. Wajah imutnya bisa menghipnotis Anggi untuk tersenyum.

"Lihat deh!" Anggi mengajak Riko dan Rindi menatap Amel. "Mirip kan?" Kemudian mereka menatap Denny.
"Pertama kali dia lahir, aku rasa familiar gitu dengan mukanya, ternyata mirip sahabat jauh Mas Sandy. Baru ketemu sih ama Denny, cuma pernah lihat foto mereka di album reuni Mas Sandy.

"Terus rencanamu?" Rindi terus menatap ke Denny.

"Mencari jawaban, dan membongkar semua. Riko, bisa ngga, kamu ambil juga sehelai rambut Denny. Kita akan melakukan Tes DNA sekaligus." Anggi menatap memohon pada Riko yang tersenyum dan mengangguk.

"Setelah dapat, serahin sama gue. Besok gue bawa ke LAB." Rindi bersemangat. Anggi merasa bahagia, di sisinya ada dua orang sahabat yang mendukungnya.

"Thanks buat kalian." Anggi terharu.

....

Acara selesai. Para tamu undangan pulang. Menyisahkan keluarga besar Sandy.

Anggi bergabung setelah menerima telpon dari Riko yang bilang kalau dia berhasil mengambil sehelai rambut Denny. Saat Anggi tanya caranya,

'Hanya nyogok anaknya saja.'

'Caranya?'

'Adek mau permen? Dia ngangguk dengan mata berbinar. Sepertinya tuh anak di larang banget makan perment. Semangat dong aku. Adek minta gendong ayah, jambak rambutnya yang kenceng sampai rambut ayah ada yang rontok di tangan adek. Bawa ke om, entar om ganti dengan permen.'

Anggi tertawa terbahak-bahak. Menurutnya, ide Riko itu menjijikkan. Kenapa harus anak kecil yang menjadi pelantaranya.

'Terus?'

'Beneran dia lakuin dan bawa rambut itu ke aku. Untungnya, Stok permen loly aku banyak di mobil. Amanlah.'

Gila!

Anggi masih senyum-senyum saat mulai bergabung dengan keluarga besar Sandy.
"Anggi, darimana?" Tanya Setyo.

"Habis terima telpon bentar, Pa. Maaf menunggu lama."

KEHADIRAN ORANG KEDUA [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang