7.senja di balkon

9K 359 3
                                        

Farez memasuki area makam,lalu menuju pusara papanya,setelah berdoa farez beranjak pergi meninggalkan makam

Farez menuju area belakang makam lalu melompati pagar,di balik pagar seseorang telah menunggunya

"Cabut bro!!"ucap farez

"Tumben bro suruh gue jemput lo di makam bokap??lewat belakang pula??"tanya gilang,orang yang menunggu farez,sambil menjalankan mobilnya

"Dinda,dia buntutin gue!"jelas farez

"Oww,gue harap dia ngak nyesel udah ngancam lo tadi di kantin"

Farez tersenyum miring lebih ke menyerigai,dia tidak takut pada ancaman dinda

"Thanks bro,ayo mampir dulu"tawar farez setelah sampai di depan rumahnya

"Gue langsung cabut aja,biasa"ucap gilang sambil menaik turunkan alisnya

" dasar lo!!"ucap farez sambil keluar dari mobil gilang,melambaikan tangan dan berjalan menuju rumah mara tempat tinggalnya kini,tepat disamping rumahnya,ya mereka tetanggaan

Gilang mengeleng, dasar bucin!!belum ganti baju udah ngapel dulu!!batin gilang,ya gilang belum tahu status farez dan mara sekarang

Gilang pratama putra Hendarto,sahabat farez sejak sd,mereka akrab saat sama sama masuk di perguruan karate,sebetulnya farez lebih dulu masuk di perguruan karate sejak dirinya umur 4 tahun,sang papa menemukan bakat alaminya sebagai petarung yang kemungkinan besar keturunan dari sang kakek buyut,dan demi kebaikan farez kecil di ikutkan perguruan karate,sedangkan gilang masuk saat mereka kelas 3 sd,meski sebelumnya mereka satu kelas namun mereka akrab setelah gilang masuk perguruan karate,dan menjadi sahabat

Farez mengetuk pintu,dan di bukakan oleh mbok Iyem

"Mara dah pulang mbok??"tanya farez

"Udah den,lagi di kamar"

"Ya udah mbok,aku ke kamar"

"Aden mau di siapin makan siang. sekarang atau nanti??"tanya mbok Iyem

"Sekarang aja mbok,aku dah laper,aku bersih bersih dulu"

"Baik den"farez menuju kamar mara,rumah ini tidak tingkat rumah dengan gaya khas jawa dengan banyak aksen kayu,bagian depan halaman banyak di tanami berbagai jenis pohon buah dalam pot pot besar, terdapat sebuah gazebo di bagian kanan rumah dengan jalan setapak menuju halaman belakang di dekat gazebo terdapat kolam ikan yang di huni ikan mas didalamnya,dengan gemericik air terjun buatan yang mempel di tembok pagar,asri pertama kata yang muncul untuk mendeskripsikan bagian halaman depan rumah ini

lalu ketika masuk rumah dengan dua daun pintu kayu dengan ukiran khas jepara,terdapat ruang tamu kecil dengan kursi kayu penuh ukiran,ruang tamu ini hanya 4x4 m biasanya hanya untuk menerima tamu biasa,dari ruang tamu masuk ke bagian kanan rumah disana terdapat sofa berwarna abu abu dan terdapat karpet bulu yang terbentang juga beberapa bantal tergeletak di sana,di bagian depan terdapat televisi 32 inchi dengan berbagai fasilitas pendukungnya,bisa di katakan ini ruang keluarga

Lalu di seberangnya ada sebuah kamar milik orang tua mara di antara ruang keluarga dan kamar orang tua terdapat jendela kaca tinggi hampir menyerupai pintu dengan pemandangan bagian taman samping kanan rumah,lalu dari kamar tidur utama ke kiri ada meja makan yang menyatu dengan dapur ,lalu ada Ruangan lagi di bagian depan kiri rumah itu adalah dapur kotor dan berhubungan dengan garasi mobil yang berada di luar rumah di bagian kiri rumah utama,bagian dalam rumah banyak ornamen ornamen berbahan kayu,bahkan lantainya pun di lapisi kayu bukan marmer ataupun kramik,warna dominan di rumah ini adalah coklat yang berkesan vintage

Sedangkan kamar mara ada di halaman belakang diantara kamar dan ruang makan ada conecting door dari kaca di teras belakang ada koridor di bagian kiri berbentuk L di sana ada 4 kamar di sisi kiri halaman dan 3 kamar di bagian belakang,di bagian halaman kosong du tengah dengan tanaman bunga di bagian pinggir nya ada kolam renang di bagian kanan agak kebelakang,halaman ini sering di jadikan tempat untuk pesta

Farez menuju kamar mara ada di kamar nomer 3,setelah mengetuk pintu dan di jawab farez langsung masuk ke kamar,kamar degan fua daun pintu dengan ukiran yang indah

"Ra kaki kamu gimana??"tanya farez sambil meletakaan tasnya di sofa dekat tempat tidurnya,sedangkan mara tengah duduk di karpet

"Cuman merah sekarang udah ngak papa"sambil mempelajari materi diatas karpet yang membentang di depan sofa

"Maafin aku ya"

"Kan bukan kamu yang salah?!buat apa minta maaf??"tanya mara dengan senyuman

"Ya,saat kamu kesusahan tadi ngak bisa bantuin kamu lebih..rasanya tadi aku pengen gendong kamu ke uks,tapi apa daya aku harus nahan perasaan itu!!

"Ya ampun, farez emang kaki aku kejatuhan palu apa,mau di gendong segala??"dengan sedikit yertawa

"Au akh,aku mau mandi terus makan udah laper!!"ucap farez sambil beranjak dari sofa menuju kamar mandi

"Ya udah aku siapin makanan dulu"ucap mara sambil beranjak berdiri menuju pintu

"Tadi mbok Iyem udah mau nyiapin kok"

"Ya udah,mandi sana aku mau liat ke dapur dulu"farez segera mandi

10 menit kemudian farez menyusul ke meja makan,setelah mereka selesai makan siang yang kesorean,mara mengajak farez menuju balkon ruang terbuka di atas kamar mereka tempat ini biasanya di gunakan untuk barberquan bersama keluarga mereka

"Coklat panas"mara menyodorkan secangkir coklat panas kehadapan farez,yang di buatnya di pantry balkon ini

"Makasih"mereka duduk di gazebo sambil menikmati pemandangan langit sore hari

"Rez,yang tadi di kantin itu pacar kamu??"Tanya mara

"Mantan,aku udah putusin dia"

"Tapi kayaknya dia ngak mau putus dari kamu rez"

"Terserah dia,lagian aku muak sama tingkah lakunya!!"ucap farez sambil menyesap coklat panasnya

"Rez,kamu cinta ngaj sama dia??"

"cinta yang ngak nyaman ra,awalnya  entah sengaja atau tidak kami selalu bertemu dalam keadaan yang tidak baik,entah itu tertabrak,rebutan meja di kantin,atau hal hal kecil lainya,awalnya aku ngak peduli dan cuek,aku tau dia suka sama aku,dan kamu tau kan prinsip aku??"

"Iya aku tau,kamu pantang nembak cewek kalo bukan yang bener bener kamu cinta,jadi kamu yang nembak dia??"

"Lalu prinsip ke dua?"bukan menjawab farez malah bertanya lagi

"akan selalu menerima cewek yang menyatakan perasaannya,meski ngak cinta dan berhenti saat menemukan cewek yang di rasa cocok"

"hampir satu tahun dia deketin aku ala ala novel yang sering kamu baca"mara mengerutkan dahinya

"Oh iya,kamu kan sok cool kalo di sekolah"

"Bukan sok cool ra,tapi males aja berinteraksi sama orang yang ngak aku kenal"

"Intinya rez kamu ada perasaan ngakk sama dinda??"tanya mara penasaran

"Ngak,aku dah coba buka hati aku selama tiga bulan ini,tapi hati aku masih di bertahta wanita lain"

"Wanita lain??"

"Kamu ra"ucap farez sambil menatap manik mata mara
"Jantung aku selalu berdegup kencang saat bersamamu,perasaan ku sangat cemas jika belum mendapat kan kabar dari kamu,hati aku sakit saat kamu bersama pria lain,tapi dulu aku merasa  cinta aku salah,aku takut kamu pergi menjauh saat aku bilang cinta sama kamu,aku mencoba membuka hati untuk wanita lain,tapi ngak pernah senyaman saat bersama kamu"

"Farez"mara menubrukan tubuhnya pada farez,terisak di dada farez

"Kenapa kamu nangis ra??apa ada ucapan aku yang salah??"farez sedikit panik saat melihat mara menangis,mara menggeleng

04052019

Nikah Dadakan(on going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang