27. keluarga baru

4K 228 38
                                        

Farez panik dan segera menuntun Mara keluar rumah,Angkasa sendiri dengan santainya melenggang menuju kamarnya.

Sedangkan seorang wanita masih menjerit dengan hebohnya di ruang keluarga.

Angel yang berteriak merasakan perutnya sakit,dan semua orang malah meninggalkannya?.

Mara mengeplak lengan Farez," yang yang mau lahiran itu Angel,koq malah nuntun aku sih!," Ucap Mara.

"Aduh sory yang,aku panik!," Ucap Farez sambil putar balik badan kembali ke ruang keluarga.

" sory gel," ucap Farez saat di depan iparnya itu.

" duh, bang Angka malah kemana sih ,ini istrinya mau lahiran malah di tinggal pergi!! Bang!!bang!!," teriak Farez memanggil Angkasa.

"Paan sih lo!!," ketus Angkasa yang sudah meneteng tas.

"Bang jangan kabur lo!!istri lo mau lahiran ini,tanggung jawab dong,bukan malah pergi bawa tas!!," cerocos Farez.

"Nih bawa!!," ketus Angkasa sambil melempar tasnya ke arah Farez,lalu dirinya meraih Angel untuk di gendong ala bridal stayle menuju mobi miliknya.

Sungguh cool abangnya itu,istrinya sudah mau lahiran tapi dia masih bisa berjalan santai,dan lebih coolnya lagi istrinya,Mara sudah berada di balik kemudi.

" aku aja yang nyetir yang," pinta Farez.

"Tenang aja aku bisa kok," jawab Mara santai.

"Sayang kamu lagi hamil ya,aku aja yang setir!!,"

"Sim kamu belum keluar sayang,dan lebih baik aku yang nyetir ini darurat," Mara mengungkapkan pendapatnya.

"Udah debatnya!!cepet gas ra!!kalo Farez ngak mau ikut tinggal aja!!," perintah Angkasa.

"Sett dah,iya iya," Farez segera berputar menuju bangku penumpang di sisi kemudi.

Segera mobil melaju menuju rumah sakit bersalin,dengan penuh drama di perjalanannya, Angel yang sedang kesakitan masih saja meminta berhenti untuk membeli rujak langgananya untuk terakhir kalinya sebelum dirinya lahiran,ada-ada saja.

*****

REINDRA ALVINO WIJAYA,cucu pertama dari keluarga Wijaya,lahir setelah 6 jam tiba di rumah sakit.

Bayi mungil itu sedang terbuai di gendongan sang tante,Mara.

Sungguh mengendong sang ponakan membuatnya tak sabar mengendong buah hatinya sendiri,3 bulan lagi dirinya akan berjumpa dengan janin yang dikandungnya.

Farez memeluk Mara dari belakang lalu kepalanya melewati bahu istrinya itu,ikut memandang bayi mungil di gendongan istrinya.

"Ngak sabar ketemu dedek bayi,liat si Rein yang," ungkap Farez.

"Sama yang," balas Mara sambil mengusap pipi Rein.

Mereka tersenyum bersama sambik memandang Rein.

"Ekkkhmmm," sebuah deheman melunturkan senyuman mereka.

"Oekkk....oeeekkkk.......oooeeekkk.....," tangis Rein pecah seketika karena kaget dengan deheman yang keras dari sang papa,dan membuat Mara panik karena tangisan Rein.

"Ya ampun bang,kalo dehem kira-kira dong,liat nih Rein jadi nangis!!," omel Mara pada Angkasa.

"Udah Ra,kasih aja Rein ke abang,kasihan Angel masih tidur,biar tau rasa udah di bantuin jagain Rein malah di buat nangis," ketus Farez.

Angkasa memasang muka kesalnya karena Mara meletakan Rein di pangkuannya,tidak kah mereka tau jika dirinya juga lelah??meskipun begitu Angkasa tetap mengayun Rein dalam gedongannya.

Sedangkan Adik dan iparnya sudah melarikan diri,pada akhirnya Angkasa menyesal berdehem karena iri melihat keuwuan mereka dan membuat baby Rein menangis.


Setelah sekian purnama dan up pendek???

✌✌

Nikah Dadakan(on going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang