Mara mencubit perut Farez karena kemesumannya.
"Aduh sakit yang,kamu itu udah kdrt sama aku aja!," ringis Farez sambil mengelus perutnya yang di cubit Mara meski perutnya sixpack tetap saja terasa perih.
"Makanya kalo mesum tu liat tempat dong!,"
"Halal ini...,"
"Farez....!!" Geram Mara.
"Mau lagi??," tanya Farez dengan senyuman lebarnya,reflek Mara menabok bibir cipokabel suaminya itu.
"Aduh 2 kali lho yang kamu kdrt ke aku...," rintih Farez.
"Ya kamu sih....."
****
"Siapa yang nyuruh mama ngurangin uang jajan aku!!," teriak Dinda pada Khainina,ibunya.
"Ngak ada yang nyuruh mama,sekarang semua mama yang ngatur,dan kamu harus nurut aturan mama," ucap Khainina tenang.
"Mama ngak bisa nglakuin itu sama aku!!aku bakal ngomong sama papa!!," ucap Dinda tidak terima.
" bilang aja sama papa kamu,sekarang apa yang bisa papa kamu lakuin,"
"Mama ngremehin papa?emang dari dulu mama ngak pernah sayang sama aku dan papa!!," Dinda berucap dengan nada sinis.
"Kalo emang mama ngak sayang papa kamu,kamu ngak akan bisa ngomong di depan mama seperti ini,mama pasti udah lenyapin kamu saat masih bentuk zigot!," ucap khainina dengan tenang sambil memainkan ujung kukunya.
Padahal hatinya terasa sakit mengucap kata kasar itu pada putrinya,namun Khainina harus melakulan hal ini meski merasakan kesakitan sendiri.
"Kalo emang itu kemauan mama kenapa ngak mama lakuin itu dari dulu!!," teriak Dinda,hatinya sakit saat mamanya mengucapkan 'lenyapain kamu'.
"Kamu terbiasa hanya menyimak sedikit dan ngak pernah mencerna omongan orang lain,hati kamu ngak pernah untuk merasakan kasih sayang dan ketulusan,mama memang telah gagal mendidik kamu,kamu cuman cantik diluar aja nak." Ucap Khainina sambil berlalu menuju kamarnya,menangis itu yang di lakukan khainina di kamar.
"MAMA!!!,mama ngak pernah ngertiin aku!!mama jahat sama aku!!," teriak Dinda sambil menagis.
Dinda tak terima mamanya yang biasanya tak peduli padanya,kini menghujaminya dengan kata-kata yang menyakitinya,dari dulu memang hanya papa yang peduli padanya.
Pada akhirnya club malam menjadi tujuan Dinda, disana pasti dirinya bisa melupakan penat,lagian saat ini papanya belum bisa membelanya dari tindakan sang mama.
Dinda meliuk liaukan tubuhnya diantara puluhan orang yang sedang menikmati dentuman musik dari disc joki,Dinda sudah menengak banyak minuman keras hingga membuatnya mabuk,beberapa tangan nakal mendarat ditubuh moleknya,Dinda hanya menikmatinya.
"Ooouuhh Farez sayang,kamu di sini buat aku kan?," rancau Dinda pada lelaki di hadapannya.
Sang lelaki hanya tersenyum,sambil menarik pinggang Dinda sehingga tubuh mereka merapat,lalu melumat bibir Dinda.
Lelaki itu membawa Dinda pada sebuah kamar yang ada di club ini,mencumbu gadis itu dengan penuh nafsu.
Dinda melenguh atas cumbuan-cumbuan yang dirasakan tubuhnya.
"Ouuuwwh Farez nikmat banget ....oooohh yah sayanggg..," rancau Dinda.
Sang lelaki terus mencumbu leher jenjang Dinda,tanganya pun tak tinggal diam mencari gundukan kenyal milik Dinda lalu meremasnya,Dinda melenguh menikmati cumbuan yang di berikan lelaki itu.
Dinda kelojotan karena serangan yang di berikan lelaki itu pada bagian paling sensitif tubuhnya,membuat inti tubuhnya membutuhkan gesekan.
"Farez sayaaaang....aaaakkkhh," Dinda masih merapalkan nama Farez saat lelaki dihadapanya memasuki tubuhnya.
"Ternyata aku yang pertama sayang?," bisik lelaki itu,Dinda hanya bisa mengangguk karena rasa sakit dan nikmat yang melanda tubuhnya.
Lelaki itu tersenyum puas,memandang wanita yang kini telah meringkuk setelah puas dengan pergumulan mereka.
"Ternyata Farez hanya playboy cemen," gumam lelaki itu sambil pergi meninggalkan Dinda di kamar yang menjadi saksi bisu perbuatan mereka.
****
Mara hanya bisa menangis saat melihat suaminya,Farez.
"Kenapa harus seperti ini sih?," ucap Mara di sela tangisnya.
"Sabar ra," nasehat Ale yang saat ini menemani Mara.
"Tapi le...,"
"Ra,Farez itu mengalami dehidrasi karena diare,sekarang kan udah dirawat sama dokter," ucap Ale.
"Iya,itu karena salah aku....aku....,membuat dia makan sambal," tangis Mara pecah lagi.
"Itu kan karena nyidam,udah jangan nangis lagi,rawat Farez dengan baik biar cepet sembuh," ucap bijak Ale.
Mara mengusap air matanya,dirinya sadar jika menangis tak ada gunanya,tapi air matanya yang nakal selalu ingin keluar jika mengingat Farez harus nyidam makan pake sambal.
"Sayang...," pangil Farez sesaat setelah bangun.
"Kenapa sayang?," tanya Mara sambil mendekat pada ranjang Farez.
" kenapa nangis?," tanya Farez sambil mengusap lembut pipi Mara.
"Siapa yang ngak sedih kalo liat suaminya sakit kaya gini?!," ucap Mara yang duduk di pingir ranjang.
"Ngak biasanya kamu cengeng gini yang." Ungkap Farez,Mara hanya mengedikan bahu dirinya juga tak mengerti kenapa sekarang mudah menangis.
"Embeek..embekk..,"
"Lo kenapa Le?," tanya Mara pada Ale yang tiba tiba menirukan suara kambing.
"Sorry,sesaat gue merasa berubah jadi kambing congek!," sinis Ale sambil melangkah keluar dari ruangan tempat Farez di rawat.
"Mau kemana lo?," tanya Mara.
"Mau cari yang senasib sama gue,sapa tau jodoh,"
"Tapi jangan sampe keliru sama kambing bandot ya!," kekeh Farez sambil tertawa ringan.
Ale mendengus kesal dan meninggalkan dua sejoli yang dimabuk cinta itu.
*****
🙏🙏🙏🙏aku mohon maaf bagi pembaca cerita abal-abalku jika part ini mengecewakan,sungguh cerita ini alur,tokoh,dan endingnya tidak terkonsep sebelumnya.
Boleh absen yang masih nunggu cerita ini
⬇
🌟
KAMU SEDANG MEMBACA
Nikah Dadakan(on going)
AcakFAREZA ADHITHAMA WIJAYA 17 tahun,si pangeran sekolah harus menikah dadakan karena sebuah inseden DAMARA AYUNINGTYAS HUTAMA 22 tahun,mahasiswi yang baru magang di sebuah sekolah sebagai guru bahasa indonesia yang harus mengalami pernikahan dengan se...
