3.Kafe D'rez ✔

10.6K 405 3
                                        

Mara membereskan baju milik Farez di walk in closed ,Farez memutuskan tinggal di rumah Mara,karena ayah bunda Mara masih di luar negeri jadi rumahnya tidak ada yang menempati,sedangkan rumah Farez ada mamanya juga abang dan istrinya.

"Senin aku udah ngajar di sekolah kamu," ucap Mara memberitahu Farez.

"Berangkat bareng dong kita," Farez antusias.

"Berangkat sendiri sendiri aja rez,aku ngak mau hubungan kita di curigai."

"Kamu malu??," tanya Farez

"Punya suami kamu?engak lah,aku ngak malu malah bangga,aku cuman ngak mau kita kena masalah?!," jelas Mara.

"Bangga ya punya suami kaya aku??bangga kenapa kalo boleh tau??," tanya Farez lagi dengan nada jenaka.

"Masih muda punya penghasilan sendiri,pinter,penyayang terus...apa ya...??," ungkap Mara sambil mengetuk-ngetuk dagunya.

"Gantengnya belum ra," melas Farez.

"Iya ganteng...kalo liat dari sedotan,hahaha," Mara tertawa melihat wajah Farez yang cemberut.

"Marraaa," Farez mengelitiki pinggang Mara,hingga membuat keduanya tertawa terbahak-bahak

"Aduh,hahah udah Farez...aku kegelian..hhahaha."

"Minta ampun dulu," pinta Farez masih dengan megelitiki Mara,sedangkan Mara berusaha lepas dari kelitikan Farez.

"Ampun rez hhhahha," kini posisi Fares di atas Mara,dan dirinyamenyadari posisi mereka tidak baik,namun mata mereka beradu sesaat Farez membeku tersihir akan pesona dari dalam Mata Mara,hingga satu kecuoan manis di daratkan Farez.

Mara kaget akan tindakan Farez,dan reflek mendorong bahu Farez,dirinya takut hanya di jadikan bahan mesum suaminya itu.

"Maaf"ucap farez menyesal,lalu duduk di dekat Mara,dirinya takut jika istrinya itu sampai Marah.

"Aku hanya kaget," ucap Mara sedikit kikuk,lalu ikut duduk,dan tanpa ragu memeluk Farez dari belakang.

Farez memegang tangan Mara yang melingkar di pinggangnya,mengusapnya dengan lembut

"Mara aku menyayangimu," ucap tulus Farez sambil mengecup tangan Mara,ya Mara tau bahwa Farez menyayanginya dari dulu.

"Aku juga," balas Mara,dan Farez pun tau jika Mara juga menyayanginya.

"Tapi...aku ingin memandang mu sebagai wanitaku,kekasihku,belahan jiwaku,cintaku...apakah kamu mau membantu ku??," tanya Farez sambil memutar badannya dan menangkup wajah Mara.

"Kita sama sama rez," pinta Mara,sambil mengusap lengan Farez,dan tersenyum memandang pria yang kini menjadi suaminya itu.

"Ra aku laper makan yuk," ajak Farez setelah terasa hawa kecanggunan diantara mereka berdua.

"Ayo,aku juga laper," lalu mereka beranjak menuju dapur.

***

"Mbok ,masak apa?," tanya Mara pada mbok Iyem,saat sudah di dapur.

"Gurame asam manis ama capcay non," jawab mbok Iyem yang menyiapkan hidangan di atas meja makan di bantu Mara.

Setelah selesai menyiapkan semua,Mara duduk di samping Farez di meja makan.

"Mau aku ambilin," tawar Mara pada Farez,meski sudah biasa dirinya mengambilkan makanan untuk Farez.

"Iya"ucap farez sambil menyodorkan piring miliknya.

Mereka menikmati makan siang,setelah selesai,Mara segera membereskan meja makan,mencuci piring bekas makan mereka,dan menyimpan sisa makanan

Mara menuju kamarnya,dia harus menyiapkan materi untuk bahan mrngajarnya besok,Farez sendiri sudah berganti pakaian.

Nikah Dadakan(on going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang