18.melangkah lebih jauh

7.6K 351 2
                                        

Dinda sungguh frustasi karena Farez mengacuhkannya,kamar miliknya menjadi pelampiasan.

"BIBIK.....," teriak Dinda memanggil asisten rumah tangga mereka.

Tak lama kemudian datanglah perempuan paruh baya,dengan terpongoh pongoh akibat berlari di usianya yang sudah tak muda lagi.

"Ada apa,non?," tanya bibik.

"Bersihin kamar gue!!," perintah Dinda tanpa sopan santun.

"Baik,non," jawab bibik pasrah.

Sedangkan Dinda tanpa rasa bersalah melenggang pergi,mengenakan dress motif bunga diatas lutut yang pas dengan tubuhnya,Dinda tampak manis tapi tidak untuk hatinya.
 


Dinda memutuskan untuk pergi belanja untuk mengurangi rasa kesalnya.

****

Pagi ini Fares kembali mengucap ijab kobul,kali ini di temani seluruh keluarganya.kali ini bukan rasa cemas namun dirinya lebih merasa gugup.

Meski dilanda rasa gugup,semua berjalan lancar.hingga terdengar  kata sah,meski sebenarnya mereka sudah sah dari minggu kemarin.

Acar berlanjut setelah penandatangan berkas-berkas dan buku nikah,sungkem pada orang tua mereka.

Kebahagiaan tidak hanya milik Mara dan Farez namun seluruh keluarga,meski sederhana juga rahasia namun penuh kebahagiaan,semua keluarga hadir memberi restu kepada mereka.

Satu hal yang kurang yaitu cincin,tapi tak mengurangi rasa bahagia mereka.

"Farez..," panggil Hendarto,ayah mara.

"ya,yah," jawab Farez.

"Mulai sekarang segala tanggung jawab ayah pada Mara,menjadi tanggung jawab kamu,ayah hanya minta kamu jaga Mara hati dan raga nya,kalo kamu udah ngak sanggup katakan pada ayah atau abang kamu Galaksi," ungkap hendarto.

"Aku akan jaga Mara,dengan segenap jiwa raga Farez yah,dan insya Allah Farez sanggup hingga akhir hayat,"

Hendarto memeluk Farez,lalu menepuk pelan punggungnya.Hendarto adalah pengganti sosok papa bagi Farez,dia sangat bersyukur Hendarto menyayangi nya seperti anaknya sendiri,hingga meski papanya telah tiada dirinya tak pernah kehilangan sosok papa,lewat kasih sayang Hendarto.

Mara tersenyum pada suaminya,dan di sambut dengan hangat pelukan dari suaminya itu.

"Sayang kamu," ungkap Farez.

"Sayang kamu juga," Balas Mara.

Semua mata tertuju pada pengantin beda usia ini,semua keluarga bahagia dengan kebahagiaan kedua mempelai.Ya,tentunya setelah penjelasan dari keduanya juga perasaan mereka setelah menikah.

"Bahagia  banget bang?," tanya Kevin,sepupu Farez.

"Gimana ngak bahagia nikah sama wanita yang di cintai," bukan Farez yang mengatakan,tapi Galaksi,abang Mara yang memang sudah tau perasaan Farez pada Mara.

"udah jodoh juga bang,padahal kemarin-kemarin gue takut perasaan ini bakal buat Mara ngak nyaman sama gue,dan akan membuat kami berjarak saat gue ungkapin perasaan gue," ungkap Farez.

Nikah Dadakan(on going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang