! ATTENTION ! [SEQUEL RE:START THE NEW ERA] REALIS
Note: cerita ini dalam perbaikan
Dunia telah lama menjadi neraka, sejak kaum vampir dan manusia memutuskan untuk saling berperang, memperebutkan kekuasaan di atas bumi. Manusia yang tidak memiliki k...
Jennie membuka mulutnya, dan kemudian mengatupkannya kembali. Sudah sepuluh menit lebih ia melakukan hal itu berulang-ulang sembari menatap tajam kearah Taehyung yang duduk di pojok ruang kelas itu.
Pandangan mata Jennie tak pernah teralih dari semua gerak-gerik yang dilakukan oleh Taehyung.
Beberapa kali juga terdengar dengusan kesal keluar dari mulut Jennie, bukan karena pelajaran musik hari ini sangat membosankan, tapi ada sesuatu yang sangat membebani pikirannya saat ini.
"Jennie-sshi?" panggil sonsaengnim sembari berjalan menghampiri bangku Jennie.
Jennie sama sekali tidak merespond, pandangan matanya masih tertuju kepada sesosok Kim Taehyung yang kini mulai menatapnya balik, dengan tatapan yang tak kalah dinginnya dengan Jennie.
"Jennie, apa kau mendengar suara saya?" tanya sonsaengnim tepat setelah berdiri dihadapan Jennie.
Sepersekian detik kemudian Jennie tersadar, dan langsung mengalihkan perhatiannya kepada guru pengajar.
"Ada apa, Jennie? Apa ada yang salah dengan Taehyung?" tanya sonsaengnim penasaran.
Jennie langsung menggelengkan kepalanya cepat, ia buru-buru membuka buku, dan tersenyum seolah tak terjadi apa-apa.
Suara berbisikpun mulai terdengar samar memenuhi ruang kelas, semua pandangan terpusat kepada Jennie.
"Baiklah mari kita lanjutkan lagi." lanjut sonsaengnim yang lembali menjelaskan materi pelajaran.
Setelah sonsaengnim pergi dari hadapannya, kembali Jennie menoleh kearah Taehyung. Alis mata Jennie langsung bertabrakan, sesaat setelah Taehyung menyadarinya dan tersenyum melambaikan tangan ke arah Jennie.
. .
"Tak ada penawaran! Kita akan melakukannya!" ucap Jisoo tegas kepada Jin yang masih tak terima.
"Kau bodoh ya! Mana mungkin ada orang yang akan mau membantu kita mewujudkan teater konyolmu itu!" cerca Jin.
Jisoo tersenyum dan kemudian mendorong tubuh Jin hingga punggungnya menyentuh tembok dengan kasar. "Ya! Kau sedari tadi didalam hanya diam, sekarang kau protes dengan ide konyolku! Kalau kau tak mau, bilang saja pada IU sonsaengnim, katakan semua yang kau inginkan! Jangan hanya diam lalu menyalahkan orang lain!" ucap kesal Jisoo yang mulai habis batas kesabarannya menghadapi Jin.
Jin mendengus, lagi-lagi ia merasa terintimidasi dengan tatapan kesal Jisoo kepadanya. "Aku kan hanya bertanya, kenapa kau cerewet sekali sih!"
Jisoo memutar bola matanya kesal, "Terserah!" ucapnya yang kemudian berlalu pergi memasuki ruang kelas.
Di dalam kelas, IU sudah berkompromi dengan teman sekelas Jisoo dan Jin agar mereka juga ikut terlibat dalam teater musikal yang sudah di gagas oleh Jisoo.
Saat mendengar kata teater musikal tanpa basa basi IU langsung mengangguk setuju, dan bersedia mengumpulkan masa agar acara tahunan sekolah kali ini berbeda dengan acara tahunan sekolah yang kemarin-kemarin yang hanya menampilkan sebuah acara musik.
"Bagaimana?" tanya IU kepada seluruh murid didalam kelas musik.
Semuanya terdiam, dan saling menatap satu sama lain. Tak berapa lama isik-bisik antar mulutpun menggema di setiap sudut ruangan.
"Ya baiklah, karena seperti acara tahunan sekolah biasanya, kelas kalian selama ini tak pernah menjadi partisipan di acara tahunan sekolah, dan kali ini ibu ingin kalian ikut dalam acara ini." ucap IU yang kemudian jari telunjuk lentiknya mengacung kearah Jisoo duduk. "Jisoo yang akan menjadi tim panitia inti, bersama Jin, Suho dan juga Irene yang akan membantu."
Seketika Suho langsung bangkit dari tempat duduknya, "Aku menolak!" Semua tatapan mata langsung menuju kearah Suho.
"Sonsaengnim tidak bisa menunjuk orang seenaknya saja. Aku memiliki kegiatan yang lebih dari sekedar acara tahunan konyol ini. Teater musikal? Siapa yang akan mau ikut acara seperti itu--" ucapan Suho tersekat, ia langsung mengatupkan mulutnya rapat-rapat ketika Irene mengangkat tangannya tinggi-tinggi.
"Oh! Ada apa Irene?" tanya IU.
Irene tersenyum, "Aku akan mengerjakannya dengan baik, terimakasih atas kepercayaan, sonsaengnim." punkas Irene sembari menatap ceria kearah Jisoo.
IU kemudian beralih kembali ke Suho. "Suho?"
"Umm.. Baiklah-- aku ikut." lanjut Suho tanpa penolakan lagi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.