! ATTENTION ! [SEQUEL RE:START THE NEW ERA] REALIS
Note: cerita ini dalam perbaikan
Dunia telah lama menjadi neraka, sejak kaum vampir dan manusia memutuskan untuk saling berperang, memperebutkan kekuasaan di atas bumi. Manusia yang tidak memiliki k...
Mansion mewah yang biasanya di pagi hari sangat hening kini berbeda, terlihat Lisa yang sedang bermain-main di taman belakang rumah bersama Jennie yang sedang duduk sembari membaca buku.
"Eonni? Tadi pagi eomma menelfonku, dia bilang kita akan dikirim di salah satu SMA terdekat."
Jennie mengangguk pelan, ia masih fokus dengan bacaan yang ada di tangannya saat ini.
"Sekolah baru, kita harus beradaptasi lagi. Aku benci manusia." ucap Rose yang tiba-tiba ikut duduk di sebelah Jennie.
Jennie yang mendengarnya langsung menatap ke arah kedua adiknya itu, sembari menutup pelan bukunya dan beranjak dari tempat duduk. "Aku lapar, ayo makan."
Kedua adiknya mengangguk dan dengan cepat mereka ke meja makan, di sana sudah ada Jisoo yang juga ikut menyiapkan sarapan bersama para pelayan.
"Ugh! Dimana bibi?" tanya Rose penasaran, sembari menebarkan pandangannya kesekitar.
"Dia sedang sibuk mengurus tokonya," ucap Jisoo yang kemudian menarik kursi tepat di samping Rose. "Dia meninggalkan ini di atas meja kamarku." lanjut Jisoo sembari melempar kertas kepada Lisa
Lisa mengambil kertas yang tergeletak tepat di depannya "Apa ini?" tanyanya sembari membuka perlahan lipatan kertasnya.
"Bacakan yang keras Lisa." perintah Rose yang sudah bersiap untuk mendengarkan.
"Bibi sedang sibuk di toko, jika ada perlu apa-apa kalian bisa langsung memintanya kepada para pelayan. Nikmati makanannya. Pertanda Lee Chae-rin." ucap Lisa dengan nada bicara menyerupai Chae-rin.
Jennie melipat kedua tangannya di atas dada sembari menghembuskan nafas beratnya, "Semuanya sibuk berbisnis, eomma, appa dan sekarang bibi."
Rose mengangguk setuju, hampir saja ia juga mau mengeluarkan kata-katanya, Jisoo langsung menyekatnya dan langsung mengingatkan saudaranya untuk tidak berbicara saat ingin memulai makan.
Kini makanan yang mereka tunggu akhirnya terhidang di hadapan mereka, seperti biasa daging rusa segar siap di santap. Mereka berempat memakannya dengan lahap
Setelah selesai makan, seorang pelayan memberikan kotak kecil kepada Jisoo.
"Apa ini?" tanya Jisoo penasaran
Sang pelayang hanya tersenyum dan berlalu pergi begitu saja tanpa menjawab, karena memang sebenarnya ia juga tak tahu apa isinya.
Jisoo pun langsung membukanya, di dalam kotak kayu itu terdapat 4 kalung permata yang sangat indah, di sana juga terdapat beberapa kertas, dan kartu nama milik bibinya
"Apa isinya?" tanya Lisa penasaran dan langsung mendekati Jisoo
Pertama-tama Jisoo membagikan kalung itu, kepada ketiga adiknya dan menyuruhnya untuk memakainya. "Kata bibi ini dari eomma yang tak sempat diberikan kemarin, kalian harus menjaganya karena ini begitu penting. Bibi juga memberi alamat tokonya jika kita mau menemuinya, temui ia di kedai teh nya, dan juga alamat SMA baru kita"
Rose menatapnya lekat, kalung permata berbentuk prisma, berwarna pink miliknya. "Whoaa.. Aku menyukai nya sangat keren."
"Sebenarnya ini untuk apa?" tanya Jennie penasaran
Jisoo menggeleng pelan. "Entahlah, tapi disini tertulis jangan sampai kau menghilangkannya."
Lisa memandang aneh ke liontin kalung miliknya itu. "Seberharga itukah benda ini?"
"Menurut mu?" ucap Rose yang balik bertanya.
"Tidak tahu, makannya aku bertanya." sahut Lisa tak mau kalah dengan eonni nya
"Ya! Kalau kau mau tahu coba tanyakan kepada eomma nanti." celetuk Jisoo sembari memakai kalungnya. "Jangan coba-coba menghilangkannya. Aku tahu apa yang kau pikirkan, Lisa."
Lisa tersenyum sembari menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tak gatal sama sekali.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.