ter-ujian

8.9K 1.1K 440
                                        

#athagala

Or

#gentagala

Or

#athagenta xixi

***

Ujian sejarah adalah salah satu dari sekian mata pelajaran yang membuat Galaksi ingin membenturkan kepalanya ke dinding, atau mungkin sesuatu yang lebih keras dari itu.

Jantung Galaksi tiba-tiba saja berdetak cepat melihat beberapa kata 'jelaskan' di setiap awal kalimat pada soalnya dan diakhiri dengan tanda seru!

Ini siapa sih yang bikin soal? Enak aja nyuruh-nyuruh. Batin Galaksi yang diamini oleh teman-temannya melalui telepati.

Duduk di depan orang jenius tidak membantu sama sekali. Jangankan untuk memberinya contekan, melirik Galaksi saja mungkin tidak terpikirkan olehnya. Temannya itu sibuk menulis sesuatu dengan menggebu tanpa mengalihkan pandangan sedikitpun dari lembar jawabannya. Di 15 menit terakhir ia bahkan meminta lembar jawaban tambahan untuk essaynya! Galaksi pikir mungkin temannya itu akan menyelesaikan jawabannya setebal makalah jika diberi tambahan waktu beberapa menit lagi.

Galaksi merasa bahwa ia diisolasikan dari dunia ini.

Ia bahkan tidak menyentuh halaman belakang lembar jawabannya sama sekali. Sialan.

Dunia sekejam dan setidak adil itu pada Galaksi.

Galaksi tidak tau mana yang lebih menyedihkan antara tidak ikut ujian daripada ikut tapi dengan otak yang tersumbat minyak bakwan.

Tuhan, rasanya Galaksi ingin bereinkarnasi saja dan terlahir kembali menjadi sesuatu yang lebih berguna-daripada seonggok daging dengan otak yang 95 persen tertutup lemak. Jadi tutup botol misalnya.

Galaksi mengumpulkan lembar jawabannya di meja pengawas dengan langkah berat. Pengawas ujiannya melirik lembar jawaban Galaksi dan pemiliknya bergantian dengan dahi berkerut di balik kacamatanya lalu menggeleng pelan.

Galaksi menghembuskan napas kencang. Besok ujian mtk dan fisika. For god sake! Galaksi ingin meledak saja rasanya dan menjadi kepingan-kepingan atom dari daripada mempelajari atom itu sendiri.

Ia tidak bisa terus-terusan seperti ini jika tidak ingin jadi siswa legend. Keputusannya sudah bulat. Ia harus mengambil aksi.

Setelah kembali ke tempat duduknya dan membereskan peralatan ujiannya, Galaksi memutar tubuhnya ke belakang, menonton temannya yang sedang membereskan alat tulis dan memasukkannya ke dalam tas. Galaksi berdehem.

"Gen,"

Genta menghentikan aktivitasnya sebentar, memperhatikan Galaksi yang menatapnya dengan tatapan memelas.

"Gue boleh minta tolong ajarin MTK nggak?"

Genta terdiam sebentar dengan bibir yang mengatup. Galaksi menganggap respon dari temannya itu sebagai keengganan. Buru-buru ia menambahkan. "E-eh kalau lo sibuk atau gimana gitu gue nggak papa kok. G-gue bisa tanya ke teman-teman yang lain. Hehe."

Galaksi mengusap tengkuknya dan bangkit, hendak menemui Joni di kelas sebelah.

"Bisa."

Genta menahan tangan Galaksi.

"Apa?"

"Gue bisa bantu lo."

Entahlah, Galaksi merasa lega. Ia kembali duduk di bangkunya. "Jam 4 lo bisa?"

Genta mengangguk. "Dimana?"

"Di sawadi cup aja gimana? Atau lo ada saran lain?"

"Di situ aja. Jam stengah 4 gue jemput lo."

Boys' Day OutCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang