"Gue enggak pura-pura, dari awal emang lu ga percaya kan sama gue?"
-Andini Maheswari-
😆
"Angkasa itu jahat, Ya'! Jangan jatuh cinta sama dia!"
Alya memalingkan wajahnya. "Mana mungkin kan saya percaya sama orang yang udah jahatin saya?"
Dini menggeleng kuat. "Gue ga pernah jahatin elu, Alya! Terserah, lu mau percaya atau enggak, setidaknya, sebagai teman gue udah ngelakuin kewajiban gue!"
Dini meninggalkan Alya, dia memberikan Alya waktu untuk berpikir.
😆😆😆
Keadaan Alya saat ini sangat mengenaskan. Baju putihnya sudah berwarna-warni. Tumpahan kecap, saos, teh, dan lainnya. Alya tahu kalau dirinya saat ini sangat menjijikkan.
Semua orang menatapnya dengan tatapan menjijikkan. Semua orang menatapnya sama dengan tatapan keluarganya melihatnya.
Alya kira Angkasa itu beda. Alya kira Angkasa adalah satu-satunya orang yang akan menerimanya. Alya benar-benar lupa kalau dia tidak boleh mempercayai manusia manapun. Semua manusia itu, jahat.
"Gimana ya, yakali gue mau pacaran sama cewek pungut yang jelek gini. Kuman.."
".. kuman yang sudah berani-beraninya ngambil posisi tertinggi Angkasa," geram Angkasa.
"Seharusnya, lu mati aja." Angkasa memasang wajah menyeramkannya.
"Dari awal, gue ga benar-benar suka ke elu, kok. Gue cuma jadiin lu target aja, songong sih.."
".. dan berhasil, lu jatuh cinta sama gue, dan bentar lagi bakalan patah hati." Angkasa menyeringai.
"Lu tahu Al, semua anak-anak dan guru-guru di sini itu dipihak gue. Tanpa gue, mereka bukan apa-apa. Tanpa gue, dunia ini ga akan menyenangkan!"
"HARUSNYA GUE UDAH TENANG. HARUSNYA LU GA USAH ADA DI DUNIA INI, ALYA!"
Angkasa mengambil ember yang baru diberikan oleh Arya dan menuangkannya ke Alya.
Bau.
Air parit ya?
Alya memejamkan matanya. Perasaannya campur aduk.
"Jadi, yang masang foto di mading itu kamu? Bukan Dini?" Alya mendongakkan kepalanya menatap Angkasa tajam.
Angkasa mencengkram pipi Alya lalu menamparnya.
"Berani banget lu natap gue gitu! Iya gue, lagipula kan lu emang murahan," ujar Angkasa lalu menginjak tangan Alya.
"Alya Khairunissa. Anak yang dipungut saat umurnya 1 tahun. Ibu kandungnya seorang pelacur yang harus meninggal karena mengidap hiv. Dipungut keluarga Alexander, mungkin kalau ga dipungut lu bakal jadi pelacur juga ya? Ups, atau sekarang lu emang gitu?"
"JANGAN NGATAIN IBU SAYA!"
Plak.
"Jangan teriak, sayang."
Angkasa berjongkok dan menjambak rambut Alya.
"Kalau lu bingung gue tahu darimana, tuh," ucap Angkasa dan menunjuk 5 orang yang sedang duduk dengan santainya.
"Keluarga Alexander yang ngasih tahu langsung. Lu tahu kan Alya? Kalau semua orang emang ga ada yang suka sama lu? Saat itu, harusnya lu ikutan mati sama ibu lu, Alya."
😆😆😆
Dini melihat suasana kantin yang sangat ramai. Dia menaikkan masker dan topi yang dipakainya. Dini bisa melihat beberapa orang yang menjaga pintu kantin.
Dini tahu dia tidak akan bisa masuk dengan mudah, status Dini saat ini, buronan.
Angkasa sialan itu, benar-benar menyebalkan.
"Harusnya lu ikutan mati sama ibu lu, Alya."
Dini menyeringai. Si Angkasa berengsek ini memang benar-benar menakutkan.
"Bertahan, Alya!" batinnya berseru.
Tidak lama kemudian, Dini menerjang orang-orang yang menjaga pintu kantin dan menerobos masuk.
Suasana kantin seketika menjadi kacau.
Dini kesulitan, sekuat apapun dia, dia tetap seorang wanita.
Alya melihat semua orang yang menatapnya remeh, menjijikkan, dan tidak berguna.
Tetapi, dia masih harus hidup. Ada urusan yang harus dia selesaikan.
Alya melihat Angkasa yang sedang lengah, Angkasa sedang memerintahkan orang-orang untuk menahan gadis yang mengenakan topi dan masker itu.
"Dini sialan," gumam Alya dengan bibir yang menyunggingkan senyum cerah.
"Duh saya jadi ngomong kotor, kan saya jadi semangat gini."
Alya langsung menendang bagian lemah Angkasa. Ketika Angkasa lengah dan terjatuh, Alya langsung memberikan pukulannya ke pipi Angkasa.
"Laki-laki tampan yang hobinya menyakiti wanita, derajatnya lebih rendah dari sampah!" Alya meludahi Angkasa dan langsung lari ke arah Dini. Dia menarik tangan Dini.
Mereka berdua menerjang orang-orang yang menghalangi langkah keduanya.
Angkasa berdiri. Dia mengusap wajahnya dari bekas ludah Alya. "SIALAN! KEJAR! JANGAN SAMPAI LOLOS, GUE BUNUH LO SEMUA KALAU SAMPAI LOLOS!"
Angkasa mengepalkan kedua tangannya. Dia menendang meja.
"Cewek-cewek berengsek, mati lu!"
😆Angkasa😆
MAAPKEUN KALO ADA TYPO😜
AQ LGI SEMANGAT OK. SELAMAT MENIKMATI HIDANGAN TAK JELAS INI, MUEHEHE.
BABAY WOY.
LUV U
>>>
KAMU SEDANG MEMBACA
Angkasa ✓
Roman pour Adolescents[Completed] Sebelumnya, Angkasa selalu peduli terhadap wanita dan menjadikan wanita itu makhluk nomor satu yang harus dilindungi dan disayangi. Tetapi karena satu hal, Angkasa menjadi lelaki yang sangat suka menyakiti hati wanita dan membuatnya mena...
