"Cara nyakitin cewek-cewek tuh gampang, romantisin aja dulu, abis itu tinggalin."
-Angkasa Altezza-
😣
Angkasa memarkirkan motor besarnya bersama motor-motor lainnya. Dia berjalan sambil bersiul dan menyisir rambutnya dengan jarinya.
Ketika sedang asik-asiknya tebar pesona seperti kebiasaan seorang Angkasa, dia tidak sengaja menabrak seorang gadis. Berkacamata, jelek, tidak menarik, jelek.
Gadis itu membawa banyak tumpukan buku di tangannya, karena ditabrak oleh Angkasa, seluruh bukunya jadi jatuh dan berserakan di lantai. Gadis itu memungut bukunya sambil beberapa kali membetulkan kacamatanya. Angkasa -- sang pelaku tak berniat sedikitpun untuk membantu gadis yang ditabraknya.
Angkasa melihat gadis itu dengan tatapan remeh. Ketika gadis itu selesai membereskan bukunya dan ingin berdiri, Angkasa menendang buku yang ada di tangan gadis itu sehingga buku-buku itu kembali berserakan di lantai. Gadis yang bernama Dini itu sudah hampir menangis.
Kini dia menjadi pusat perhatian semua orang, tidak ada yang berniat untuk membantunya, tidak ada. Sampai-sampai seorang murid baru itu kembali membuat terkejut banyak orang.
"Ya ampun, sini saya bantu," ucap Alya ikut memungut buku-buku milik Dini.
Dini menatap Alya dengan tatapan berterimakasih. Alya membalas tatapan itu dengan lembut. Mereka berdua berdiri dan melihat sekitarnya.
Alya menatap Angkasa dengan tatapan marahnya. "Kamu kira kamu keliatan keren ngelakuin hal kayak gini? Najis yang ada!" ucap Alya lalu dia pergi bersama Dini.
Alya tahu Dini, dia teman sekelas Alya yang duduk dipojok kelas sambil membaca bukunya sendirian.
Angkasa mendengus kesal, berani sekali Alya kepada seorang Angkasa.
Angkasa tersenyum miring. "Liat aja entar, lu bakal cinta mati sama gue," ucapnya lalu berjalan sambil bersiul, seakan-akan tidak ada yang terjadi sebelumnya.
😣😣😣
Saat Angkasa masuk kelas, dia melihat Alya dan Dini sedang berbincang dengan riang. "Udah akrab aja," gumamnya.
Angkasa lalu duduk di sebelah Arya yang tengah sibuk bermain game di handphonenya. Arya tidak menyadari keberadaan Angkasa karena terlalu fokus terhadap gamenya, sampai ketika suara defeat keluar dari handphone Arya, dan Arya yang membanting handphonenya karena kesal. Arya melihat Angkasa yang terkekeh di sebelahnya.
"Anjir Sa, udah nongol ae lu tiba-tiba," ucapnya sambil memegang dadanya karena terkejut.
"Alay lu, udah di sini gue daritadi," balas Angkasa cuek.
"Sa, handphone gue retak nih, gila sih mana baru dibeliin sama bokap, Sa," ucap Arya sedih.
"Bodoamat, siapa suruh lu banting setiap hari."
"Kesel gue Sa, reflek cuy kalo kalah," jawab Arya memperlihatkan wajah kesalnya.
"Udah Ar, ada yang lebih penting," kata Angkasa dengan serius.
"Ha? Apaan?" Balas Arya lalu memasukkan handphonenya ke sakunya.
Angkasa menghela napasnya. "Lu ngerasa kan daritadi ada yang ngeliatin kita?"
"Kaga," jawab Arya polos.
"Goblok sih lu." Dengus Angkasa.
Arya terkekeh geli. "Iya liat, itukan, pacar baru lu yang tiba-tiba pindah ke tempat duduk si Dini."
"Yoi."
"Terus kenapa? Lu mau ngapain yang mana, Dini atau Alya?"
"Bodoamat sama Dini, kita urus nanti cewek brengsek itu." Angkasa mengambil buku dan pena nya lalu meletakkannya di tengah-tengah meja mereka.
"Buat apaan nih?" tanya Arya dengan muka begonya.
"Si Alya kayak biasa aja ke gue, ayo kita buat misi."
Arya menahan tawanya. "Misi apaan njir, kocak lu!"
Angkasa sebenarnya mulai menyadari bahwa tindakannya ini menggelikan, tapi apa mau dikata, kepalang tanggung.
"Kita namain ini misi 'baperin lalu putusin' gimana Ar, bagus ga?"
Arya tertawa terbahak. "Apaan dih ga jelas, tapi okelah. Ayo cepetan apaan nih isi misinya bentar lagi masuk."
Angkasa membuka bukunya lalu mulai mencatat hal-hal untuk melaksanakan misi pentingnya.
Setelah dirasanya dia selesai mencatat, dia menyerahkan catatan itu kepada Arya untuk dilihat oleh sahabat baiknya itu.
Arya membaca satu persatu misi yang dibuat oleh Angkasa.
Misi "Baperin lalu putusin" oleh Angkasa Altezza gans :
1. Beliin minum pas istirahat, setiap hari, biar baper.
2. Ajak pulang bareng.
3. Ajak jalan.
4. Gandeng tangannya, biar baper.
5. Beliin coklat, boneka, atau apalah yang doi suka.
6. Elus palanya kayak anak anjing.
7. Turutin yang doi mau.
8. Harus tetep senyum di depan doi, walau doi lagi marah-marah.
9. Rajin chat dan telpon doi.
Arya terkekeh setelah membacanya. "Ini ada yang kurang Sa, sini gue tambahin!"
Arya mengambil pena Angkasa lalu mulai menulis sesuatu di catatan Angkasa tadi. Setelah selesai, giliran Angkasa yang membacanya.
10. Harus bersikap jadi anak baik di depan doi. Suka menolong orang dan tidak membuang sampah sembarangan.
Catatan : Dilarang jatuh cinta beneran, karena setelah berhasil buat doi baper dan cinta mati, langsung sakitin!
-Lakukan hal-hal di atas setiap hari.
Angkasa mengangguk-anggukkan kepalanya. "Nomor 10 gampang sih sebenernya, asal jangan nolongin cewek aja, jijik gue, apalagi cewek jelek. Tolong, gue alergi sama cewek jelek."
"Najis!" Umpat Arya menempeleng kepala Angkasa.
Berasamaan dengan selesainya mereka membuat misi penting itu, Pak Rahmat -- guru Fisika memasuki kelas.
"Duh, otak gue," keluh Arya.
"Untung gue pinter."
😣Angkasa😣
Heyoo, kambek dengan pemeran baru, hahah. Katakan hai kepada Dini! Wkwkwk
Ga sabar mau konflik:") apakah aku yang hina ini bisa buat konflik? Hahaha! Selamat membaca!
Maaf kalo ada typo! Kritik dan saran sangat ditunggu!
Lopyutu💙
>>>
KAMU SEDANG MEMBACA
Angkasa ✓
Teen Fiction[Completed] Sebelumnya, Angkasa selalu peduli terhadap wanita dan menjadikan wanita itu makhluk nomor satu yang harus dilindungi dan disayangi. Tetapi karena satu hal, Angkasa menjadi lelaki yang sangat suka menyakiti hati wanita dan membuatnya mena...
