Hai haiiii....
Aku back again nih....
Vote and coment ya...
Aku tunggu loh...
-------------------------------------------------------------------------------
Meri bersenandung ria sembari berjalan pelan tangannya menenteng tempat makan siang untuk oppa deannya yang ntah kenapa memintanya untuk mengantarkan makanan siang ini, Jujur meri baru pertama kali menginjakkan ke kantor dean yang tengah sibuk jadi perbincangan dimedia massa karna menjadi perusahaan yang sedang merangkak naik menjadi dan masuk kedalam jajaran perusahaan yang patut diperhitungkan,itu semua tak luput dari kerja keras Dean sang pemilik serta CEO dan sedikit bantuan kerjasama dari perusahaan no.1 yaitu perusahaan milik Delvero yang CEO nya merupakan adik iparnya sendiri.
Meri yang memang tidak tahu menahu jalan menuju ruang sang oppa pun celingak celinguk memantau keadaan.
Hingga ia melihat seseorang yang kiranya pas untuk ia bertanya.
"Woii ular sanca!!" teriak meri tak tau malu,
Seorang perempuan berkacamata yang dipanggil pun melihat kearahnya dengan tatapan aneh dan bingung sembari menunjuk dirinya sendiri.
"Iya elu!! Sini deh gue mau nanya!"
"Iya mbak ada yang bisa saya bantu?" sapa perempuan tadi ramah padahal dalam hati dongkol nauzubillah
"Lu tau ruangan dean dimana gak?"
"Dean? Ohh bapak Dean maksud mbak?" tanya si perempuan kembali
"Iya, lu tau dimana?"
"Tau mbak, mari saya antar."
Setelah sampai di depan pintu ruangan Dean, perempuan tadi pun pamit,
"Makasih yaaa ular sanca!!" meri langsung masuk kedalam ruangan dean,tanpa menghiraukan raut kesal dari sang salah satu pegawai Dean tersebut.
Dean mengerutkan keningnya melihat meri yang tiba-tiba saja memasuki ruangannya.
"Haloo oppa ini udah gue bawa makan siang pesanan oppa!" ucap meri riang
"Hmm.. Dari mana lu tau ruangan gue tanpa gue kasih tau?" tanya dean datar.
"Oh tadi gue nanya sama ular sanca!"jawab meri yang sedang sibuk menata makanan yang dibawanya.
"Hah? Ular sanca?" tanya dean bingung,
"Ituloh... Cewe yang pakek baju motif bunga kembang tujuh rupa tapi versi layu yang udah 7 hari diatas kuburan warna nya udah ga ada, gak jelas mirip corak ular sanca!" jawab meri acuh
Dan sontak jawaban meri mampu membuat Dean auto tepuk jidat.
Ingin rasanya dean membungkam mulut nyinyir meri agar tak mengeluarkan suara yang mampu membuat manusia normal kesal.
Dean kembali fokus pada pekerjaan nya menatap laptop penuh cinta.
Meri yang melihat itupun mendengus,
"Oppa sini makan dulu ih, cape nih gue bawa Dedak eh makanannya, gue harus mendaki gunung,lewati lembah,nyebrangi pulau,nyasar si sarang werewolf,lari dari pangeran vampir yang menjadikan aku ladynya, banyak cobaan serta rintangan mengadapi demi bisa membawakanmu makanan agar tak cacingan menghadapi kenyataan bahwa akulah istri masa depan yang akan kau manjakan"
cerocos meri tanpa jeda yang mampu membuat Dean darah tinggi seketika.
"Diemmm!!! Lu gak liat gue lagi ngapain? Tangan gue sibuk, suapin!" perintah Dean.
"Suapin pakek apa? Mau pakek tangan apa kaki? Mau pakek sendok apa golok?" tanya meri yang mendapatkan tatapan tajam dari sang oppa,
"Oke oke, pakek mulut aja!"
"Meri!!!"
"Oke oke love you too"
KAMU SEDANG MEMBACA
Hallo my Oppa!
Romance(Di sarankan untuk baca You're my Mommy! Terlebih dahulu) ketika zubaedah alias Meri jatuh cinta dan tak lelah mengejar abang dari sahabat baiknya dengan segala kehebohan dan kericuhan yang terjadi oleh nya, jatuh bangun Meri berjuang mendaki gunun...
