Part 9 Akad Nikah

14.9K 895 5
                                        

Setelah Adiba menelpon menanyakan keadaan Ghifari, tidak ada komunikasi lagi diantara mereka sampai hari akad nikah berlangsung. Adiba juga mengabari pernikahannya kepada sahabatnya hanya lewat sms. Dia ingin memberi kejutan kepada mereka.

"Adiba jadi kamu serius soal Aa Ghifari kalau calonnya adalah kamu" teriak Eva.

Eva tidak percaya ketika mereka berkumpul di kamar Adiba menunggu acara akad nikah dimulai. Adiba hanya mengangguk.

"Ihh dasar ya nih anak dia cuma mesem-mesem aja ketika kita mengagumi calon suaminya" Dini menonjok lengan Adiba pelan.

"Iya nih nyebelin banget nih anak" tambah Laras mencubit gemes pipi Adiba karena kesal cuma mengundang mereka lewat sms doang.

"Habis salah siapa coba nggak percaya denganku" Adiba terkekeh untuk mengurangi rasa gugupnya.

Tak lama terdengar di luar kamar acara akad nikah dimulai. Jantung Adiba berdetak kencang ketika mendengar Ghifari melafaskan ijab qobul dengan lancar dan terdengar kata SAH dari penghulu dan saksi. Kini dia telah resmi menjadi istri Ghifari Ar Rasyid. Ketiga sahabatnya memeluk Adiba bahagia kini berkurang satu lagi jomblo diantara mereka berempat.

"Barakallah Adiba" ucap mereka serempak mencium Adiba bergantian.

Umi Adiba masuk ke kamar meminta putrinya untuk segera keluar menemui Ghifari. Ketiga sahabatnya berjalan mengiringi Adiba yang dituntun uminya.
Adiba tiba di hadapan Ghifari masih menunduk, dia malu menatap wajah tampan suaminya. Ghifari menarik tangan kiri Adiba dan menyematkan cincin pernikahan di jari manis Adiba kemudian mencium kening Adiba sekilas. Adiba berdesir ketika Ghifari mengecup keningnya karena untuk pertama kalinya ia dicium lelaki lain selain abi dan kakaknya.

"So sweet banget jadi baper" gumam Dini melihat Adiba ditatap Ghifari.

Adiba lalu mencium tangan suaminya kemudian kakaknya Aiman langsung mengajak Adiba dan Ghifari untuk berfoto. Adiba menurut saja dengan Aiman yang suka jahil dengannya sebagai pengarah gaya. Adiba bisa menebak kakaknya itu pasti akan mengarahkan gaya yang membuat jantung Adiba semakin berdebar.

"Diba, lihat mata Ghi dong masa nunduk terus" goda Aiman sambil mengatur gaya berfoto mereka berdua.

Adiba hanya mendengus kesal dengan ulah kakaknya. Ghifari hanya tersenyum kecil melihat Adiba salah tingkah.

"Pegang pundak Ghi, biar romantis" tambah Dzaki.

"Nah sekarang Ghi pegang pinggang Adiba, Diba tetap tatap mata Ghi ya" lanjut Aiman ke sesi berikutnya.

Adiba sudah tidak tahan lagi digoda kakaknya yang jahil itu. Sementara debar jantung Ghifari semakin kencang kala menyentuh pinggang ramping Adiba.

"Udah ya kak ini yang terakhir" ujar Adiba sewot karena badannya udah panas dingin bersentuhan fisik dengan Ghifari.

"Eh..moment ini hanya sekali seumur hidup lho Diba, nggak bisa diulang" Aiman tak kalah sewot.

Ghifari hanya tersenyum melihat istrinya yang masih canggung dengannya. Adiba menurut saja, dilihatnya Adiba juga tidak ada penolakan dengan arahan gaya dari kakak iparnya.

Continue

Cintaku LDR-an (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang