Part 22 Pergi dari Rumah

14.4K 778 3
                                        

Adiba menelpon Eva minta jemput di sekitar rumah kontrakannya. Sungguh dia tidak tau harus kemana hanya Eva yang dia kenal di Bandung. Eva menjemput Adiba dan membawanya ke rumah dia dan Dzaki tempati berdua. Di kamar tamu Eva, Adiba menceritakan semua kejadian yang dia alami barusan. Eva pun ikut merasakan kesedihan sahabatnya itu.

“Diba, tapi kan sekarang Aa Ghifari sudah jadi milikmu. Dia telah memilihmu, kamu nggak perlu sedih begitu” nasihat Eva.

“Tolong teh jangan beritahu Aa Dzaki kalau aku disini, aku belum mau ketemu mas Ghifari” Adiba memohon.

“Tapi, suamimu pasti cemas kalau kamu nggak ada di rumah”

“Ku mohon” ujar Adiba memelas menangkupkan kedua tangannya ke dada. Eva mau tak mau terpaksa mengabulkan keinginan Adiba.

“Baiklah. Eh Aa Dzaki udah pulang aku tinggal dulu ya” ujar Eva ketika mendengar suara mobil suaminya datang. Adiba mengangguk sambil menghapus airmatanya yang masih mengalir.

“Aa ada temen Eva menginap di rumah, kita udah lama nggak cerita-cerita. Boleh ya?” ujar Eva meminta izin suaminya.

“Iya, dimana temannya Yang?” tanya Dzaki.

“Ada di kamar tamu. Lagi istirahat” jawab Eva. Eva bernafas lega karena Dzaki tidak menanyakan nama temannya itu.
----------

Ghifari pulang kerja hampir memasuki waktu ashar. Sudah berapa kali dia mengetuk pintu rumah namun belum ada sahutan dari istrinya.

“Ghi, ini kunci rumahmu”

Irvan keluar dari rumahnya mendengar suara Ghifari memanggil nama Adiba. Ghifari mengangkat sebelah alisnya, dia merasa heran kenapa Adiba pergi tidak izin dengannya, lagipula dia mau pergi kemana.

“Istrimu pergi dengan mata sembab setelah Aisyah datang ke rumahmu” jelas Irvan seolah menjawab keheranan Ghifari menerima kunci rumahnya dari Irvan.

“Apa? Aisyah?” tanya Ghifari terkejut bukan main mendengar nama Aisyah yang sudah lama dia lupakan.

“Iya. Entah apa yang mereka bicarakan. Soalnya aku bukan penguping” kata Irvan menyakinkan.

“Makasih Van, aku masuk dulu ya” pamit Ghifari masih penuh pertanyaan di otaknya.

Untuk apa Aisyah menemuinya sampai datang ke kontrakannya segala.
Ghifari masuk ke dalam rumahnya, di atas meja ruang tamu dia melihat plastik dilihatnya isi kotak di dalam plastik itu yang ternyata kue ulang tahun dari Aisyah.

“Astaghfirullah” Ghifari memajamkan matanya.

Inikah yang menyebabkan Adiba pergi dari rumah. Pikirnya. Ghifari lalu mengambil ponselnya dan segera menghubungi nomor kontak Adiba. Ada nada sambung tetapi Adiba tidak mengangkat telpon darinya.

“Adiba. Dimana kamu sekarang?” gumam Ghifari.

-----------

Sudah dua hari Adiba tidak pulang. Ghifari melaporkan Adiba ke kantor polisi dia takut Adiba nyasar atau telah terjadi sesuatu karena dia belum pernah ke kota Bandung sebelumnya. Ghifari merasa frustasi karena belum menemukan jejak istrinya dimana. Tiba-tiba dia teringat dengan Eva istri Dzaki. Bukannya hanya Eva yang Adiba kenal disini, apa mungkin dia di rumah Eva? Istri Dzaki juga masih liburan disini. Ghifari bergegas menuju rumah Dzaki. Semoga saja Adiba ada disana. Batinnya.

Continue

Cintaku LDR-an (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang