Akhirnya ketiga sahabat itu tiba juga di kota Bandung. Mereka dijemput kakak Eva di bandara menuju kediaman orang tua Eva.
“Teh Eva udah dipingit, Aa?” tanya Dini ketika di dalam mobil.
“Sebenarnya ga ada istilah dipingit, hanya lebih baik dia menunggu di rumah kalau ada orang lain yang bisa menjemput kalian” jawab Iqbal kakak Eva tersenyum.
Mereka tiba di rumah disambut Eva yang sudah berdiri di depan pintu.
“Assalamualaikum teh Eva” Laras menghambur memeluk Eva disusul Adiba dan Dini.
“Waalaikumsalam. Jazakillah kalian mau datang” balas Eva tersenyum bahagia.
“Iya teh, untuk teh Eva apa sih yang nggak” kedip Adiba. Dini dan Laras terkekeh.
“Ayo masuk, kalian tidur di kamarku aja yah” ajak Eva masuk ke dalam rumah besarnya.
“Eh...temen Eva udah datang, ya. Makasih udah jauh-jauh mau datang ke Bandung. Ayo masuk mami senang banget” ujar mami Eva menyambut ketiga sahabat anaknya.
“Iya, Mi. Mereka tidur di kamar Eva aja, ya, Mi” ujar Eva.
“Iya, Sayang nggak apa, besok kan kamu akan melepas masa gadismu, jadi nikmatilah malam ini bersama sahabatmu” ucap mami Eva tersenyum.
Eva mengajak Adiba, Dini dan Laras ke lantai atas tempat kamar Eva berada sekaligus sebagai kamar pengantin Eva. Sedangkan acara resepsinya di Sheraton Bandung Hotel dan pengantin akan menginap di sana semalam.
Setelah sholat Isya, Dini dan Laras tertidur karena kecapekan. Sementara Adiba dan Eva matanya belum bisa terpejam.
“Teh, nanti gimana kuliah teteh?. Suami teteh kan di sini?” tanya Adiba.
“Kuliah tetep jalan Diba. Ya, mau gimana lagi harus pisah dulu, sih. Paling juga Aa Dzaki yang mengunjungi teteh. Atau kalau teteh libur, ya, teteh yang balik ke Bandung. Mau gimana lagi” jawab Eva dengan raut wajah pasrah.
"Aduh nasibku nanti bakalan sama kayak teh Eva, nih" batin Adiba.
“Kamu memikirkan apa, Diba?” tanya Eva melihat Adiba termenung.
“Eh nggak, Teh. Teteh dijodohin, ya, dengan Aa Dzaki?” lirik Adiba.
“Mm, nggak, sih. Aa Dzaki itu teman masa kecil Teteh” jelas Eva.
“Oh, jadi cinta tumbuh sejak masa kecil nih ceritanya, cie ... cie” goda Adiba. Eva tersenyum malu.
“Tapi kami nggak pacaran Diba. Setelah SMP, Aa Dzaki ikut papanya pindah ke Bangka. Kita cuma ketemu beberapa kali ketika teteh pulang ke Bandung karena Aa kuliah di Bandung. Sekarang Aa lagi nyusun skripsi” jelas Eva lagi.
"Huaa!! Kenapa sama kayak Mas Ghifari, jangan-jangan mereka temenan lagi" batin Adiba.
“Udah, Teh. Kita tidur, yuk. Udah jam 12 nih, besok kan akad nikah Teteh” ajak Adiba setelah melirik jam dinding karena asik ngobrol ternyata udah larut malam.
Continue
KAMU SEDANG MEMBACA
Cintaku LDR-an (END)
Ficción GeneralMenikah tapi masih kuliah?? Why not?? Adiba Maharani menerima tawaran menikah dari orang tuanya meskipun dia dan calon suaminya masih kuliah. Jarak yang terpisah antara Palembang-Bandung setelah menikah tidak membuat salah satunya mengalah untuk mem...
