Ghifari menggendong hati-hati bayi laki-laki yang telah dilahirkan oleh Adiba. Bayi itu mereka beri nama Al Fatih Arsyad Ghifari. Adiba tersenyum melihat wajah suaminya yang terlihat bahagia.
“Ghi, sini Al sama umi. Kamu urus Diba aja” Shofiyah uminya mengambil Al nama panggilan untuk putra mereka dari tangannya.
“Sini cucu nenek” ucap Shofiyah.
“Mass” panggil Adiba lemah
Ghifari duduk di dekat Adiba yang masih terbaring lemah di atas ranjang. Ghifari mencium kening Adiba.
“Terima kasih sayang sudah berjuang melahirkan anak kita. Buah cinta kita berdua”
Adiba memejamkan matanya, nyeri bekas dia melahirkan seakan hilang mendengar ucapan suaminya.
“Bidadariku, cepat sehat ya” tambah Ghifari.
Ghifari tahu betul kalau Adiba sangat suka jika dia memanggil istrinya itu dengan sebutan bidadariku. Ghifari lalu sekilas mencium bibir Adiba.
“Terima kasih juga mas, setiap Diba membutuhkan mas, mas selalu ada di samping Diba” balas Adiba merasa bersyukur memiliki suami seperti Ghifari.
----------
Tiga bulan usia baby Al, ia telah menjadi rebutan kedua neneknya yang tak lain umi Ghifari dan umi Adiba. Adiba yang kerepotan harus mondar-mandir, dia sudah seperti kucing beranak pindah dari rumah uminya lalu ke rumah mertuanya.
Saat baby Al digendong mertuanya, kesempatan Ghifari mengajak Adiba bicara empat mata di kamar mereka.
“Yang, sudah kamu pikirkan?” tanya Ghifari lagi karena sebelumnya Ghifari pernah menyampaikan keinginannya untuk mengajak Adiba tinggal di Bandung. Tapi Adiba belum menjawabnya.
Adiba menunduk, sebenarnya dia tidak mau meninggalkan kota kelahirannya. Dulu dia berharap tidak mendapatkan jodoh dari kota lain, dia tidak ingin seperti kakak-kakaknya merantau karena berjodoh di luar daerah. Dia tidak ingin jauh dari orang tuanya tapi dia juga tidak tahan lagi harus berjauhan dengan suaminya.
“Diba, mas tahu kamu tidak mau jauh dari umi dan abi tapi mas suamimu, kamu harus ikut mas kemana pun mas pergi” ucap Ghifari mengangkat wajah Adiba agar melihatnya
Adiba masih terdiam. Setiap membahas masalah ini Adiba menjadi dilema.
“Kita sama-sama membesarkan Al tanpa pengaruh kedua nenek dan kakeknya. Mas ingin kita selalu bersama tanpa ada jarak yang memisahkan kita” lanjut Ghifari menggenggam kedua tangan Adiba dengan tatapan memohon.
“Diba menyerah mas, Diba tidak sanggup lagi menjalani kehidupan rumah tangga seperti ini. Diba ingin selalu berada di samping mas” tatap Adiba hatinya luluh sudah, Ghifari menarik Adiba ke dalam pelukannya.
“Jazakillah sayang. Love you bidadariku” bisik Ghifari bahagia.
Adiba mengangguk tersenyum ia mengeratkan pelukannya. Dia merasa sangat nyaman berada dalam pelukan suaminya dan pelukan itu akan selalu dia rasakan jika dia berada di dekat Ghifari setiap hari tanpa ada jarak yang memisahkan mereka lagi.
THE END
27 Juni – 1 Juli 2018
Jika ada kesamaan nama itu emang disengaja Author karena emang Author suka nama-nama yang bagus walaupun hanya imajinasi. Sekian dan terima amplopnya.Kwkwkw
By:Rabiha Adzra
KAMU SEDANG MEMBACA
Cintaku LDR-an (END)
General FictionMenikah tapi masih kuliah?? Why not?? Adiba Maharani menerima tawaran menikah dari orang tuanya meskipun dia dan calon suaminya masih kuliah. Jarak yang terpisah antara Palembang-Bandung setelah menikah tidak membuat salah satunya mengalah untuk mem...
