Part 14 Karena dia

14.8K 860 8
                                        

"Kalau Ghi nggak datang bakalan lama nih di rumah sakit" goda abi Adiba setelah sampai di rumah.

Setelah kedatangan Ghifari demam Adiba turun dan dokter membolehkan dia pulang keesokan harinya.

"Bener kata dokter, demam anak umi ini demam rindu" sambung uminya.

Ghifari hanya tersenyum kecil melihat wajah istrinya memerah karena malu.

"Umi..Diba sakit kan karena maag" elak Adiba.

"Udah sana beresin pakaianmu, Ghi mau mengajakmu bermalam di rumah orang tuanya" ujar Rina meninggalkan Adiba ke dapur.

"Mas...kita nggak tidur disini?" tanya Adiba.

"Diba, seharusnya memang kamu tinggal di rumah mertuamu bukan disini" jawab Mustafa mendahului Ghifari.

"Iya, tapi kalau mas nggak ada kamu boleh menginap disini" sambung Ghifari setuju dengan ucapan mertuanya.

"Iya deh, Diba siapin pakaian dulu"

Adiba meninggalkan suaminya ke kamar untuk mengambil beberapa pakaian dan buku kuliahnya karena otomatis dia berangkat kuliah dari rumah mertuanya.
--------

"Alhamdulillah menantu umi udah sehat" Shofiyah memeluk Adiba ketika sampai di rumah.

"Hmm kalian istirahat saja ya, Ghi juga pasti capek baru datang udah langsung jagain Diba. Diba juga kan baru sembuh" ujar Shofiyah melihat anak dan menantunya.

Ghifari lalu mengajak Adiba ke kamarnya yang sekarang akan menjadi kamar mereka berdua. Adiba terpesona melihat kamar suaminya yang tertata rapi dan bersih. Tidak ada foto-foto yang terpajang di dinding berwarna hijau itu.

"Kamu mandi aja duluan, mas keluar sebentar" Ghifari meninggalkan Adiba di dalam kamar.

Adiba masih mengurung diri di kamar mandi karena dia lupa membawa baju tidur. Sementara Ghifari sudah mandi di kamar lain karena ketika kembali ke kamar Adiba belum keluar juga dari kamar mandi.

Setelah kembali lagi ke kamar Ghifari heran kenapa Adiba belum keluar juga dari kamar mandi. Dia malah jadi takut terjadi sesuatu dengan istrinya di kamar mandi.

"Diba, kamu baik-baik saja disana? Kenapa lama sekali di dalam?" Ghifari mengetuk pintu kamar mandi.

"Hm..mas Diba lupa bawa baju tidur. Gimana?" sahut Adiba dari dalam.

Ghifari tersenyum geli jadi Adiba mengurung diri di kamar mandi dari tadi karena tidak ada baju tidur.

"Pinjam punya umi aja ya?" tawar Ghifari.

"Iya mas ga apa" kata Adiba setuju.

Ghifari lalu keluar kamar menemui uminya untuk meminjam baju tidur. Shofiyah berpikiran nakal karena anaknya pengantin baru jadi dia meminjamkan lingerie seksi miliknya yang pas di badan menantunya.

"Ini Ghi cocok buat Adiba" kata Shofiya tersenyum menyerahkan baju tidur yang sudah dilipat rapi olehnya sehingga Ghifari tidak menyadari seperti apa baju tidur uminya.

"Makasih mi" Ghifari meninggalkan uminya.

"Tidur nyenyak ya" ujar Shofiyah tersenyum geli.

Continue

Cintaku LDR-an (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang