Adiba harus ikhlas melepas kepergian suaminya. Aku tidak boleh egois, mas Ghifari sudah bekorban bolak-balik agar mereka cepat menikah. Batin Adiba. Sekarang dia harus menjalani kehidupan rumah tangga dengan LDR-an.
"Aduh adek kakak harus jablay nih" goda Aiman di bandara mengantar Ghifari.
"Apaan sih kak" Adiba menonjok lengan kakaknya.
"Aw..sakit dek. Wah Ghi kamu harus hati-hati ya dengan tonjokan Adiba" gerutu Aiman. Ghifari menatap Adiba tersenyum.
"Hati-hati mas" pesan Adiba menatap sendu suaminya.
"Jaga diri ya" Ghifari mengusap lembut kepala Adiba yang tertutup jilbab.
"Ehem...nggak minta peluk dek, mumpung belum pergi" goda Aiman lagi.
Tanpa persetujuan Adiba, Ghifari langsung menarik Adiba ke dalam pelukannya. Adiba membalas pelukan Ghifari dengan erat, dia pasti sangat merindukan suaminya.
"Udah jangan lama-lama, jadi baper nih" ledek Aiman. Adiba dan Ghifari tersenyum malu.
-----------
"Jadi sudah akad besoknya Aa Ghifari balik ke Bandung" kata Eva tak percaya. Hanya kepada Eva lah Adiba curhat karena Eva sudah menikah.
"Iya teh, mau persiapan sidang katanya" jelas Adiba tak bersemangat.
"Tapi sudah malam zafaf kan?" goda Eva.
"Belum, malamnya kami sedikit bertengkar sih jadi nggak ngelakuin apa-apa teh" ujar Adiba sedih.
"Nggak apa deh tertunda, biar lebih siap nanti kan jadi lebih romantis"
"Aih teteh udah pengalaman. Gimana teh sakit nggak?" tanya Adiba penasaran.
Eva melirik kanan kiri takut kedua sahabatnya yang masih gadis tiba-tiba muncul.
"Sedikit, tapi lama-lama jadi enak kok" jawab Eva hampir berbisik.
Adiba tersenyum kecil, badannya panas dingin mendengar kalimat Eva bagaimana kalau dia langsung mengalaminya.
"Udah nggak usah takut, laki-laki sholeh nggak akan main paksa kok. Teteh yakin Aa Ghifari sama kayak Aa Dzaki sayang sama istri" sambung Eva tersenyum melihat Adiba.
"Kita sama-sama jablay nih teh" ujar Adiba menghibur dirinya sendiri. Eva tertawa kecil mendengarnya.
"Hey kalian berdua ngobrolin apa sih seru banget?" tiba-tiba Dini menghampiri mereka berdua.
"Rahasia buat yang udah nikah aja" kata Adiba.
"Idiih mentang-mentang udah nikah" ujar Dini sewot.
"Udah yuk kita masuk kelas" ajak Eva
---------
Adiba menghabiskan waktunya di kampus sampai sore hari. Sebenarnya dia masih memikirkan pernikahan apa yang sedang dia jalani. Keduanya terpisah di pulau yang berbeda, lalu menikah tanpa hidup satu atap. Sungguh dia tidak ingin pernikahan seperti itu. Dia ingin selalu berada di samping suaminya. Apalagi mereka pengantin baru, belum lama saling mengenal, tapi harus berkomunikasi hanya lewat telpon atau Whatsaap. Terkadang Adiba berpikir kenapa Ghifari tidak mencari istri orang Bandung saja jika dia mau menetap di Bandung. Hubungan jarak jauh ini sungguh menyiksa pikiran Adiba.
Continue
KAMU SEDANG MEMBACA
Cintaku LDR-an (END)
General FictionMenikah tapi masih kuliah?? Why not?? Adiba Maharani menerima tawaran menikah dari orang tuanya meskipun dia dan calon suaminya masih kuliah. Jarak yang terpisah antara Palembang-Bandung setelah menikah tidak membuat salah satunya mengalah untuk mem...
