3

2.7K 271 79
                                        

Buat yang udah baca, dari chap ini sampe chap 4 aku republish sesuai pengumuman yang aku publish kemaren ya. Maaci






" Oh my god, what should i do now?" Jungwoo memijit kepalanya yang mulai terasa berdenyut akibat pengaruh minuman, mengantuk dan juga kebingungan. Dia berpikir keras.



 Dia berpikir keras

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Ok, Lucas Wong. Karena tidak ada pilihan lain, aku akan membawamu ke rumah sakit sebagai bentuk tanggung jawab karena aku juga ikut andil membuatmu seperti ini" kata Jungwoo pada Lucas yang tengah tergeletak tak sadarkan diri.

"UGH!! Badanmu berat sekali" gumam Jungwoo sambil membopong tubuh Lucas yang lebih besar dari tubuhnya itu masuk ke dalam mobil miliknya.

" Huft..Akhirnya" Jungwoo bernafas lega setelah berhasil membaringkan tubuh Lucas di kursi belakang Maseratti miliknya. Setelah itu, Jungwoo segera menuju ke kursi pengemudi lalu menghidupkan mobilnya menuju ke rumah sakit terdekat.






.
.
.








2 jam sudah Jungwoo menunggu Lucas yang sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Dokter sedang memeriksa kondisi Lucas dan memastikan apakah ada luka dalam ataukah luka lain yang bisa membahayakan jiwanya.

" Iya, Bu, aku sedang menginap di rumah Johnny. Maaf, tadi aku menghabiskan 4 gelas minuman jadi aku tidak mungkin pulang ke rumah dan mengemudi dalam kondisi mabuk" kata Jungwoo, membohongi ibunya yang sedang menghubungi ponselnya.

Saat ini kedua orang tuangnya sedang berada di Jepang karena ada urusan pekerjaan. Ibunya menghubungi karena kepala pelayan di rumahnya memberitahukan kalau Jungwoo belum juga pulang ke rumah padahal waktu sudah menunjukkan hampir pukul 4 pagi.

" I love you too, Mrs Kim" kata Jungwoo lalu mengakhiri panggilan dengan ibunya.

Tak lama kemudian ponsel Jungwoo kembali bergetar menandakan ada panggilan masuk, dia hendak mengangkat panggilan itu, namun di urungkannya karena terlihat Dokter keluar dari ruang pemeriksaan dimana Lucas berada.

" Dokter, bagaimana keadaan Lucas Wong?" tanya Jungwoo, jujur saja dia khawatir kalau ada sesuatu yang parah menimpa pemuda itu, maka bisa dipastikan Jungwoo bisa berada dalam masalah besar.

" Apa anda keluarga pasien?" tanya Dokter William pada Jungwoo.

" Sa-saya temannya, Dokter" Jungwoo terbata-bata menjawab pertanyaan sang Dokter. Ya Tuhan, sudah berapa kali ia berbohong hari ini.

" Baiklah, mari kita bicarakan kondisi dan keadaan pasien Wong di ruangan saya" kata Dokter William.

Mendengar itu, Jungwoo pun menganggukan kepalanya lalu mengikuti langkah kaki sang Dokter menuju ruangannya.

" Setelah kami melakukan beberapa pengecekan dan juga pemeriksaan yang menyeluruh, tidak ditemukan luka yang berarti pada tubuh dan organ dalam pasien Wong. Dia hanya mengalami beberapa luka lecet dan juga sedikit jahitan pada telapak tangannya akibat terkena pecahan kaca. Sedangkan pukulan pada perut, dagu dan juga punggungya hanya meninggalkan bekas luka lebam saja" jelas Dokter William.

You Are MineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang