SUDAH DITERBITKAN OLEH ONE PEACH MEDIA
[Je Me SERIES 1] [SEBAGIAN CHAPTER BELUM DIREVISI]
WARNING 18+ YOUNG ADULT ROMANCE
TERDAPAT KATA-KATA KASAR, ADEGAN KEKERASAN DAN LAIN-LAIN
Berlian Melody, remaja umur enam belas tahun yang baru masuk SMA-tidak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jakarta, 8 Januari 06.50 a.m
Tet tet tet
Masih liburan sekolah. Suara alarm pagi seharusnya membuatku jengkel karena mengganggu. Sebab biasanya selama liburan, aku pasti jadi putri tidur dadakan dan tidak menyetel alarm sampai kak Brian jadi alarm-ku. Tapi kali ini tidak. Begitu mendengar suara alarm, aku membentangkan senyum, duduk dengan mata masih terpejam. Tanpa memindahkan tubuh sedikitpun, satu tanganku terulur meraih dan mematikan weker. Sebelum dengan semangat merentangkan kedua tangan dan berteriak, “still aliveee...” Mirip karakter nenek tua di film The Crood.
Kau tahu kenapa aku bisa sesemangat ini di pagi hari? Karena hari ini rencananya Jayden akan mengajakku ke kampusnya. Memintaku untuk menemaninya latihan futsal. So, I'm very exited today.
Setelah tadi malam berhasil masuk kamar dengan selamat tanpa omelan duo jahilun, aku mulai membersihakan badan dan kaget setengah mati ketika mendapati ruam merah keunguan di leherku banyak sekali. Aku panik dan menelpon Jayden.
“Kak, kayaknya besok gue nggak jadi ikutan ke kampus deh,” kataku lemah. Aku yakin Jayden pasti kecewa.
“Kenapa?” tanyanya.
“Leherku merah - merah, kayaknya alergi, besok mau periksa ke dokter aja,” jawabku yang masih berdiri di depan cermin kamar dan mengusap - ngusap ruam merah keunguan itu, sesekali juga menggaruknya.
“Aktifin videocall-nya,” titah Jayden dan aku menurutinya.
Sesaat ketika sudah melihatnya sedang merokok di balkon-masih mengenakan kaos hitamnya tadi-aku menunjukkan ruam itu pada Jayden.