Setelah 1 minggu menikah, hubungan keduanya baik-baik saja. Ivi yang kini tak lagi bekerja dan hanya menjadi seorang owner dari Kursus Bahasa Inggrisnya.
1 minggu lagi Felix akan kembali berlayar setelah cuti selama 1 bulan karena urusan pernikahan. Saat ini mereka sedang berbulan madu di negeri kangguru.
"Hon... 1 minggu lagi aku akan kembali berlayar. Aku harap kamu siap ya aku tinggal selama beberapa bulan ke depan." ucap Felix
"Siap gak siap sih.. Ya mau gimana lagi kan? Kerjaan kamu kan emang gitu." ucap Ivi dengan nada kecewa
"Maaf ya.. Aku gak bisa selalu ada disisi kamu. Tapi aku janji kok suatu hari nanti aku bakal resign jadi kapten.."
"Iyain aja.. Lagian belum jelas juga kan kapan kamu resign." ucap Ivi dengan nada ketus.
"Kamu jangan ngambek donk. Aku janji deh 2 sampai 3 tahun lagi aku bakal resign. Janji.."
"Gausah aja sekalian.."
"Kok gitu sih hon?"
"Gatau deh. Terserah kamu aja. Kamu kan slalu bener. Aku yang slalu salah dan aku juga yang harus selalu turutin kemauan kamu tanpa kamu mau turutin kemauan aku. Aku mau tidur. Capek..!" Ucap Ivi dan langsung berbaring di kasur. Ia berpura-pura tidur.
"Huuh... Yaudah maaf hon.. Saat ini aku belum bisa resign karena tugas aku belum selesai."
Namun Ivi hanya diam tak menanggapi. Felix ikut berbaring di samping Ivi dan mengusap kepalanya.
"Maafin aku ya karena selalu buat kamu sedih. Maafin aku yang gak bisa slalu di sisi kamu dan jagain kamu. Aku akan berusaha untuk lebih sering pulang nanti. Maaf.." Felix mengakhiri kalimatnya dengan mengecup kening Ivi. Mereka masuk ke dalam alam mimpi masing-masing.
#Side of Alfi
Seorang Alfi kali ini sedang melaksanakan tugasnya sebagai seorang nautika. Alfi Bravino, mantan kekasih seorang Relivia Zenata saat Ivi kuliah dahulu. Mereka memang tidak satu kampus namun mereka mulai berpacaran disaat Ivi mengejar pendidikan S1. Hubungan mereka kandas dikarenakan Ivi mendengar kabar bahwa Alfi mengkhianatinya. Alfi berhubungan dengan teman sekelas Alfi dibelakang Ivi. Mereka pernah berpacaran selama 1 tahun lebih. Alfi sedang beristirahat saat ini setelah pelayaran yang begitu panjang.
Ia duduk di tepi belakang kapal sambil menatap ombak laut.
"Relivia.. Gimana ya kabar dia sekarang? Apa dia sudah bisa maafin gue setelah kejadian lalu? Gue menyesal telah berkhianat. Maafkan aku vi.. Maaf.." gumam Alfi. Sebenarnya ia tidak ingin mengkhianati Ivi namun teman sekelasnya terus saja mendekati. Ya, wanita itu adalah Sasha. Sasha adalah perempuan licik yang berusaha merebut Alfi dari Ivi. Sasha juga saat ini 1 kapal dengan Alfi. Ia menghampiri Alfi yang sedang melamunkan Ivi. Ia gelendotan ditangan Alfi.
"Alfi.. Kamu ngelamunin apa sih?" ucap Sasha manja/kegatelan.
"Bukan urusan lo!"
"Tapi aku cinta sama kamu.. Kok kamu kayak gini sih sama aku? Salah aku apa?"
"Berisik lo!" Alfi meninggalkan Sasha. Ia menemui atasan dan meminta izin untuk mengambil cuti selama beberapa hari kedepan.
"Gue memang sudah harus pulang. Sudah hampir 2 tahun gue gak pulang. Huuh.." Gumamnya dan segera minta izin cuti.
Setelah semuanya selesai, ia pun segera memesan tiket pesawat secara online untuk pulang ke kampung halaman.
#Side of Zayn
Siapa sangka, ternyata Felix dan Ivi menginap di sebuah hotel yang saat ini menjadi tempat menginap Zayn. Zayn sedang ada tugas di RS dekat hotel tersebut, dikarenakan jarak apart nya yang jauh dari RS, Zayn memutuskan untuk menginap selama beberapa hari di hotel tersebut sampai urusannya selesai. Dan yang paling ekstrim adalah kamar mereka berdekatan. Hanya terhalang oleh 2 kamar saja. Jadi, no kamar Felix dan Ivi itu 205 dan Zayn 208. Ketiga orang tersebut belum menyadari hal demikian.
"Huuh... Sebenarnya gue malas banget sih tugas di RS itu. Sialan emang tuh tua bangka! Gue dipindahtugas terus sama dia." Zayn kemudian melirik nakas yang mana terdapat tas Ivi. Zayn mengambilnya dan membuka isinya. Hanya ada handphone dan sebuah notebook disana.
"Hmm gimana ya kabar Livia? Gue gak sabar banget nunggu kabar perpisahan dari mereka. Yayaya... Gue bakal terus pantau mereka dari sini. Oh ya gue belum cek info mereka berdua hari ini dari mata-mata gue." Zayn pun menghubungi seseorang.
'Halo...'
'......'
'Good. Cari tahu terus info tentang mereka."
Zayn menutup sambungan dan menunjukkan smirknya.
"Ternyata mereka juga berada di tempat ini. Memang Tuhan slalu berpihak padaku hahaha.." tawa iblis seorang Zayn keluar.
"Hmm... Sepertinya mencari tahu di kamar no berapa mereka menginap akan semakin seru.." Zayn melangkah keluar kamar menuju resepsionis hotel.
Saat tiba di resepsionis, ia mencari penginap atas nama keduanya. And, dia berhasil.
"Thanks for the information.."
"Your welcome sir.."
Zayn pun kembali ke kamarnya. Ia tersenyum smirk "ternyata kamar kita berdekatan Livia. It's okay aku akan segera memulai permainannya." Zayn keluar kamar membawa tas Livia dan mengetuk pintu kamar Felix dan Ivi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Relationship Between Captain And Lecturer
HumorKisah cinta seorang dosen dengan kapten yang akan membuat para pembaca baper parahhhh!! Let's read!! No Copy Paste!! Versi lengkapnya tersedia di WEBNOVEL ya guys!! Peringkat 10 #TNI
