Part 34

632 18 0
                                        

1 Bulan kemudian.....
"Siswa lulusan terbaik T.A 2019/2020 di Classic Star adalah............. Elven Devanno!!! Beri tepuk tangan yg meriah untuk lulusan terbaik kita!!" ucap MC antusias di atas panggung perpisahan.
Ivi dan Felix yg duduk di samping kiri kanan Elven merasa sangat bangga pada putra sulungnya. Keduanya langsung memeluk Elven.
"Congratulation my son!!! Mom's so proud of you..." Ucap Ivi antusias dan memberi kecupan bertubi-tubi pada Elven. Hal itu mendapat tatapan kagum pada beberapa orang di sana. Sementara Felix, ia justru cemburu pada putranya yg mendapat kecupan bertubi-tubi dari istrinya.
"Honey stop it hmm... Elven have to be there. Elven, stand up there" ucap Felix dengan sedikit nada dinginnya.
"Dad, I know that you're jealous of me hahah" ledek Elven dan langsung berlari ke panggung.
"Anak itu slalu saja membuat jengkel " kesal Felix. Ivi hanya geleng kepala melihat kecemburuan Felix.
"Kau ini sangat aneh.. Cemburu pada putramu sendiri" sindir Ivi
"Hey honey! Kau tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya... "
"Terserah"
Elven sudah berdiri di stage.
"Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih pada Allah subhanallah taala, karena telah mengizinkan saya untuk bisa hadir dalam acara perpisahan hari ini, saya juga bersyukur karena Allah memberikan saya kepercayaan ini, Thanks God, Mom,Dad,Revin,Oma,Opa,and Akel Calvin, thank you so much for all. Kalian semua telah membuat Elven menjadi lebih dewasa hingga Elven can get it! Untuk para guru dan teman-teman saya, terima kasih untuk setiap dukungan yg kalian berikan pada saya. I love you,Mom,Dad and all my love people." Tutup Elven. Ia turun panggung dengan piagam penghargaan dan juga trophy.
Di sana, Ivi sudah merentangkan tangan menyambut putra kesayangannya.
Elven berlari memeluk ibunya.
"Sayang Mommy........." Elven mengencangkan peluknya.
"Mommy miss you too"
"Thanks for everything Mom..."
"Urwell sayang.... Tetap semangat ya"
"Promise!" Elven melerai peluknya dan memberikan kelingkingnya. Ivi pun mengaitkan kelingkingnya pada kelingking Elven.
"Promise!!" serempak keduanya.
"Ah.. Rasanya keberadaanku tak dianggap" jutek Felix.
Aksi mereka tak lepas dari beberapa pasang mata di sana. Sungguh, keluarga yg harmonis. Pikir mereka.
"Hahahah... Daddy, kau cute sekali" Elven
"Aku akan menyekolahkanmu di Jerman!" Ancam Felix
"No! Elven gak akan sekolah di sana. Elven, you may choose the school that you want" Ivi
"Surga istri berada pada suami, istri yg suka membantah suami tidak akan masuk surga!"
"Oh Ya Allah... Dia mengancam ku" Ivi
"Daddy.... Don't do that. I love you so much" Elven memeluk Ayahnya.
"But I hate you boy"
"You lie me"
Ivi menggelengkan kepalanya.

.............

"dr. Calvin, ada yg ingin bertemu..." ucap perawat itu.
"Siapa?"
"Seorang anak kecil"
"Baiklah suruh dia masuk"
"Baik"
Irsyana masuk dengan suster Ara
"Papa!!" seru Irsyana dan memeluk Calvin.
"Ara, kau boleh keluar"
Ara mengangguk.
"Ada apa kamu ke sini?" Calvin
"Aku rindu Papa.. Aku kesepian di rumah. Kenapa Mama gak pulang-pulang Pa?" Irsya.
"Hm begini sayang... Mama masih ada urusan di luar. Dan kalau pun nanti kamu bisa ketemu mama, itu akan sangat berbahaya."
"Berbahaya kenapa Pa?"
"Kau ingat? Papa pernah bilang bahwa Mama sedang berurusan dengan penjahat?"
Flashback on
"Papa, mama kemana? Kenapa papa yg nemenin aku belajar?" Tanya Irsyana.
"Mulai sekarang, papa yg akan menemani putri kecil papa untuk belajar.." ucap Calvin lembut.
"Tapi kemana mama pa?"
"Sayang, mama sedang berurusan dengan penjahat. Kita gak boleh ketemu atau dekat dulu dengan Mama. Itu sangat berbahaya. Oleh sebab itu, kita harus tinggal terpisah dengan Mama. Kamu mengerti?"
"Iya pa.. Jadi kapan kita bisa bersama lagi?"
"Kita tidak akan pernah bersama lagi sayang. Bersama dengan mamamu itu sama saja menyerahkan nyawamu secara cuma-cuma. Apa kau mau?"
"Apa mama akan membunuhku?"
"Tidak. Tapi penjahat itu akan membunuh siapapun yg dekat dengannya."
'Dan penjahat itu adalah jiwa iblis ibumu sendiri sya... Maafkan papa' Batin Calvin.
"Lalu aku akan tinggal sendiri jika nanti papa bertugas lama?"
"Tidak, kamu akan papa titipkan pada pembantu di rumah ini atau mungkin bisa bersama oma, atau bersama Akel and Aunty."
"Ya, aku mau bersama kak Elven Pa.. Dia sangat baik padaku meski kadang dia suka mengganggu ku."
"Tentu, kita akan bermain ke sana"

.....
Flashback off.
"Aku ingat pa... Kita tidak akan berurusan lagi dengan mama kan?"
"Ya, benar. Anak papa memang cerdas."
"Hm apa papa akan bertugas hingga larut?"
"Iya sayang... Tapi, Papa akan menitipkanmu pada kak Elven. Kau senang?"
"Tentu... Aku akan bermain bersama kak Elven,membeli ice cream,memasak kue bersama aunty Ivi. Aku sayang mereka" ucapnya antusias.
"Papa juga sangat menyayangimu"
Muach!
Irsya mencium pipi Calvin.
"Kau genit ya pada papa sekarang" ledek Calvin.
"Papa, dont make fun of me hmmmm"
"Sorry my lovely girl heheh"
"Let's go!!"

Relationship Between Captain And LecturerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang