Keringat bercucuran di kening Ivi. Sementara Felix sangat panik saat para suster membawa Ivi menuju ruang operasi. Ya, hari ini Ivi akan melakukan operasi cesar. Felix terus mendampingi istrinya sambil menggenggam tangan Ivi.
"Kamu tenang ya sayang... Semuanya akan baik-baik aja... Jangan lupa terus berdzikir.." Felix
"Sakit hon.. Sakit...."
"Sabar... Berdoa sayang.... Aku yakin kamu pasti bisa ..."
"Hiks... Sakit.... Ya Allah..."
3 orang dokter memasuki ruang operasi. Para perawat tengah mempersiapkan semuanya.
"Selamat pagi bu Ivi... Bagaimana? Anda sudah siap?" Sapa seorang dokter wanita.
"Bismillah... In Syaa Allah dok.."
"Baik, kami akan memulainya... Jangan lupa berdoa.."
"Lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya dok..."
"In Syaa Allah pak.."
Seorang dokter menyuntikkan bius pada tubuh Ivi.
Di lain sisi, Irene sedang ikut meeting bersama dengan Calvin.
"Ok, meeting kita hari ini selesai. Saya harap kalian bisa meningkatkan kinerja kalian untuk hasil yang maksimal dan sesuai janji saya, apabila omset bulan ini meningkat maka saya akan mengeluarkan bonus untuk kalian.." Calvin
Puk puk puk!!!
Para Divisi bertepuk tangan.
"Baik, selamat siang..."
Calvin meninggalkan ruang rapat bersama dengan Irene. Tempat meeting mereka masih di kantor Calvin. Hanya berjarak beberapa lantai saja.
Saat berada di lift...
"Makan siang di mana?"Calvin
"Eh.. Saya makan siang di cafe depan pak.. Dengan teman-teman yang lain.." Irene.
"Hari ini kamu makan siang dengan saya. Ada yang ingin saya sampaikan sama kamu."
"I-iya pak.."
"Kamu masih gugup saat berbicara dengan saya?"
"Eh maaf pak.."
"Biasakan untuk berbicara dengan baik. Jangan gugup. Saya bukan kanibal."
"Iya pak..."
Setelah selesai melakukan operasi selama beberapa jam, kini Ivi sudah dipindahkan ke kamar rawat.
Ivi pun tersadar.
"Alhamdulillah kamu sudah sadar sayang.."
"Anak kita gimana?"
"Alhamdulillah anak kita sehat sayang... Tampan seperti aku heheh..."
"Alhamdulillah... Maaf ya karena aku buat kamu panik.."
"Gapapa sayang..." Felix mengecup kening Ivi.
Setelah selesai lunch, Calvin langsung bergegas ke RS di mana Ivi melahirkan. Ia mengetuk pintu sebelum memasuki kamar VVIP itu.
Tok Tok Tok!!
"Masuk!" Felix
Calvin bersama Irene masuk ke kamar itu.
"Assalamualaikum!!" ucap Calvin sedikit teriak.
"Waalaikumsalam... " Calvin memeluk Felix.
"Long time no see kak!!!" Calvin.
"Hahah... Lo sih sibuk terus.."
"Hai kak ipar... Gimana operasinya?"
"Alhamdulillah lancar vin... Eh btw di belakang kamu siapa?"
Ya, sedari tadi, Irene bersembunyi di balik tubuh Ivi.
"Aku seperti mengenal suara ini.."-Batin Irene
Calvin menarik tangan Irene sehingga Irene berada di sampingnya.
"Sekretaris aku..."
"Irene-Miss!!" terkejut Ivi dan Irene.
Irene langsung memeluk Ivi.
"Miss... I miss you so bad..." Mata Irene berkaca-kaca.
"Hey... Me too... " Irene melerai peluknya.
"Maaf ya miss Irene gak bisa ikutan ke rumah miss waktu itu.."
"Gapapa... Btw, selama ini kamu kemana?"
"Irene kerja miss... Di tempat pak Calvin.. Tapi Irene tetap kuliah kok miss cuma Irene ganti jadwal.."
"Syukur deh... Calvin gak galak kan?"
"Kak ipar.....!!"
"Hahah... Kidding vin..."
"Oh ini Irene yang itu ya sayang?" Felix
"Iya hon..."
"Btw, ponakan aku cowok atau cewek?"
"Permisi, mohon maaf mengganggu.. Ini bayinya sudah saya bersihkan.. " Seorang suster memasuki kamar rawat Ivi.
Ivi menggendong bayinya sambil duduk bersandar di brankar.
"Wah... Ponakan gue..." ucap Calvin antusias.
"Cowok nih vin... Ganteng kan?" Ivi
"Iya donk.. Uncle nya kan ganteng, gimana gak nular coba" PD Calvin yg langsung disambut kita kan oleh Felix.
Pletak!
"Kagak ngaruh! Dia ganteng karena bokap nya ganteng.. Gue kan ganteng maksimal."
Felix
"Sialan lo kak.. Sakit kepala gue ogeb!" kesal Calvin
"Ssttt... Jangan berisik entar babyku nangis"
"Heheh sorry kak ipar... Eh namanya saha atuh?" Calvin
"Kepo!" Felix
"Lo kayak punya dendam pribadi deh sama gue Lix! Ngajak ribut?" kesal Calvin tapi masih bercanda.
"Diem lo! Sayang, siniin baby nya biar aku adzanin" Felix mengambil alih bayinya.
"Nuajisun!" Calvin. Sedangkan Ivi dan Irene hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kakak beradik itu.
"Sirik aja lo! Makanya jangan jomblo terus. Eh jangan-jangan lo moho yak?" Felix
"Home ogeb" Calvin
"Homo, astaghfirullah..." Ivi
"Nah itu, lo homo?" Felix
"Vangkeh! Enak aja lo kata gue homo.. Big no! Gue normal keles.. Yakali gue selera sama kaum sejenis gue.. Idih amit-amit.. Cewek cakep bin shaleha masih banyak keles"
"Santai donk.. One question, why do you still singel right now?" Felix.
Skakmat!! Wkwk
"Kepo banget sih lo.. Mending lo adzanin dah ponakan gue.." Calvin
"Berisik lo kayak banci pinggir jalan"
"Diem lo banci jalan tol"
"Lucknut!"
"Sudah donk.. Buru diadzanin anaknya.. Malah debat"
"Iya sayang iya.. Maaf ya" ucap Felix lembut
"Iyi siying iyi.. Miif yi..." cibir Calvin sambil memaju-majukan bibirnya.
"Gue tampol juga lo" kesal Felix.
"Wleee" Calvin menjulurkan lidahnya mengejek Felix.
"Felix!!" Ivi
"Heheh iya sayang"
Felix pun mengadzani anaknya.
Hola!! Yeoboseyo? Gimana guys? Aku rencana mau buat 60chapter but itu tergantung yaw...
Arigatouuuuuu
KAMU SEDANG MEMBACA
Relationship Between Captain And Lecturer
HumorKisah cinta seorang dosen dengan kapten yang akan membuat para pembaca baper parahhhh!! Let's read!! No Copy Paste!! Versi lengkapnya tersedia di WEBNOVEL ya guys!! Peringkat 10 #TNI
