Alfi mengetuk pintu kamat hotel Zayn. Tak lama Zayn pun membuka pintu dan mempersilahkannya untuk masuk.
"Woi bro.. Kuy masuk." ajak Zayn sembari memeluk Alfi ala cowok.
Mereka pun masuk ke kamar hotel itu. Zayn segera memberikan minuman untuknya dan mulai membahas misinya.
"Al"
"Zayn" Ucap mereka bersamaan.
"Hahah... Lo dulu deh " ucap Zayn. Alfi masih bersikap dingin karena hal tadi.
"Well, gue mau tanya ke lo apa bener Ivi sudah nikah sama si kapten?" tanya Alfi serius
"Yups bener.. Mereka sudah menikah kurang lebih ya 2 mingguan. Lo sudah ketemu mereka?"
"Sudah tadi. Gue gak nyangka dia bisa nikah sama orang seposesif kapten itu." ucap Alfi sambil meneguk minuman yang disediakan oleh Zayn.
"Ya begitulah... Mr. Captain sialan itu sudah berhasil merebut hati seorang Relivia. Gue juga gak nyangka sih kok si Livia mau nikah sama dia. Padahal as you know lah pekerjaan seorang Captain itu ya begitu."
"Hmm... Gue juga seorang nautika bro.. So, jangan sangkutpautkan urusan ini dengan profesi. Meskipun gue belum jadi captain, tapi gue 1 alam dengan dia. Ya, laut." Ucapnya menyindir.
"Oh.. Sorry bro gue gak maksud."
"Gue tahu apa maksud lo bicara gitu kok Zayn.. Lo seolah-olah berpikir kenapa Ivi mau nikah sama pria yang jelas-jelas waktunya dihabiskan lebih lama di laut daripada sama dia. It means that you never trust all sailor. Gak semua captain and sailor itu sama bro.. Semua punya karakter masing-masing. So, itu tergantung individual." tegasnya.
"Gue gak maksud bicara gitu bro gue cuma-"
"Stop it Zayn! Gue tahu kok selicik apa lo! So, gak perlu ngelak dan sekarang gue tahu penawaran apa yang akan lo tawarkan ke gue..." Jedanya dan membuat Zayn bungkam
"Lo, mau gue pisahin dua insan itu kan?"
'Sialan! Misi gue sudah kebaca di otak dia! Bodoh! Ternyata dia gak sebodoh yang gue kira!'Batin Zayn
"Lo gak perlu ngebatin Zayn karena gue bisa baca pikiran lo! Ya, gue emang gak sebodoh itu Zayn.. Dan untuk masalah memisahkan kedua insan itu, gue pikir itu sama sekali gak menarik buat gue kerjasama dengan lo! Gue kira itu cuma buang-buang waktu gue yang berharga. Dan lagian apa untungnya di gue?"
"Lo bisa kembali dengan Relivia."
"Gue gak yakin lo sebaik itu.. Gue tahu lo cuma manfaatin gue buat ngerebut Ivi. Zayn Zayn... Ternyata lo lebih bodoh dari seekor buaya yang ditipu seekor kancil."
"Lo ngatain gue?!" geramnya.
"Sans bro... Gue cuma bicara apa adanya. Menurut gue,lo berhenti deh perjuangin Ivi. Cewek di luar sana masih banyak bro," ucapnya dengan smirk dan berdiri menyentuh pundak kiri Zayn.
"Dan, lo itu seorang dokter muda bro. Itu gak sulit buat lo dapatin yang jauh lebih perfect dari Ivi."
"Gak usah sok nasehati gue lo!" Zayn menyingkirkan tangan Alfi yang menyentuh pundaknya. Alfi tersenyum smirk.
"It's ok. Gue cuma ingetin lo. Dan kalaupun suatu hari nanti mereka break or even finish, maka gue lah the winner yang sesungguhnya." ia tersenyum licik.
"Lo jauh lebih licik dari gue Ya Al.." ucapnya tak percaya.
"Lo baru tahu ternyata.. Ya begitulah gue. Gue kapan saja bisa menjadi malaikat namun kapan saja gue juga bisa menjadi iblis. So, hati-hati kalau lo mau main-main sama gue. Gue bukan orang bego bro! Kalau lo mau ngajak kerja sama, ajak yang lebih bego dari diri lo sendiri!" Setelah mengatakan itu, Alfi meninggalkan kamar hotel Zayn. Zayn mengumpat. Ia salah memilih rekan kali ini.
"Sial Sial Sial!!! Gue masuk dalam jebakan gue sendiri! Kalau gini ceritanya, musuh gue semakin banyak! Argh!! Sial!!" ia mengusap rambut gusar.
Sementara Alfi kini sudah berada di kamar hotel yang telah ia pesan. Ia mengistirahatkan dirinya diatas ranjang king size. Kamarnya berada tepat di depan kamar sebelah kamar Ivi.
"Sepertinya gue harus meminta cuti yang lebih panjang lagi.. Maaf God .. Gue terpaksa kembali menjadi seperti ini. Ivi... She's my first love tapi karena cewek bar-bar itu, gue harus pisah sama dia. See, gue akan hancurin hidup cewek bar-bar itu." ucapnya dengan wajah yang menyeramkan. Alfi kemudian mendial nomor seseorang.
"Halo... Kalau lo masih pengen ketemu gue, datang ke alamat yang gue kirim barusan."
"..."
"Good... Gue tunggu lo sampai jam 7 malam. Kalau lo gak datang, lo akan tahu akibatnya"
Telepon End.
"Dasar wanita bar-bar. Semudah itu narik dia kesini." So, yang dihubungi Alfi tadi adalah Sasha. Ja sengaja mengundang Sasha kesini hanya untuk membalas dendam padanya.
"We see siapa yang akan hancur kali ini. Lo atau gue wanita bar-bar! Gue bukan cuma hancurin lo, tapi juga karir lo dan orangtua lo!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Relationship Between Captain And Lecturer
HumorKisah cinta seorang dosen dengan kapten yang akan membuat para pembaca baper parahhhh!! Let's read!! No Copy Paste!! Versi lengkapnya tersedia di WEBNOVEL ya guys!! Peringkat 10 #TNI
