^HAPPY READING^
.
.
Hinata menjaga jarak dengan anak kecil yang mencuri dompetnya, tampaknya anak itu membeli beberapa roti, beras bahkan beberapa obat, setelah selesai bocah itu tampak terburu-buru berlari masuk kedalam hutan. Mau tak tak mau hinata juga harus mengikutinya, hingga kakinya berhenti tak jauh dari desa tersebut ada sebuah gubuk kecil yang sudah agak rewot.
"kaa-san..Seita sudah kembali"teriak anak kecil yang menyebut namanya tersebut, hinata semakin mendekat. Ia melihat dua anak yang lebih muda darinya mendekat lalu memeluk kaki kakaknya.
"Seita-nii"teriak mereka senang, saat bocah itu memberikan roti pada mereka. Hinata melengkungkan sedikit senyum di bibir cantiknya melihat mereka. Ia jadi merindukan hanabi, sedang apa adik kesayangannya tersebut, semoga saja ia kuat menjalani pelatihan menjadi penerus klan.
"kaa-san...seita membelikan obat"
"dapat uang dari mana, seita? Ibu sudah melarangmu bekerja... dan obat mahal itu bagaimana kau bisa membelinya..."seita dengan wajah gugup, ia menundukan wajahnya melihat tatapan menyelidik dari ibunya yang sudah lemah.
"seita..."
"kau tidak mencurikan, nak?"selidik ibunya lagi. Seita yang bingung akan menjawab sebelum sebuah suara terdengar.
"aku yang memberikan uang untuknya"
Seita menoleh ke arah pintu masuk, melihat seorang wanita cantik, yang menggunakan kimono ungu, berlengan pendek. Dengan obi ungu tua yang terikat di pinggangnya, rambut indigonya panjang sepinggang . seorang wanita yang sangat cantik. fikir seita seperti mengingat sesuatu, seita terbangun dari kekagumannya, bukankah wanita itu....
"ka..kau siapa?"tanya wanita paruh baya yang terbaring lemah di atas futon.
"cantiknya"puji duo kembar yang menurut hinata begitu menggemaskan.
"namaku Hinata, Hyuuga Hinata...aku seorang shinobi yang berasal dari konoha"jelas hinata dengan sopan serta lembut. Seita menjadi kelabakan, bagaimana kakak ini tahu rumahnya? Bagaimana jika ia mengatakan bahwa dompetnya sudah seita curi, kesehatan ibunya akan semakin memburuk dan yang paling parah ibunya tak akan meminum obat darinya.
Hinata pun masuk ke dalam rumah tanpa permisi mendekati wanita paruh bayah yang sedang terbaring lemah tersebut lalu hendak memegang tangannya namun seita langsung mencegat tangan hinata. Seita sedikit menunduk merasa bersalah
"aku tahu aku salah, tapi jangan sakiti ibuku"hinata tersenyum kecil, lalu mengacak rambut seita dengan lembut.
"kapan kau berbuat salah padaku? Aku tak pernah mengingatnya... aku yang memberikanmu uang itu"hinata sedikit menunduk lalu berbisik di telinga seita.
"aku yang membiarkanmu mengambil dompetku, jadi kau tak melakukan kesalahan apapun"seita mendongak melihat wajah hinata.
"Gomenasai Nee-san"hinata tertawa kecil, lalu mengangguk. Seita melepaskan tangannya. Hinata lalu mengaktfikan byakugannya untuk melihat kondisi ibu seita. ini adalah racun.
"Seita... sejak kapan ibumu sakit seperti ini"tanya hinata..
"sudah 5 hari yang lalu"
5 hari yang lalu, berarti masih ada waktu tersisa 2 hari yang tersisa hingga racun itu menyerang ke saraf tubuh intinya. Bagaimana dalam dua hari, ia bisa mendapatkan tanaman langkah yang akan di jadikan sebagai penawar. Hinata lalu menekan beberapa titik di tubuh wanita menghambat penyebaran racunnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE DARK SKY AND THE MOON
FanfictionNaruto @Masashi Kishimoto but this story by me Cover Art Credit to Owner . . |Uchiha Sasuke x Hyuuga Hinata x Uzumaki Naruto| Rank 1 #SasuHina : 29/10/2020 * * Bagi semua orang, Uchiha Sasuke dan Hyuuga Hinata adalah sebuah ketidakmungkinan. bahkan...
