Chapter 19

15.7K 1.2K 187
                                        

^HAPPY READING^
.
.

"Sakura-chan..pelan-pelan saja. Kau seperti ingin memburu sasuke"kata Naruto masih berusaha menyamakan langkah kakinya dengan wanita yang pernah menjadi cinta sepihaknya tersebut.

"bagaimana bisa aku pelan...Sasuke kembali ke rumahnya, ke lingkungan Klan Uchiha... apa kau fikir dia baik-baik saja saat ini?"

Sakura semakin mempercepat langkah kakinya karena khawatir. Ia tak ingin ini akan menjadi alasan untuk Sasuke-nya pergi lagi. Ia baru saja kembali ke desa, jadi bagaimana mungkin Sakura membiarkan pria itu pergi menanggung semua rasa sakit dan ketidakadilan yang di terima oleh klannya.

Nafas sakura sedikit terengah-engah ketika sampai di depan pintu yang akan membawanya ke klan uchiha, ia menahan nafasnya sejenak meyakinkan dirinya bahwa saat ini sasuke membutuhkannya.

Naruto menghentikan langkah kakinya, wajahnya berubah kaku melihat ke lingkungan klan Uchiha. Ia bisa merasakan Chakra orang lain yang berada di sini, bukan hanya Uchiha Sasuke namun chakra yang sudah Familiar untuknya.

"Hinata"

Ingin rasanya Naruto meneriakan nama itu keras-keras agar pemilik nama itu melihat kearahnya sama seperti dulu. Menatapnya dengan tatapan yang sama seperti yang saat ini wanita itu berikan untuk sahabatnya. Bagaimana bisa kali ini ia harus mengalah lagi untuk orang yang sama? Bagaimana bisa ia menata hatinya kembali?

Uzumaki Naruto mencintai Hyuuga Hinata bukan karena ingin bersaing dengan Sasuke sama seperti saat ia mulai menyukai Sakura. Naruto benar-benar menginginkan Hinata dalam hidupnya, ia bahkan bermimpi akan membangun sebuah keluarga bersamanya. Di mana ada dirinya, putra mereka yang mungkin akan terlihat mirip dengannya dan seorang putri yang akan memiliki rupa Hinata namun dengan warna mata yang berbeda.

Mungkin ia tak akan membahagiakan Hinata sebagaimana impiannya, namun ia masih ingin memiliki sebuah keluarga kecil yang seperti itu. Tak apa-apa jika mungkin Putranya akan kecewa karena memiliki ayah sepertinya, tak apa-apa jika ia tak memiliki banyak waktu untuk habiskan bersama mereka. Karena ia percaya Hinata akan memahami semua kata yang tak bisa ia ungkapkan. Hinata-nya akan memahami semuanya bahkan jika Naruto hanya berdiam diri.

Tapi sekarang? Apa impian itu akan pupus?

"Naruto mengapa berhenti..ayoo"

Naruto tersadar dari angannya lalu menyusul sahabat pinknya.

***

Sakura berjalan lebih cepat lagi menuju salah satu rumah yang ia yakini sebagai rumah Uchiha Sasuke.

Sakura menghentikan langkah kakinya saat ia mendengar suara yang cukup familiar dari dalam rumah yang pintunya tak tertutup, bahkan semua jendela di rumah tersebut terbuka.

Itu adalah suara sasuke, ia menghela nafasnya sebentar. Syukurlah, Sasuke masih berada di sini. Sasuke masih berada dalam jangkauannya. Ia mencoba mengatur rambutnya agar lebih rapih, menyeka sedikit keringatnya akibat berlari. Bibirnya melengkungkan seutas senyum terbaik yang ia miliki.

Sakura melangkahkan kakinya memasuki kediaman Sasuke dengan semangat. Suara selanjutnya membuat Sakura menghentikan langkahnya. Sasuke sedang tertawa? Uchiha Sasuke tertawa? Tapi apa yang sedang ia tertawakan? Seumur hidup seorang Sakura ia belum pernah melihat tawa pria itu.

Dengan ragu sakura melangkah lebih dekat lagi, jantungnya seakan di remukan, dunianya seolah di paksa runtuh ketika matanya menangkap sosok lain yang berada di sana. Seorang wanita berambut indigo, wanita itu tampak cantik bahkan ketika ia hanya menggulung rambutnya asal sambil tersenyum menatap ke arah Sasuke. Ia terlihat sangat cantik, luar biasa cantik. Cukup, untuk membuat Haruno Sakura merasa cemburu dengannya.

THE DARK SKY AND THE MOONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang